Thursday, April 27, 2017

Taubat itu nikmat

Dalam salah satu kajiannya Ustadz Armen Halim Naro menyebutkan bahwa, " taubat adalah nikmat yang luar biasa yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla, taubat itu sangat mahal, hanya diberikan Allah kepada orang-orang yang diinginkanNya, itu merupakan titik dimana seseorang sangat berbahagia, maka yang disebut orang yang berbahagia adalah orang-orang yang bertaubat dan ingin kembali berada dijalan Allah Azza wa Jalla. Maka jangan pelit air mata untuk diberikan kepada Allah Azza wa Jalla, jangan ketika air mata taubat hanya terurai deras diawal taubat namun setelahnya jarang kita berikan kepada Allah, karena air mata disebabkan takut azab dan berharap keridhoan Allah itulah melembutkan hati kita, lembut seperti kapas yang sangat halus, waallahua'lam."
Hakikat taubat adalah kembali tunduk kepada Allah dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya. Taubat ada dua macam: taubat mutlak dan taubat muqayyad (terikat). Taubat mutlak ialah bertaubat dari segala perbuatan dosa. Sedangkan taubat muqayyad ialah bertaubat dari salah satu dosa tertentu yang pernah dilakukan.
Syarat-syarat taubat meliputi: beragama Islam, berniat ikhlas, mengakui dosa, menyesali dosa, meninggalkan perbuatan dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya, mengembalikan hak orang yang dizalimi, bertaubat sebelum nyawa berada di tenggorokan atau matahari terbit dari arah barat. Taubat adalah kewajiban seluruh kaum beriman, bukan kewajiban orang yang baru saja berbuat dosa. Karena Allah berfirman :
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31) (lihat Syarh Ushul min Ilmil Ushul Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah, tentang pembahasan isi khutbatul hajah).
Sumber referensi: "Keutamaan Taubat", karya Ari Wahyudi SSi., di web muslim.or.id

No comments:

Post a Comment