Sunday, January 26, 2020

SHALAT DI MAKKAH ???


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dulu ketika saya masih anak-anak sempat ngaji ke seorang kyai dan sering dapat cerita tentang kesaktian orang yang disebut "Gus", yang diyakini memiliki karomah, diantaranya yakni shalat di Masjidil Haram di Makkah, ya namanya masih anak-anak jadi percaya aja, dan sering dibuat kagum oleh cerita seperti itu.
Makin dewasa kemudian jadi tahu bahwa cerita-cerita karomah orang-orang ulama itu terlalu berlebihan dan mustahil, termasuk soal shalat di Masjidil Haram.
Dalam sebuah kajian seorang ustadz menjelaskan hal ini, "Dimasyarakat sering ada cerita kesaktian seorang ulama atau sering disebut karomah diantaranya yakni dia melakukan shalat di Masjidil Haram Makkah bersamaan dengan waktu Shalat di Indonesia, ini jelas mustahil, dan jelas masuk cerita dusta, karena selisih waktu antara Indonesia dengan Arab Saudi adalah empat jam, jadi ketika seseorang shalat Jum'at atau shalat Dhuhur di Indonesia maka di Arab Saudi belum masuk shalat keduanya, disana baru masuk Shalat Jum'at dan Dhuhur ketika orang di Indonesia sudah selesai melakukan shalat ashyar, waallahua'lam.
Semoga kita mendapat pelajaran dari hal tersebut, dan semoga dijauhkan dari kisah-kisah dusta seperti ini, Aamiin."
Allah Azza Wa Jalla berfirman
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.(Annur 11).

Dokter juga ikut berdakwah


Oleh Siswo Kusyudhanto
Saya punya seorang teman Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Daerah Bacan Halmahera Selatan Maluku Utara, selama bertugas beliau selalu membawa buku-buku seukuran saku berbasis agama, seperti sifat shalat nabi, dzikir pagi petang, Tauhid, dan banyak lagi.
Buku-buku yang kecil dan ringan dibaca siapa saja itu beliau taruh di ruang perawatan pasien, sehingga baik pasien dan keluarga pasien dapat membacanya.
Dengan demikian tanpa terasa baik pasien dan keluarga yang berkunjung mendapatkan manfaat dari buku-buku tersebut.
Ujungnya para pasien dan keluarganya mendapatkan ilmu agama guna untuk diamalkan.
Pelajaran dari kisah ini adalah bahwa cara mendistribusikan ilmu agama tidak harus diatas mimbar, setiap orang punya kesempatan berdakwah sesuai kemampuan yang dimilikinya.
Semoga apa yang dilakukan oleh teman saya itu dapat menjadi oase ilmu yang menyejukkan, dan meneguhkan Islam di tanah Bacan Halmahera Selatan Maluku Utara yang dikenal banyak terjadi pemurtadan, Aamiin.
Allah Azza wa Jalla berfirman ;
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ . اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ . الَّذِي عَلَّمَ ابِالْقَلَمِ . عَلَّمَ اْلإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. [Al Alaq/96:1-5)

KRISTEN ORTODOKS SYRIA KELOMPOK NASRANI YANG PALING SUKSES MEMURTADKAN MUSLIM INDONESIA



Oleh Siswo Kusyudhanto
Di beranda besliweran posting video dengan tag "Bahaya Agama Baru Mirip dengan Islam", setelah diperhatikan ternyata video dari kelompok Kristen Ortodoks Syiria, ini bukan agama baru seperti judul video itu, kelompok ini merupakan salah satu firqoh Nasrani, dan kelompok ini sangat berbahaya, konon menurut pengakuan mereka setiap tahunnya berhasil memurtadkan tidak kurang 100 ribu orang di Indonesia saja, SubhanaAllah.
Kembali ke video itu yang memperlihatkan cara beribadah umat Kristen Ortodok yang dianggap meniru Islam, seperti cara shalat, cara berpakaian dan bacaannya mirip lantunan ayat Al-Quran. Bahkan bentuk gerejanya pun diklaim mirip masjid.
“Mengerikan. Agama baru yang meniru Islam, agama baru Kristian Ortodox dari Syiria dan Lebanon. Gerejanya seperti masjid, bila dengar bacaan mereka macam lantunan ayat Al Quran,” demikian suara dalam video itu.
Narasi berlanjut dengan mengatakan bahwa agama baru itu mengancam umat Islam.
“Takut rasanya dengan generasi muda, musibah mengintai umat Islam.”
Video itu telah dibagikan 67 ribu kali dan mendapatkan komentar 1,3 ribu kali.
Kristen Ortodoks Syiria bukan agama baru di dunia. Agama ini sudah ada sejak abad 5 Masehi, lebih tua dari agama Islam yang lahir pada abad 6 Masehi.
Akarnya dari Yerusalem yang terdiri dari para Rasul Yesus Kristus, para penginjil dan orang-orang Yahudi yang telah menjadi Kristen. Pada abad 1 Masehi, pusatnya kemudian berpindah ke kota Antiokhia, dan kemudian ke Urhoy (Eddesa) ditambah dengan orang-orang Aramia yang sudah bertobat dan bangsa-bangsa non-Yahudi yang lain. Perkembangan agama ini kerap diliputi konflik.
Abad ke-19 dan ke-20 adalah masa yang bergejolak bagi Ortodoks Syria di Timur Tengah, dan perjuangan untuk bertahan hidup menjadi semakin intens. Markas besar Patriarkat, yang berada di Antiokhia sampai 1034, di biara Mar Barsauma hingga 1293, dan di biara Der Zafaran sampai 1933, pindah ke Homs pada 1933 dan kemudian ke Damaskus pada tahun 1959.
Gereja Ortodoks Syria pada abad ke-21 memiliki hierarki yang mapan di Suriah, Lebanon, Irak, Yordania, Turki, India, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Banyak cara-cara licik yang di terapkan oleh para pendeta Kristen Ortodoks Syria ini dalam mengelabui Umat Islam di Indonesia agar mengikuti agama mereka, beberapa pendeta mereka fasih bahasa Arab karena Kitab Injil mereka juga berbahasa Arab, bahkan beberapa diantaranya mengetahui ilmu tafsir Al-Qur'an, dan ini yang digunakan untuk menipu dan menghasut Kaum Muslimin Indonesia yang kebanyakan awam akan ilmu agama Islam.
Bahkan beberapa waktu yang lalu ada teman di Maluku Utara menyampaikan kepada saya bahwa beberapa pendeta Nasrani di daerahnya membagikan Injil berbahasa Arab berupa gantungan kunci, karena tulisannya berbahasa Arab sehingga masyarakat mengiranya adalah Al-Qur'an, dan mau menerima saja pemberian si pendeta, lalu saya sampaikan bahwa itu kemungkinan adalah proyek dakwah pendeta Kristen Ortodoks Syria.
Melihat begitu masivnya gerakan dakwah pemurtadan yang mereka lakukan dan didorong kondiisi Umat Islam yang awam ilmu agama, akhirnya sampai kepada kesimpulan pentingnya ilmu pengetahuan Agama yang benar di sampaikan kepada Umat Islam, agar mereka tidak rentan oleh bujuk rayu atau hasutan kaum murtadin, selain itu juga perlu dakwah dalam bentuk santunan sosial dan ekonomi kepada Umat Islam di Indonesia. Waallahua'lam.
Semoga Allah Azza wa Jalla meneguhkan Islam diatas bumi Indonesia, Aamiin.
Sumber Referensi "Fakta atau Hoaks", Kristen Ortodoks Syria agama baru meniru Islam", tempo.co

BANYAK SEDIKITNYA WARISAN TIDAK MENENTUKAN MASA DEPAN ANAK


Dapat dari kajian Ustadz Muflih Safitra pagi ini di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru sebuah kisah yang inspiratif, ketika seorang jamaah muslimah bertanya tentang harta warisan kepada anaknya, si ibu berbeda berpendapat dengan suaminya tentang harta mereka berupa sebidang tanah, si suami berkeinginan agar tanah itu di wakafkan untuk kepentingan dakwah, sementara si istri ingin tanah itu dibuat kost-kostan yang nanti hasilnya di gunakan untuk anak-anak mereka.
Kemudian ustadz mengisahkan kisah ini,
Hisyam bin Abdul Malik dan Umar Bin Abdul Aziz sama-sama memiliki 11 anak, laki-laki dan perempuan. Hisyam bin Abdul Malik (Salah satu Khalifah di masa Umayyah) meninggalkan jatah warisan bagi anak-anak laki masing-masing mendapatkan 1 juta Dinar.
1 juta dinar (hari ini sekitar Rp 2.200.000.000.000,-) ternyata tak bisa sekadar untuk berkecukupan, bahkan menuju kefakiran. Dengan peninggalan harta melimpah itu ternyata tidak membawa kebaikan. Semua anak-anak Hisyam sepeninggalnya hidup dalam keadaan miskin, bahkan ada beberapa diantara anak-anak itu mengemis di jalan.
Berbeda dengan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang hanya mewariskan setengah dinar bagi anak-anak lelakinya (yang jika dirupiahkan hanya sekitar Rp.1.100.000) dan seperempat dinar untuk anak perempuan.
Nyatanya, yang terjadi kemudian hari anak-anak Umar bin Abdul Aziz tanpa terkecuali hidup dalam keadaan berkecukupan bahkan kaya. Salah seorang di antara mereka berinfaq fi sabilillah untuk menyiapkan kuda dan perbekalan bagi 100.000 pasukan penunggang kuda.
Pelajaran dari kisah diatas adalah bahwa mewarisi ketakwaan adalah lebih utama daripada mewariskan harta yang berlimpah, waallahua'lam.
Allah Azza Wa Jalla berfirman tentang buah dari ketakwaan:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq [65]: 2-3)
Sumber Referensi berbagai sumber.

USTADZ LINGKUNGAN SAYA BANYAK YANG AWAM, KALAU INGIN DAKWAH MULAI DARI MANA ?




Oleh Siswo Kusyudhanto
Beberapa waktu yang lalu dalam kajian Ustadz Muflih Safitra ditanya oleh salah satu jamaah "Ustadz lingkungan dimana saya tinggal orangnya kebanyakan awam kepada Dakwah Sunnah, kalau kita ingin berdakwah mulai dari mana?", lalu Ustadz Ustadz Muflih Safitra mengisahkan perjalanan dakwah beliau di Kota Balikpapan, selepas lulus dari kuliah di Arab Saudi beliau membuka kajian ilmu agama, dimulai Shirah Nabawiyah, juga kisah-kisah orang shaleh terdahulu, kisah para istri Nabi Muhammad Shalallahu alahi wa sallam dan semacamnya, jamaah kajian beliau cuma 7 orang pertama kali membuka kajian, dan rupanya kajian ini sangat menarik bagi orang-orang awam disekitarnya, sehingga kemudian seiring waktu jumlah jamaah yang hadir makin bertambah menjadi puluhan orang, bahkan setelah beberapa tahun jumlah jamaah kajian beliau selalu dihadiri ratusan orang jamaah.
Intinya nasehat beliau untuk mulai berdakwah awali dari hal yang sekiranya dapat diterima oleh masyarakat luas, ketika masyarakat sudah dapat menerima baru ke pembahasan perkara-perkara agama lainnya. Dan jangan awali berdakwah dengan materi yang sulit diterima masyarakat awam, karena hal itu justru membuat mereka lari dari kebenaran.
Semoga hal ini menjadi nasehat bagi kita semua, aamiin.
Allah Ta’ala berfirman
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (lemah lembut) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125)
Dakwah adalah perkara yang agung, hendaknya kita isi dengan kelembutan sebagaimana arahan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.” [HR. Muslim]
Memang benar dakwah juga bisa dengan ketegasan, akan tetapi hukum asalnya adalah hikmah dan lemah-lembut. Jangan sampai dakwah lebih banyak keras dan tegasnya dari pada kelembutan, terlebih di zaman ini. Apabila dakwah dilakukan dengan keras tentu manusia akan menjauh.
Allah berfiman
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap KERAS LAGI BERHATI KASAR, tentulah mereka akan MENJAUHKAN DIRI dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jug bersabda,
ﻳَﺴِّﺮُﻭﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻌَﺴِّﺮُﻭﺍ ﻭَﺑَﺸِّﺮُﻭﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻨَﻔِّﺮُﻭﺍ
“Mudahkan dan jangan mempersulit, berikan kabar gembira dan jangan membuat manusia lari” [HR. Bukhari]
Sumber Referensi "Berdakwah dengan Lemah Lembut", karya Ustadz DR. Raehanul Bahraen di web muslim.or

Saturday, January 11, 2020

KOK DI BLOCK ???




Mau share link data pemurtadan di Indonesia selalu kena block oleh pihak Facebook, padahal dengan data permurtadan saya ingin menyadarkan Umat Islam di Indonesia betapa bahayanya kaum Nasrani bagi umat ini, dan juga prihatin betapa banyaknya Umat Islam di Indonesia yang di "Nina Bobo" kan dengan jumlah yang banyak, terutama saat demo atau saat shalat Ied, padahal di banyak daerah kita akan jumpai disebuah wilayah jumlah umat Islam disana tinggal beberapa gelintir orang saja, dan sebagian sudah murtad, subhanaAllah.
Apa ini tanda-tanda Umat Islam akan lenyap dari Indonesia suatu hari?, Seperti halnya terjadi dibeberapa negara semisal Spanyol?
Waalahua'lam.
Semoga Allah Azza wa Jalla menjaga agama ini agar tetap eksis di Indonesia, Aamiin.
Dan semoga Allah Azza wa Jalla mudahkan usaha dakwah kami, Aamiin.
Foto sebuah masjid di daerah Bacan, Halmahera Selatan Maluku Utara yang nampak mulai hancur bangunannya karena kurang perhatian, hal ini disebabkan sangat sedikitnya Muslim di wilayah itu.

PERCAYALAH SHALAT ADALAH TIANG AGAMA




Oleh Siswo Kusyudhanto
Ini adalah pengalaman saya yang jika mengingatnya menjadi motivasi untuk selalu ikut serta dalam gerakan Dakwah dimanapun berada.
Suatu hari kami mengadakan bakti sosial sekaligus dakwah di sebuah daerah yang terkenal menjadi ladang subur pemurtadan, sebuah wilayah di pesisir selatan Jawa Timur, ketika kami berombongan sampai daerah itu langsung kami data masjid dan musholla yang ada disana, dan kami temukan hanya beberapa masjid dan musholla yang berfungsi sebagai tempat shalat, sisanya sudah berubah fungsi.
Ada sebuah masjid yang dimana ketika menyaksikan keadaannya bikin menguras air mata, ada sebuah masjid berukuran lumayan besar, sekitar 10x20 meter yang semula adalah masjid berubah fungsi menjadi kandang ayam, SubhanaAllah, keadaan bangunannya sudah sangat memprihatikan, dilantainya dimana-mana kotoran ayam, atapnya sudah jebol dan ketika hujan mirip air terjun saking lebar lubangnya.
Saya bilang kepada teman "kita terlambat datang", dan dia balik tanya, "kenapa terlambat?", Saya jawab "harusnya kita datang beberapa tahun yang lalu agar ada upaya menyelamatkan masjid ini."
Menurut penuturan tetua lingkungan didaerah itu berubahnya fungsi masjid disitu karena sudah tidak ada yang menggunakan untuk shalat lagi, beberapa tahun lalu ada beberapa orang yang berusia lanjut yang selalu shalat fardhu disitu, namun karena mereka satu persatu meninggal dunia dan tidak ada lagi anak muda yang mau datang ke masjid akhirnya masjid tidak terurus, hal ini diperburuk dengan banyaknya warga disana kemudian menjadi murtad, SubhanaAllah.
Ini pelajaran penting bagi kita bahwa shalat adalah benar-benar tiang agama, sejauh kita menegakkan shalat maka masih eksislah agama kita, dan sebaliknya ketika seseorang meninggalkan shalat disaat itulah agamanya mulai roboh, atau bahkan juga menempatkan dirinya kedalam kesesatan, misal menjadi murtad, semua diawali karena sudah tidak ada tiang lagi yang menegakkan agamanya.
Waalahua'lam.
Hadits Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ
“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Hadits dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu yang mengatakan:
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ : الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا. قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ : الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ.
Aku pernah bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Apakah amalan yang paling afdhal (terbaik)?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Shalat pada waktunya.”
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu mengatakan, “Lalu aku bertanya lagi, “Lalu apa?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.”
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu mengatakan lagi, “Lalu aku bertanya lagi, “Lalu apa?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allâh.
(HR. Al-Bukhâri no. 7534 dan Muslim no. 85).
Sumber Referensi ,
*"Shalat adalah tiang agama", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc. Di rumaysho.c
*"Keutamaan Shalat", Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XXI/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo.

TIDAK ADA SUNNAHNYA MENGUCAPKAN USHOLLI SEBELUM SHALAT


Oleh Siswo Kusyudhanto
Beberapa waktu yang lalu saya shalat di sebuah masjid, sebelah saya ada seseorang yang baru datang dan memulai shalat dengan ucapan "Usholli fardho .." setelah itu mengangkat tangan takbir, mungkin menurut dia kurang pas ucapan dan takbirnya, dia ulangi lagi "Usholli fardho.."kemudian mengangkat tangan takbir, dan rupanya masih juga kurang pas di hati mungkin nurut dia sampai yang ketiga mengucapkan "Usholli fardho.." dan takbir, dan Alhamdulillah rupanya sudah pas, karena tidak mengulangi lagi untuk ke empat kali.
Teringat kajian seorang ustadz soal ini, kata beliau, sejauh kami pelajari soal fikih shalat dari para Masyayikh di Kota Madinah, belum ketemu satupun hadits dhaif atau maudhu' tentang melafadzkan niat sebelum shalat, yang ada dalam sebuah hadits dimana dijelaskan para sahabat nabi melihat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam setiap shalat langsung takbir dan memulai shalatnya. Dan dalam hadits lain disebutkan bahwa dalam menegakkan shalat wajib mengikuti apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam, "Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat", waalahua'lam.
Ibnul Qayyim berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya ketika memulai shalat beliau mengucapkan الله أكبر dan tidak mengucapkan apa-apa sebelumnya. Beliau juga tidak pernah sama sekali melafalkan niat. Beliau tidak pernah mengucapkan ushallli lillah shalata kadza mustaqbilal qiblah arba’a raka’atin imaaman atau ma’muuman (saya meniatkan shalat ini untuk Allah, menghadap qiblat, empat raka’at, sebagai imam atau sebagai makmum). Beliau juga tidak pernah mengucapkan ada-an atau qadha-an juga tidak mengucapkan fardhal waqti. Ini semua adalah bid’ah. Dan sama sekali tidak ada satu pun riwayat yang memuat ucapan demikian, baik riwayat yang shahih, maupun yang dhaif, musnad, ataupun mursal.
Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
صلوا كما رأيتموني أصلي
“Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat” (HR. Bukhari 631, 5615, 6008)
Dari ‘Aisyah Radhiallahu’anha, ia berkata:
كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يستفتح الصَّلاة بالتّكبير
“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memulai shalatnya dengan takbir” (HR. Muslim, no.498)
Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhuma ia berkata:
رأيت النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – افتتح التكبير في الصلاة، فرفع يديه
“Aku melihat Nabi Shallallahu’alahi Wasallam memulai shalatnya dengan takbir, lalu mengangkat kedua tangannya” (HR. Bukhari no.738)
Sumber Referensi "Polemik Pelafadzan Niat', karya Ustadz Yulian Purnama di muslim.or

APA YANG ADA DIBENAKMU KETIKA MENDENGAR ADA ANAK HAFAL 30 JUZ JADI MURTAD ???




Oleh Siswo Kusyudhanto
Saya menangis ketika mendengar kisah ini pertama kali, yang menceritakan adalah Ustadz Syarif, beliau saat ini adalah pimpinan Pondok Pesantren Ilya Sunnah Payo Lebar, Singkut, Sarolangun Jambi. Sekedar info beliau dulu pernah sekelas dengan Ustadz Firdanda Andirja di Pondok Pesantren Jamilurrahan Yogyakarta selama beberapa tahun sebelum Ustadz Firdanda Andirja melanjutkan study beliau ke Universitas Islam Madinah.
Ustadz Syarif pertama mengisahkan perjuangan beliau di Kepulauan Seram Maluku sebelum diminta memimpin Pondok Pesantren Ilya Sunnah, beliau bertutur tentang perjuangan beliau berdakwah kepada masyarakat di Kepulauan Seram Maluku selama sekitar 7 tahun, dan alhamdulillah banyak yang kenal dengan Islam selama beliau berdakwah, hasil dakwah beliau diantaranya terbentuknya kelas-kelas bacaan Al-Quran dan juga Hafalan Al-Qur'an, beberapa anak diantaranya hafal Al-Qur'an 30 juz.
Selama beberapa lama kemudian Ustadz Syarif meninggalkan wilayah pulau Seram menuju Jambi, sekitar dua atau tiga tahun kemudian beliau mendengar kabar yang bikin beliau prihatin, sejak beliau meninggalkan wilayah Seram terjadi pemurtadan besar-besaran disana, orang-orang yang beliau kenal dulu sangat tertib datang ke masjid dan kelas-kelas bacaan Al-Quran sekarang ini sudah murtad, subhanaAllah.
Bahkan yang bikin beliau sangat sedih adalah salah satu murid kesayangannya, yang beliau bina langsung hafalan Al-Qur'an hingga hafal 30 Juz sekarang ini juga sudah murtad. Allahu Akbar!.
Sungguh kisah ini adalah salah satu yang jika mengingatkan bikin semangat mendukung gerakan dakwah dimana saja, baik itu mengumpulkan Mushaf Al-Qur'an dan menyalurka ke kelas-kelas bacaan Al-Qur'an yang tersebar diberbagai daerah juga bentuk dakwah online lewat sosial media dan banyak lagi, insyaAllah selaam umur masih ada akan terus berjuang, Allahu Akbar.
Nasehat Ustadz Armen Halim Nario Rahimahullah yang menancap dihati dan ingatan saya, "kita harus terus berdakwah menyuarakan risalah, karena kalau kita berhenti berdakwah maka ruang kosong yang kita tinggalkan akan diisi oleh para penyeru kesesatan".
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ;
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” [Ali Imran/3 : 104]
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” [An-Nahl/16 : 125]
ادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Dan serulah mereka ke (jalan) Rabbmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb.” [Al-Qashash/28 : 87]
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.” [Yusuf /12: 108]
Sumber Referensi " Kewajiban berdakwah dan keutamaannya", Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz di web almanhaj.or

Friday, January 3, 2020

Nasehat bagi para penuntut ilmu

Nasehat Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah, " Aqidah Tauhid, Adab dan Fikih adalah kesatuan, ketiganya tidak terpisahkan dalam rangka menuntut ilmu, tertinggal salah satu diantaranya maka akan membuat seseorang akan tergelincir."
Sungguh benar nasehat beliau, ada orang ilmu Aqidah Tauhid dan Fikihnya bagus, tapi gak punya adab, malah jadi fitnah untuknya, dia dicap orang gak punya adab, ada juga Fikihnya bagus, adabnya juga bagus, tapi Aqidah Tauhidnya berantakan, masih suka berbuat syirik dan bid'ah. akhirnya juga menjadi fitnah baginya dan dituduh ahlul syubhat, dan bagus adabnya tapi jahil dalam ilmu fikih akan disebut orang yang tidak berilmu karena tidak tau cara beramal ibadah yang benar, waallahua'lam.

Ayuk bantu mereka mengIslamkan kembali saudara kita yang dimurtadkan mereka



Oleh Siswo Kusyudhanto
Kemarin saya pasang status WA dimana ada foto yang menampakkan beberapa orang wanita mengaji kepada seorang ustadz yang notabene adalah seorang pria, lokasi di Bacan, Halmahera Selatan Maluku Utara.
Langsung saja ada teman bertanya apakah boleh mengaji kepada yang bukan mahram baginya?, Saya jawab, "sebenarnya idealnya ketika belajar mengaji belajar kepada orang yang sejenis kelamin dengannya, wanita belajar kepada guru wanita, dan pria belajar kepada guru pria, namun masalahnya di foto itu lokasinya di desa yang penduduk muslimnya tinggal sedikit, sementara guru yang ada cuma guru pria, sebagian besar penduduk desa itu sudah murtad, mereka dimurtadkan oleh kaum Nasrani.
Mendengar jawaban saya dia sangat kaget, "Astaghfirullah!".
Saya sendiri sedang berusaha membantu para aktivis dakwah disana dengan mengumpulkan dana untuk pengadaan Mushaf Al-Qur'an dan buku-buku guna mendukung syiar dakwah didaerah tersebut.
Untuk itu saya mohon bantuan teman-teman untuk membantu saya mewujudkannya, saya berharap kepada teman-teman yang diberikan kelonggaran rezeki harta untuk menyumbangkan sebagian miliknya, insyaallah sangat bermanfaat bagi teman-teman pendakwah di daerah tersebut.
Semoga bantuan antum semua menjadi catatan pahala disisi Allah Azza wa Jalla Aamiin.
Kalau kita Umat Islam tidak peduli terhadap keadaan ini, terus siapa yang harus peduli?.
Bagi teman-teman yang ingin menyumbang silahkan salurkan ke rekening dibawah ini,
Rekening Bank Syariah Mandiri
Atas nama Siswo Kusyudhanto
nomer 7114465962
Untuk konfirmasi ke nomer WA 081378517454
Insyaallah ketika sumbangan terkirim saya akan berikan laporan, baik resi dan jumlah yang terkumpul, agar menghindari fitnah dikemudian hari, syukron

Jawaban penting dari pertanyaan "Dimana Allah?".


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ada teman bertanya "bagaimana cara tau ini kajian benar atau tidak?", Saya jawab, "tanya Ustadz yang isi kajian dimana Allah?, Kalau dia jawab dimana-mana, segera tinggalkan." Karena Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam membebaskan budak ketika menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban Allah diatas langit, artinya Aqidah si budak benar dan lurus, waallahua'lam.
Jawaban pertanyaan ini sangat jelas dalam sebuah hadits di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seorang budak,
أَيْنَ اللَّهُ
“Di manakah Allah?”
Lalu budak tersebut menjawab,
فِى السَّمَاءِ
“Di atas langit”
Perhatikan teks lengkap haditsnya berikut,
ﻋَﻦْ ﻣُﻌَﺎﻭِﻳَﺔَ ﺑْﻦِ ﺍْﻟﺤَﻜَﻢِ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻤَّﺎ ﺟَﺎﺀَ ﺑِﺘِﻠْﻚَ ﺍْﻟﺠَﺎﺭِﻳَﺔِ ﺍﻟﺴَّﻮْﺩَﺍﺀَ ﻗﺎَﻝَ ﻟَﻬَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﺃَﻧَﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺃَﻧْﺖَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻋْﺘِﻘْﻬَﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٌ
“Dari Mu’awiyah bin al-Hakam bahwasanya dia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seorang budak wanita hitam. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya pada budak wanita tersebut: ’Di mana Allah?’ Budak itu menjawab, ’Di atas langit’. Rasul bertanya lagi, ’Siapakah aku?’ Budak itu menjawab, ’Engkau adalah utusan Allah’. Maka Rasul berkata: ’Merdekakanlah ia karena ia adalah mukminah (wanita beriman)’”.
(HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, An- Nasaai, Malik).
Sumber Referensi "Menjawab pertanyaan dimana Allah?", Karya Dr. Raehanul Bahraen di web Muslim.or

Dakwah itu dengan kasih sayang


Oleh Siswo Kusyudhanto
Salah satu kelas bacaan Al-Qur'an yang saya ikut membantu sebagian Mushaf Al-Qur'an nya dengan bantuan para donatur yakni Kelas bacaan Al-Qur'an Masjid Amrullah TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, dan Alhamdulillah banyak anggota TNI dan masyarakat sekitar yang ikut kelas bacaan Al-Qur'an ini.
Semoga bacaan mereka juga menjadi pahala bagi para donatur Mushaf Al-Qur'an Aamiin.
Lihat orang baca Al-Qur'an saja sudah adem, apalagi yang baca adalah anggota TNI, makin adem.
Seharusnya begini berdakwah, bukan malah diteriaki thogut2, habis itu stress terus bikin bom bunuh diri.
Dakwah adalah ajakan, tentu dalam ajakan mustahil didasarkan dengan kebencian, kata seorang ustadz dakwah adalah menyelamatkan, jadi bagaimana menyelamatkan dengan dasar benci?, Dakwah yang benar adalah didasarkan kasih sayang, waalahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman menyebutkan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam,
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Sungguh, kamu mempunyai akhlak yang agung” [Al-Qalam : 4]
Allah juga menjelaskan bahwa beliau adalah orang yang ramah dan lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]
Allah juga menjelaskan bahwa beliau adalah orang yang penyayang dan memiliki rasa belas kasih terhadap orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, yang berat memikirkan penderitaanmu, sangat menginginkan kamu (beriman dan selamat), amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min” [At-Taubah : 128]
Sumber Referensi "-berkasih sayang dan lemah lembut", karya Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr di web almamhaj.or

NIAT BAIK SAJA TIDAK CUKUP UNTUK BERAMAL


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ada teman bertanya soal ada pedagang kaki lima yang berjualan sekaligus bersedekah dengan cara menjual barangnya tapi untuk pembayarannya terserah yang beli, seikhlasnya saja. Sekilas perbuatan ini terlihat baik dan mulianya si pedagang kaki lima, namun dari tinjau dari ilmu apa yang dilakukannya kurang benar.
Lalu saya katakan bahwa jual beli seperti ini seingat saya tidak boleh dalam Islam, karena masuk jual beli ghoror, menjual sesuatu dengan nilai yang tidak pasti dapatnya.
Kalau mau sedekah harusnya dia jual sewajarnya, jual dengan harga yang pasti, kemudian keuntungan dari penjualannya disisihkan sebagian untuk sedekah, insyaallah ini lebih benar.
Untuk lebih lengkapnya tentang ghoror silahkan buka link dibawah ini.
(https://almanhaj.or.id/2649-jual-beli-gharar.html)
Jadi makin memahami pentingnya ilmu dalam beramal, terutama soal jual beli dan bisnis, dengan ilmu Muamalah yang cukup insyaallah kita jadi tau mana jual beli yang dihalalkan dalam Islam dan mana jual beli yang termasuk diharamkan dalam Islam.
Langsung teringat pembahasan ini dengan Ustadz Erwandi Tarmizi, dalam kajian beliau tentang pentingnya ilmu muamalah sebelum kita berbisnis, beliau mengisahkan dulu di jaman para sahabat Nabi, seseorang boleh melakukan jual beli di pasar setelah pelakunya paham akan ilmu muamalah, sebelum berilmu dilarang berjualan di pasar.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Setiap orang yang Allah menghendaki kebaikan padanya pasti akan diberi kepahaman dalam masalah agama. Sedangkan orang yang tidak diberikan kepahaman dalam agama, tentu Allah tidak menginginkan kebaikan dan bagusnya agama pada dirinya.”[6] Ini berarti jika ingin diberi kebaikan dan keberkahan dalam berdagang, kuasailah berbagai hal yang berkaitan dengan hukum dagang.
Oleh karena itu, Umar bin Khottob pernah memperingatkan orang-orang yang tidak paham prinsip muamalah untuk tidak berdagang di pasar. ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata,
لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا .
“Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”
(Lihat Mughnil Muhtaj, 6/310)
Sumber Referensi "Berilmu sebelum berdagang", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc. Di web Rumaysho.c

Dzikir yang tertinggi adalah disertai dengan cinta


Oleh Siswo Kusyudhanto
Di beranda lewat post "kalau cinta Allah ketik ya dan jika tidak cinta Allah ketik tidak", langsung teringat kajian seorang ustadz, dalam kajian itu beliau mengatakan, " Banyak orang mengaku mencintai Allah Azza wa Jalla, namun sangat sedikit yang menyebutkan namaNya, kalau benar-benar cinta harusnya setiap waktu selalu mengingatNya, bahkan ketika mata akan terpejam menuju tidur yang diingatnya adalah nama Allah Azza wa Jalla, demikian juga ketika di pagi hari ketika mata terbuka yang disebut pertama kali adalah nama Allah Azza wa Jalla. Itulah doa dan dzikir, selalu menyertai orang-orang yang beriman yang mencintai Rabnya.
Dan kata para ulama dzikir dan doa yang paling tinggi derajatnya adalah ketika mereka melafazkan asma Allah Azza wa Jalla disertai dengan cinta, bukan hanya suara dan bibir saja dalam berdzikir, namun juga disertai cinta dari sanubari, dan saya pernah jumpai orang seperti ini, dia berdzikir pelan dan tak terasa menetes air mata membasahi pipinya ketika berdzikir, orang berdzikir dengan cinta akan setiap waktu berdzikir, dan hal ini akan menjauhkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Azza wa Jalla, karena dia merasa diawasi oleh yang dicintainya, waalahua'lam."
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا، عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِعْطَاءِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ، فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ ” قَالُوا: بَلَى. قَالَ: «ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى»
Dari Abu ad-Darda` beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Maukah kalian aku beritahu amalan terbaik, tersuci kalian disisi Allâh dan paling tinggi dalam derajat kalian serta lebih baik bagi kalian dari diberi emas dan perak dan lebih baik dari berjumpa musuh kalian lalu kalian penggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian? Mereka menjawab, ‘Ya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Dzikir kepada Allâh.
TAKHRIJ
Hadits yang mulia ini dikeluarkan oleh Imam Mâlik dalam al-Muwatha` no. 524, Ahmad dalam Musnadnya no. 21702 , at-Tirmidzi dalam Sunannya no. 3377, Ibnu Mâjah dalam sunannya no. 3790, al-Hâkim dalam al-Mustadrak no.1825 dan ath-Thabrâni dalam kitab ad-Do’a no.1872. Hadits ini dishahihkan al-Albâni rahimahullah dalam Shahîh al-Jâmi no. 2629, Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb no. 1493, Shahîh Sunan at-Tirmidzi dan Shahîh Sunan Ibnu Mâjah. Syaikh Syu’aib al-Arnâ’uth rahimahullah menyatakan bahwa hadits ini Sanadnya Shahîh dalam tahqiq beliau terhadap Musnad Imam Ahmad.
Sumber Referensi "Dzikir amalan terbaik dan tersuci", di web almanhaj.or

Amerika Serikat menghalalkan riba, zina dan alkohol tapi mengharamkan MLM


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sore-sore ditawari seseorang untuk ikut sebuah bisnis yang menjual berbagai produk, setelah ngobrol panjang lebar saya tanya soal sistem penghasilannya, lalu dia jelaskan sistem bonus perekrutannya, SubhanaAllah, langsung tau itu jelas MLM atau Multi Level Marketing, seketika saya menolak tawaran tersebut dengan alasan sibuk urusan yang lain sehingga tidak mungkin terjun ke bisnis tersebut.
Dalam sebuah kajian Ustadz Erwandi Tarmizi menjelaskan "Antum lihat di Amerika Serikat, pemerintah disana menghalalkan riba , menghalalkan zina dan menghalalkan alkohol , tapi mereka mengharamkan MLM, tau kenapa?, sebabnya karena kita tau sendiri sistem MLM menimbulkan banyak masalah di beberapa negara karena sistem bonus menggunakan sistem pyramid atau Ponzinya, dimana member pertama menzalimi member setelahnya, ketika sudah banyak merekrut member ternyata mereka tidak mendapatkan janji yang disampaikan kepada mereka, akhirnya mereka demo dan berbuat anarkis dan ini menjadi masalah keamanan bagi pemerintah Amerika Serikat.
Seperti dijelaskan dalam banyak penelitian disebut hanya 6 persen yang menikmati bisnis dengan MLM ini, dan sisanya adalah korbannya, hal ini menunjukkan bahwa terjadi perbuatan saling menzalimi dalam mendapatkan rizki, dan ini adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam, waalahua'lam."
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil” [an-Nisa/2 : 29]