Monday, April 17, 2017

Amalan bid'ah bikin umat bangkrut.


Tadi siang saya mengantar teman saya yang jamaah pengembara ke markaz mereka, dan sesampai disana saya kaget sekaligus prihatin melihat keadaan markaz mereka. Masjid markaz jamaah pengembara yang sudah dicanangkan 5 tahun yang lalu tidak banyak perubahan, nurut saya lebih mirip gudang daripada sebuah masjid, bangunan itu berukuran kira2 15 meter x 20 meter, atapnya hanya kayu yang disusun sedemikian rupa dan ditutup dengan seng, dan siapapun yang belum tau mungkin tidak akan tau bahwa itu adalah masjid karena bentuk bangunannya sangat sederhana, padahal kata teman kalau ada acara disitu banyak mobil milik jamah pengembara memenuhi lapangan kecil didepannya, artinya diantara mereka banyak yang secara ekonomi mampu, kenapa bikin masjid sekecil ini saja tidak mampu?.
Mungkin jawabannya ada dalam percakapan dengan salah satu teman jamaah pengembara beberapa waktu yang lalu, dia mengatakan, "enak ya kalian jamaahnya banyak orang kaya sehingga bikin masjid senilai puluhan miliar mampu, sedang kami kami bikin masjid kecil satu saja dari dulu gak jadi2, atau mungkin ada bantuan dari Arab Saudi?", saya jawab," maaf teman, gak ada namanya bantuan dari Arab Saudi, semua dana dari jamaah sendiri, dan ada pembukuannya silahkan lihat ke panitia pembangunan masjid kami. Penyebab utamanya mungkin karena jamaah kami tidak terlibat dalam amalan2 bid'ah yang secara ekonomi mahal, kami tidak mengamalkan tahlil kematian, kami tidak merayakan maulid nabi, kami tidak merayakan isra mi'raj, kami tidak pernah bikin istighosah, kami tidak pernah mengadakan shalawat berjamaah dan seterusnya. Coba bandingkan dengan kalian, kalau misal pergi khuruj ke India, Pakistan dan Bangladesh butuh dana berapa?", teman saya menjawab,"untuk satu orang butuh dana kesana sekitar 9 juta". Lalu saya suruh dia menghitung "kalau 100 orang pergi ke sana berapa duit totalnya?", sejenak dia berhitung, " 900 juta" menjawab, saya berkata, "kalau itu dilakukan dilakukan terus menerus selama 10 tahun berapa?", dia menjawab," 9 milyar", lalu berkata," cukup khan untuk dan masjid sekecil itu?", teman saya terdiam dan pembicaraan kami selesai sore itu.
Beberapa hari kemudian saya bertemu dengan seorang bapak yang ikut bersama rombongan jamaah pengembara, beliau bercerita tentang semangatnya berdakwah, juga dia menceritakan besar nya dan yang dikeluarkan untuk pergi berdakwah, kadang satu rombongan dakwah itu semua kebutuhan nya dia tanggung sampai kepada kebutuhan keluarga yang ditinggalkan, maklum dia salah satu bos sawit di Riau.
Dari rangkaian semua cerita dan keadaan di markaz mereka baru saya paham kenapa hanya untuk membangun sebuah masjid kecil saja mereka kesulitan karena dana mereka sudah habis duluan untuk pergi kesana kemari, kalau di kumpulkan semua dana untuk pergi kesana kemari pertahun mungkin mencapai milyaran rupiah, dan itu amalan yang tidak ada perintah nya sama sekali, tidak pernah diamalkan para ulama besar Ahlu Sunnah seperti para imam madhzab sekalipun, subhanaallah.
Semoga Allah Azza Wajalla memberikan hidayah Nya kepada kita semua, aamiin.
Allâh berfirman :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ
Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi !” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar (Qs al-Baqarah/2:11-12).

No comments:

Post a Comment