Sunday, February 26, 2017

Lelaki sejati mudah meminta maaf.


Banyak diantara kita mungkin sulit meminta maaf ketika terjadi kita berbuat kesalahan, ketahuilah bahwa yang membuat demikian adalah sikap sombong, merasa lebih tinggi dari orang lain, padahal sejatinya ketika manusia berbuat kesalahan adalah wajar asal dia berusaha memperbaikinya, salah satunya adalah dengan meminta maaf kepada orang yang kita rugikan atas perbuatan itu.
Mungkin banyak diantara banyak orang peran seorang lelaki kepala keluarga sulit meminta maaf kepada istri dan anaknya ketika dia berbuat salah, disebabkan ada rasa lebih tinggi dan paling tinggi posisinya didalam keluarga. Padahal adalah sebuah kewajaran seorang kepala keluarga melakukan kesalahan, dan adalah hal mulia ketika dia meminta maaf kepada anak dan istrinya ketika meminta maaf. Sebagian lelaki kepala keluarga mungkin akan berdalih jika dirinya meminta maaf kepada anak dan istrinya maka harga dirinya akan " jatuh dan tercecer kemana-mana", anggapan ini sangatlah tidak benar, ungkapan seperti itu semata-mata hanya sebagai dalih pembenar atas egonya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, di antara sifat manusia ialah banyak berbuat dosa dan kesalahan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Semua anak Adam banyak berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang-orang yang banyak berbuat kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat”. []HR at-Tirmidzi no. 2499, Ibnu Majah, Ahmad, ad-Darimi. Dihasankan oleh Syaikh Nashiruddin al-Albâni.]
Dengan keberadaan manusia yang memiliki sifat berbuat dosa, maka sesungguhnya terdapat hikmah yang besar. Yaitu ia akan mengakui dosanya dan kerendahannya di hadapan Allah. Manusia akan bertaubat dan beristighfar dengan merendahkan diri di hadapan-Nya.
dikutip dr Ustadz Abdullah Zein MA.

Hati-hati mengambil aplikasi dari playstore!



Di imbox saya ada teman bertanya tentang kebenaran anjuran membaca Surat Yasin untuk orang mati di Tafsir Ibnu Katsir yang diambilnya dari playstore, jelas ini agak menyimpang dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir aslinya, karena dalam kitab aslinya tidak ada disebut anjuran demikian.
Ustadz Yazid bin Abdul Qodir dalam sebuah kajian beliau menyebut hadist anjuran membaca Surat Yasin didasari hadist lemah yang tidak cukup menjadi dasar untuk beramal.
Hadist yang dimaksud adalah.

مَنْ قَرَأَ يَس فِيْ لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ فَاقْرَؤُوْهَا عِنْدَ مَوْتَاكُمْ.
“Barangsiapa membaca surat Yaasiin karena mencari keridhaan Allah Ta’ala, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu. Oleh karena itu, bacakanlah surat itu untuk orang yang akan mati di antara kalian.”
[HR. Al-Baihaqi dalam kitabnya, Syu’abul Iman]
Keterangan: HADITS INI (ضَعِيْفٌ) LEMAH
Lihat Dha’if Jami’ush Shaghir (no. 5785) dan Misykatul Mashaabih (no. 2178)
Maka saya ingatkan teman2 agar berhati-hati mengambil aplikasi dari playstore, atau sedapat mungkin membeli kitab tafsir aslinya dari penerbit yang terpercaya, insyaAllah itu menjaga kita dari salah dalam memahami syariat agama.

Buku"Ensiklopedia Bid’ah" Penulis Hammud bin Abdullah al-Mathar


Hudzaifah Ibnu al-Yaman, seorang sahabat yang dikenal sebagai penjaga rahasia Nabi a pernah berkata, di saat kebanyakan manusia bertanya kepada Rasulullah a tentang kebaikan, aku justru bertanya kepadanya tentang keburukan, karena aku takut akan terperosok ke dalamnya.
Setelah kepergiannya, kita melihat banyak manusia terperosok ke jurang kesesatan, karena mereka hanya belajar tentang pintu-pintu kebajikan semata, namun melupakan pengetahuan tentang jurang-jurang kesesatan. Lalu bagaimana dengan bid’ah yang keberadaannya bagaikan hembusan angin yang tidak tersekat oleh ruang dan waktu?
Perbuatan ini lebih disenangi oleh setan daripada perbuatan maksiat dan dosa-dosa besar. Karena pelaku maksiat sangat mungkin untuk bertaubat, dan mengetahui bahwa itu adalah perbuatan dosa.
Adapun pelaku bid’ah, ia telah terkecoh dengan banyaknya manusia yang melakukan bid’ah tersebut, sehingga ia beranggapan bahwa perbuatan itu adalah suatu kebenaran.
Buku ini menjelaskan tentang seluk-beluk berbagai macam bid’ah yang terjadi di berbagai penjuru bumi. Dikemas dalam bentuk tanya jawab sehingga seolah pembaca berdialog dengan seorang guru.
Harga buku 95 ribu, harga belum termasuk ongkos kirim, bagi teman yang berminat silahkan inbox atau hubungi WA 081378517454, semoga menjadi info manfaat, syukron.

Ini sebab kenapa orang yang suka amalan bid'ah dan kesyirikan sangat membenci Syaikh Muhammad Abdul Wahhab, dan sebab munculnya fitnah wahabi.


---------------------------------------------------------------------------------
Pemandangan makam Baqi' sebelum kota suci Madinah dikuasai oleh pemerintahan raja Su'ud.
.
Tampak pada foto ini kubah megah dan bangunan-bangunan di atas makam. .
Barulah ketika Raja Su'ud menguasai negeri hijaz, dengan bimbingan seorang ulama besar Syaikh Muhammad bin Abdulwahab -rahimahumallah- kubah-kubah di pemakaman baqi' dihancurkan. .
Untuk menjalankan perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika berpesan kepada sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu,
.
أَنْ لاَ تَدَعْ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرَفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ
.
“Jangan kamu membiarkan ada gambar kecuali kamu hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya.” (HR. Muslim no. 969)
.
Kesyirikan dan kebid'ahanpun redam. Cahaya tauhid dan sunah bersinar terang di negeri hijaz dan wilayah kerajaan Saudi Arabia lainnya..
.
Kemudian tibalah masa kemakmuran dan kesejahteraan untuk penduduk kerajaan Saudi Arabia sampai saat ini..
.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A'rof 96).
.
Semoga Allah menjaga negeri tauhid ini, dan juga tanah air kita Indonesia, serta seluruh negeri kaum muslimin.
.
Mahasiswa Madinah di Al Madinah Al Munawwarah, Al Madinah, Saudi Arabia

Bagi yang sering bilang Allah ada dimana-mana mohon dibaca.


Baca sebuah post yang menyebut seorang habib yang menyatakan mengeluarkan AA.Gym dari paham Ahlu Sunnah karena menyatakan Allah beristiwa' diatas arsy, ini sungguh memprihatinkan karena pernyataan itu sama halnya mengeluarkan hampir semua ulama Ahlu Sunnah keluar dari paham Ahlu Sunnah, karena apa yang dipahami AA.Gym juga dipahami para ulama besar Ahlu Sunnah seperti para imam madhzab, subhanaAllah.
Imam Maliki :,"mempertanyakan makna istiwa'(bersemayamnya) Allah adalah bentuk kebid'ahan ".
Ketika Imam Malik (wafat th. 179 H) rahimahullah ditanya tentang istiwa’ Allah, maka beliau menjawab:
َاْلإِسْتِوَاءُ غَيْرُ مَجْهُوْلٍ، وَالْكَيْفُ غَيْرُ مَعْقُوْلٍ، وَاْلإِيْمَانُ بِهِ وَاجِبٌ، وَالسُّؤَالُ عَنْهُ بِدْعَةٌ، وَمَا أَرَاكَ إِلاَّ ضَالاًّ.
“Istiwa’-nya Allah ma’lum (sudah diketahui maknanya), dan kaifiyatnya tidak dapat dicapai nalar (tidak diketahui), dan beriman kepadanya wajib, bertanya tentang hal tersebut adalah perkara bid’ah, dan aku tidak melihatmu kecuali da-lam kesesatan.”
Kemudian Imam Malik rahimahullah menyuruh orang tersebut pergi dari majelisnya.
Lihat Syarhus Sunnah lil Imaam al-Baghawi (I/171), Mukhtasharul ‘Uluw lil Imaam adz-Dzahabi (hal. 141), cet. Al-Maktab al-Islami, tahqiq Syaikh al-Albani.
Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ
“Lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” [Al-A’raaf: 54]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “…Pandangan yang kami ikuti berkenaan dengan masalah ini adalah pandangan Salafush Shalih seperti Imam Malik, al-Auza’i, ats-Tsauri, al-Laits bin Sa’ad, Imam asy-Syafi’i, Imam Ahmad, Ishaq bin Rahawaih dan Imam-Imam lainnya sejak dahulu hingga sekarang, yaitu mem-biarkannya seperti apa adanya, tanpa takyif (mempersoalkan kaifiyahnya/hakikatnya), tanpa tasybih (penyerupaan) dan tanpa ta’thil (penolakan). Dan setiap makna zhahir yang terlintas pada benak orang yang menganut faham musyabbihah (menyerupakan Allah dengan makhluk), maka makna tersebut sangat jauh dari Allah, karena tidak ada sesuatu pun dari ciptaan Allah yang menyerupai-Nya. Seperti yang difirmankan-Nya:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
‘Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.’ [Asy-Syuuraa: 11]
Tetapi persoalannya adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh para Imam, di antaranya adalah Nu’aim bin Hammad al-Khuza’i -guru Imam al-Bukhari-, ia mengatakan: ‘Barangsiapa yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, maka ia kafir. Dan barangsiapa yang mengingkari sifat yang telah Allah berikan untuk Diri-Nya sendiri, berarti ia juga telah kafir.’ Tidaklah apa-apa yang telah disifatkan Allah bagi Diri-Nya sendiri dan oleh Rasul-Nya merupakan suatu bentuk penyerupaan. Barangsiapa yang menetapkan bagi Allah Azza wa Jalla setiap apa yang disebutkan pada ayat-ayat Al-Qur-an yang jelas dan hadits-hadits yang shahih, dengan pengertian yang sesuai dengan kebesaran Allah, serta menafikan segala kekurangan dari Diri-Nya, berarti ia telah me-nempuh jalan hidayah (petunjuk).”
Referensi dr almanhaj.or.id, " Makna Istiwanya Allah di arsy", karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas.

Ustadz sedang berkuda




MasyaAllah, Ustadz Syafiq Reza Basalamah menyempatkan berkuda ketika berada di Ponpes Ibnu Katsir pimpinan Ustadz Abu Zubair Haawary, jl.Belidang, Rumbai Pekanbaru. Sesaat sebelum mengisi tabligh Akbar di Masjid Ma'had Ibnu Katsir.
Dilingkungan ponpes ada peternakan kuda dan setiap kali ada ustadz yang mengisi kajian disini diberikan kesempatan untuk mencoba sensasi salah satu olahraga yang disebutkan didalam hadist.
MasyaAllah.
Yuk budayakan olahraga yang disarankan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam ini.

Harusnya Indonesia yang memberi bantuan kepada Arab Saudi.


Beberapa hari ini di hampir semua sosial media, juga media lain seperti koran dan televisi memuat kekaguman dan harapan besar yang tertuju dari rencana investasi Raja Salman di Indonesia, yang konon mencapai 7 milyar dollar. Banyak ahli ekonomi memperkirakan investasi ini dapat membantu ekonomi Indonesia yang sedang stagnan untuk bangkit lagi, semoga ini memang benar terjadi, aamiin.
Sebenarnya kalau melihat secara obyektif kedua negara, sejujurnya harus Indonesia yang memberi bantuan kepada Arab Saudi. Kenapa?, lihat saja sumber daya alam kedua negara ini sangat jauh berbeda, di Indonesia sumber dayanya sangat kaya baik didalam tanah berupa hasil pertambangan mulai batu bara, minyak bumi, timah, bahkan emas, demikian juga sumber daya alam diatas tanah, mulai kebun sawit, kebun kopi, kebun teh, kebun karet dst. Bandingkan dengan sumber daya Arab Saudi yang didalam tanah sumber daya yang terkandung hanya minyak, apalagi sumber daya alam diatas tanah sangatlah miskin, mungkin hanya kebun kurma yang ada disana yang terlihat dalam jumlah besar, saking begitu tandus tanahnya mungkin menanam pohon singkong adalah hal yang mustahil dilakukan.
Kalau ditanya kenapa kok bisa begitu?, jawabanmya mungkin karena Indonesia sistem ekonominya yang kental dengan sistem ribawi, terlihat dari akibat sistem riba ini adalah selalu adanya ancaman inflasi setiap saat, bahkan Badan Statistik Nasional sampai merasa perlu melaporkan inflasi yang terjadi di Indonesia setiap bulan ditiap provinsi. Sementara di Arab Saudi sistem ekonominya sangat sedikit mengandung sistem riba. Seperti dituturkan Ustadz Erwandi Tarmidzi, "kenapa ekonomi Arab Saudi begitu kuat meskipun dari sumber daya alamnya sangat miskin, faktor utamanya yakni mereka menjauhi sistem ekonomi ribawi dalam muamalah(transaksi) sehari-hari. Mata uangnya juga menggunakan emas berupa dinar yang nilainya cenderung stabil sepanjang masa sehingga sangat kecil terkena dampak inflasi. Sebaliknya dinegri ini meskipun kaya raya dalam sumber daya alamnya namun karena beberapa faktor membuat ekonominya terpuruk, selain faktor manusianya yang banyak melakukan korupsi, faktor utamanya yakni sistem ekonominya kental dengan sistem riba yang pada akhirnya ekonominya sulit berkembang. Maka perlu usaha menasehati pemimpin negri ini terus menerus agar meninggalkan sistem ekonomi ribawi dan menggunakan sistem ekonomi syariah, karena hanya dengan sistem ekonomi syariah yang mampu mensejahterakan umat manusia tampa akibat-akibat buruk kepada kehidupan manusia."
Sungguh benar Allah dan RasulNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” [al-Baqarah/2 : 275]

Kenapa fanatik berlebihan dilarang?


"Kenapa ghuluw dilarang secara syariat?, karena ghuluw, berlebihan dalam agama dapat membuat seseorang makin baik amal ibadahnya sekaligus dapat menjadi seseorang makin buruk. Semisal seseorang jamaah yang semula jauh dari amal ibadah, suka bermaksiat tiba-tiba kemudian fanatik pada satu orang ustadz, kyai, habib atau ulama. Jamaah ini mengikuti semua nasehat orang yang difanatiki, dia memperbagus amal ibadahnya berdasarkan nasehat itu. Pada suatu ketika orang yang diikuti melakukan kesalahan dan dimata si jamaah itu ini perbuatan buruk, maka si jamaah akan kembali ke asalnya yakni menjadi buruk agamanya. Dapat juga akibat fanatik berlebihan ketika orang yang diikuti memfatwakan sesat maka kesesatan itulah yang diikutinya, menjerumuskan dalam kesalahan berjamaah. Maka jauhi berlebihan dalam agama ini, itu menjaga kita agar istiqomah dalam amal ibadah."

 Dikutip dr Ustadz Maududi Abdullah Lc. Dan Ustadz Armen Halim Naro Lc Rahimahullah.

"Saya juga belum pasti masuk surga".




 Pagi ini dalam tabligh akbar yang dibawakan materinya oleh Ustadz Syafiq Reza Basalamah dalam seluruh rangkaian acaranya ada moment dimana para jamaah kajian tiba2 menangis kesenggukan, termasuk saya.
Seperti banyak kajian beliau selalu diwarnai senyum dan tawa, karena kadang nasehatnya menggelitik dan mengena di hati, namun pagi ini ketika sesi pertanyaan ada moment dimana jamaah yang hadir dibikin nangis.
ketika Pak saiful membacakan sebuah pernyataan yang disampaikan kepada Ustadz Syafiq Reza Basalamah, bunyinya, " ustadz mohon lihat baik-baik wajah para jamaah yang hadir disini, jika ustadz nanti berada dipintu surga tolong cari wajah-wajah kami ini dan ajak kami untuk masuk kedalam surga ya ustadz", pernyataan dari salah satu jamaah ini sempat ditertawakan sesaat, namun tiba2 ustadz Syafiq tiba-tiba matanya berkaca-kaca menahan tangis lalu beliau berkata tebata-bata, " maaf saudara sekalian jangan membesarkan saya sedemikian rupa, sejatinya saya adalah orang yang banyak dosa dan itu tidak terlihat oleh anda semua.Jangan dikira orang yang seorang disebut ustadz sudah pasti didepan pintu surga. Justru kelak penghuni neraka pertama adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya dikarenakan ada sikap riya' pada dirinya. Kelak orang yang hebat dalam agama adalah korek apinya neraka. Ibnu Jauzi salah satu ulama besar dijamannya, sangat terkenal sehingga kajiannya selalu dihadiri ribuan orang, dalam sebuah salah satu kajiannya yang dihadiri ribuan orang pernah melakukan dialog hati, dia berkata dalam hati, "wahai Ibnu jauzi apakah yang terjadi jika semua orang yang hadir dikajian ini masuk surga sementara dirimu justru masuk neraka." Oleh karenanya jangan meninggikan saya berlebihan, saya dan anda semua adalah sama, yakni sama2 sedang berusaha meraih surga. Semoga Allah merahmati kita semua dan semoga Allah menutupi dosa-dosa saya''.

MasyaAllah, nasehat yang dalam menyentuh kalbu, dan bikin air mata berlinang. Jazakallahu khairan ustadz.

Masihkah mau berdemo?


Di inbox saya ada pertanyaan teman tentang demo, dan saya sebutkan sesuai yang saya dapat dari para ustadz dan syaikh bahwa tidak ada sunnahnya amalan demo ini. Dan seperti halnya amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah ataupun para sahabat yakni tertolak, atau lebih tepat adalah"sia-sia". Bukti nyata adalah apa yang terjadi di Jakarta dalam rentang waktu antara Bulan Desember 2016 sampai Februari 2017.
Saya masih ingat diakhir bulan November dan awal Desember sempat posting tentang hukumnya demo ini, materinya saya ambil dari materi kajian ustadz dan syaikh, juga posting himbauan kepada teman2 agar tidak ikut serta dalam serangkaian demo itu, justru gara-gara posting itu saya panen caci maki dan tuduhan tidak punya semangat membela agama ini, astaghfirulloh.
Qodarulllah hasil pemilihan DKI Jakarta mungkin merupakan jawaban dari Allah atas perkara ini, hasil pemilihan itu merupakan anti klimaks dari semua rangkaian beberapa kali demo besar-besaran yang menguras tenaga dan dana besar. Hasil pemilihan di DKI putaran pertama menyatakan sekitar 40% suara atau sekitar 2,6 juta orang dari jumlah DPT DKI Jakarta sejumlah 6,5 juta orang, memilih Mr.Hoax, padahal nurut survey katadata.co th.2014 jumlah orang non muslim di jakarta sekitar 1 jutaan saja, dan dari jumlah itu yang masuk DPT hanya sebagian saja. Artinya sekita 1,5 juta pemilih Mr.Hoax adalah orang yang beragama Islam, dan artinya mereka adalah orang yang MUNAFIK karena mengingkari dan mendustakan perintah Allah Azza Wajalla dalam Al Maidah 51, agar tidak memilih orang kafir sebagai pemimpin, SubhanaAllah.
Maka melihat kenyataan ini lebih baik kita kembali kepada amalan sunnah dalam menegakkan agama ini, mempercayai janji Allah Azza Wajalla dalam An Nur 55, dimana Allah janjikan kejayaan bagi umat muslim akan datang dengan sendirinya ketika amal shaleh telah ditegakkan, dan ketika aqidah tauhid telah ditegakkan, janji Allah adalah pasti. Dan dalam beramal shaleh dan menegakkan aqidah tauhid perlu ilmunya, maka mencari ilmu syar'i, memahami dan mengamalkan dalam kehidupan kita, jika mampu dakwahkan adalah cara yang benar dalam usaha membela agama ini, dan yang jelas mengikuti amalan Sunnah bukanlah kesia-siaan/tertolak, waallahua'lam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Tuesday, February 21, 2017

Buku MENGHIDUPKAN SUNNAH-SUNNAH YANG TERLUPAKAN, Haifa binti Abdullah ar-Rasyid,


Dari Pustaka Imam asy-Syafi’i
Sunnah Rasulullah yang kian terasing di masa ini membuat kita mengelus dada, mengeluh atau meratap bukanlah solusi terbaik yang harus diambil. Lalu apa yang semestinya kita perbuat? Mari bersatu padu menggalakkan sunnah di setiap penjuru! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
((من أحيا سنة من سنتي فعمل بها الناس، كان له مثل أجر من عمل بها، لا ينقص من أجورهم شيئاً))
“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Ibnu Majah,no. 209)
Dari hadits ini dipetik faidah bahwa ia mendapatkan dua keutamaan sekaligus, yakni mengamalkan sunnah dan ia menampakkan sunnah di tengah-tengah manusia. Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin memberikan motivasi,“Sesungguhnya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika semakin dilupakan, maka (keutamaan) mengamalkannya pun semakan kuat (besar), karena (orang yang mengamalkannya) akan mendapatkan keutamaan mengamalkan (sunnah itu sendiri) dan (keutamaan) menyebarkan (menghidupkan) sunnah dikalangan manusia.” (muslim.or.id/3316)
Harga buku 60 ribu, harga belum termasuk ongkos kirim, bagi teman yang berminat silahkan inbox, atau hubungi WA 081378517454, semoga menjadi info manfaat, syukron.

Sunday, February 19, 2017

Agama ini tidak perlu dikoreksi karena telah sempurna.


Dalam sebuah sesi debat Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas mengatakan, "Allah Azza Wajalla telah menyebutkan bahwa agama ini telah sempurna, sehingga tidak perlu penambahan dan pengurangan terhadap muatan didalamnya, dari soal aqidah sampai soal syariat. Maka jika ada sekelompok orang membuat amalan dan bersikap yang menyelisihi amalan Sunnah dengan alasan ini lebih baik tentu sama halnya mengkoreksi perkataan Allah Azza Wajalla, seakan mereka lebih mengetahui mana yang lebih sempurna dari Allah Azza Wajalla, dan hukumnya haram mengkoreksi perkataan Allah Azza Wajalla karena berlawanan dengan sikap seharusnya seorang muslim yakni samina wato'na, dengar dan taati".
Allah Azza wa Jalla berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]
Maka ridhailah Islam untuk diri kalian, karena ia merupakan agama yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla. Karenanya Allah mengutus Rasul yang paling utama dan karenanya pula Allah menurunkan Kitab yang paling mulia (Al-Qur-an).
Mengenai firman-Nya : اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu.” ‘Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, “Maksudnya adalah Islam. Allah telah mengabarkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman bahwa Allah telah menyempurnakan keimanan kepada mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan penambahan sama sekali. Dan Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan Islam sehingga Allah tidak akan pernah menguranginya, bahkan Allah telah meridhainya, sehingga Allah tidak akan memurkainya, selamanya.”
Asbath mengatakan, dari as-Suddi, “Ayat ini turun pada hari ‘Arafah, dan setelah itu tidak ada lagi ayat yang turun, yang menyangkut halal dan haram. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dan setelah itu beliau wafat.”
Ibnu Jarir dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia setelah hari ‘Arafah, yaitu setelah 81 hari.” Keduanya telah diriwayatkan Ibnu Jarir. Selanjutnya ia menceritakan, Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami, dari Harun bin Antarah, dari ayahnya, ia berkata, “Ketika turun ayat: اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu.” Yaitu pada haji akbar (besar), maka ‘Umar Radhiyallahu anhu menangis, lalu Nabi Shalalllahu ‘alaihi wa salalm bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis?” ‘Umar Radhiyallahu anhu menjawab, “Aku menangis disebabkan selama ini kita berada dalam penambahan agama kita. Tetapi jika telah sempurna, maka tidak ada sesuatu yang sempurna melainkan akan berkurang.” Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau benar.”
----------------------------------------------------
Hebatnya setan menipu manusia dengan amalan2 bid'ah, mereka yakin dengan amalannya mendulang pahala dan membuat agama ini makin baik, padahal kelak tidak ada pertanyaan2 atas amalan2 itu.
Tidak ada pertanyaan ikut tahlil kematian berapa kali.
Tidak ada pertanyaan ikut perayaan maulid nabi berapa kali.
Tidak ada pertanyaan ikut acara shalawatan dilapangan berapa kali.
Tidak ada pertanyaan ikut khuruj ke India berapa kali.
Dst.
Karena jika kelak ada pertanyaan2 itu disaat hisab pasti Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sudah mengajarkan kepada umatnya, waallahua'lam.

Hijab syar'i yang Nyaman.


Bagi teman2 akhwat yang membutuhkan hijab syar'i, kami sediakan hijab syar'i dengan kualitas tinggi, jahitan halus dan juga bahan tidak panas(sutra Arab) ketika digunakan untuk beraktifitas, sehingga nyaman dikenakan dalam berbagai kesibukan yang ukthi lakukan.
Harga 350 ribu, jika menambah cadar maka harga 375 ribu, harga free ongkos kirim untuk wilayah Jawa. Karena hijab ini dibuat berdasar pesanan maka jika ada teman yang akan pesan harus menunggu untuk pembuatannya selama 3 hari, setelah barang sudah selesai dikerjakan baru dikirim ke alamat. Pengiriman dari Kota Bekasi Jawa Barat.
Bagi teman yang ingin memesan silahkan inbox saya atau WA di 081378517454, semoga menjadi info manfaat.

Berkumpulnya para ustadz




Bayangkan jika semua para ustadz kajian Sunnah se Indonesia berkumpul, itu terjadi di Pekanbaru 2 hari ini
Daurah Ilmiah Khusus Da'i Tanggal 17 - 19 Februari 2017 Pemateri: Syaikh Prof. DR. Abdurrozaq bin Abdul Muhsin al Abbad al Badr Materi: Syarah Kitab Aqidah Al Muzani Assyafi'i Tempat: Masjid Jami' Abu Darda Jl. Merak Sakti, Panam, Pekanbaru.
Berkaitan dengan acara tersebut berkumpul ratusan ustadz yang biasa mengisi kajian sunnah baik secara live atau di media2 dakwah tv, radio atau youtube, dan mereka berasal dari berbagai pelosok daerah Indonesia, mereka berkumpul di satu tempat, tercatat sekitar 290 ustadz hadir. Jadi ketika shalat isya' semalam banyak jamaah mencoba mendekati para ustadz favorit mereka, yang paling banyak dikerumuni mungkin Ustadz Khalid Basalamah, maklum beliau jarang atau hampir tidak pernah mengadakan acara tabligh Akbar di Pekanbaru, maka kebanyakan jamaah di kota ini hanya mengenal dan mengikuti kajiannya lewat tv, radio, atau youtube.
Andai kalian ada diantara mereka mungkin akan senang dan bahagia dapat berbincang dan menanyakan apa yang kalian tidak ketahui. Semoga suatu saat hal serupa dapat diadakan dikota kalian, aamiin.

Raihlah ilmu membangun rumah di surga.


Jika kita akan membangun sebuah masjid maka sebelumnya kita harus merancang dengan ukuran-ukuran pasti, berapa kekuatan pondasinya, bagaimana pondasi itu menopang bangunan diatasnya, bagaimana bentuk atapnya, berapa besar besi rangkanya, berapa campuran semennya dan seterusnya. Dalam membangun sebuah bangunan kita harus menggunakan ilmu yang pasti, dihitung secara teliti agar hasil akhirnya kuat dan bagus, dan jika mengunakan perasaan semata atau dari tebak-tebakan niscaya bangunan itu dalam waktu singkat akan roboh. Jika dalam perkara membangun sebuah bangunan didunia kita perlu ilmu yang jelas kepastiannya, bagaimana dengan membangun rumah disurga?, tentu lebih perlu ilmu yang pasti untuk dapat membangunnya, ilmu membangun rumah disurga itu sudah disampaikan Allah dan RasulNya didalam Alquran dan As sunnah dan disampaikan oleh para ustadz dan ulama di kajian-kajian ilmu, maka datangi kajian-kajian ilmu agama itu untuk mendapatkan ilmu bagaimana caranya kita membangun rumah disurga. Jangan malas meraih ilmu yang menuju surga, karena surga tidak didapat dengan kebodohan akibat rasa malas untuk mencarinya.
Maka seseorang yang duduk di sebuah majlis ilmu agama keutamaannya disebutkan oleh Allah dan RasulNya.
Allah Ta’ala berfirman,
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” [Ali ‘Imran: 18]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya. [HR Muslim, no. 2700].
Dalam hadits ini disebutkan keutamaan “sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah”. Dalam hadits lain lebih dijelaskan bentuk dzikir yang mereka lakukan, sebagaimana hadits di bawah ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ …وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda,”Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.” [HR Muslim, no. 2699; Abu Dawud, no. 3643; Tirmidzi, no. 2646; Ibnu Majah, no. 225; dan lainnya].
Dikutip dr Ustadz Maududi Abdullah Lc.
Sumber referensi artikel "Keutamaan Majlis ilmu", karya Ustadz Abu Muslim Atsari di almanhaj.or.id

Maaf teman saya tidak ikut khuruj, karena saya menjaga keluarga.


Ada teman jamaah pengembara sering ajak khuruj, namun setiap saya tanyakan dalilnya atas amalan ini dia jawab "ini metode", lalu saya jawab, " kalau itu merupakan metode yang benar harusnya tidak bertentangan dengan dalil sahhih dari Alquran dan As sunnah, namun saya pelajari tafsir dan hadist justru saya temukan bertentangan dengan syariat yang ada" dia kemudian membalas dengan kisah Nabi Ibrahim Alaihi sallam, tentu saya heran dengan jawaban ini karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam paling tau ayat Alquran, paling mengerti cara mengamalkan namun tidak pernah beliau mengamalkan dakwah seperti ini, beliau adalah pendakwah terbaik dimuka bumi sekaligus selalu menjaga diri menjadi orang yang amanah kepada keluarga dan tanggung jawab yang diembannya. Bahkan amalan ini tidak diamalkan oleh para sahabat Nabi sampai para ulama madzhab seperti Imam Maliki, Imam Hanafi, imam Ahmad dan Imam Syafii, tidak ada amalan ini disebut dalam kitab2 hadist dan fiqih karya para ulama besar Ahlu Sunnah seperti Sahhih Bukhary Muslim, Musnad Imam Ahmad, Fathul Bari, Bughul Maram, Riyadush Shalihin dan seterusnya, lalu kenapa tiba2 mereka merasa lebih mengetahui cara berdakwah dari para ulama terdahulu? Bahkan mereka merasa lebih tau cara berdakwah dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam???, ini sungguh janggal dan aneh.
Maka kalau amalan ini dipaksakan dibenarkan niscaya akan berlawanan dengan puluhan ayat dan hadist, terutama tentang larangan menyelisihi Sunnah Nabi dan para sahabat, juga puluhan ayat dan hadist tentang kewajiban setiap muslim untuk bersikap amanah kepada keluarga dan pekerjaannya serta apa yang diemban.
Semisal satu ayat dibawah ini cukup membuktikan bahwa amalan itu menyelisihi perintah Allah dan RasulNya, yakni perintah Allah untuk menjalankan kewajiban menjaga keluarga setiap saat agar diatas jalan yang diridhoi Allah, dan menjaga anggota keluarga agar menjauhi tindakan bermaksiat kepada Allah, kalau mereka pergi jauh dari keluarga bagaimana caranya menjaga keluarganya????.
Akhirnya saya jawab, maaf teman saya tidak ikut khuruj. Saya takut ancaman Allah karena menyelisihi sunnah dan perintah Allah untuk menjaga keluarga setiap saat. Karena tidak ada jaminan keluarga saya terbebas dari azab neraka.
Marilah kita perhatian perintah Allâh Yang Maha Kuasa berikut ini :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]
Tafsir Ayat
Firman Allâh Azza wa Jalla :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
Hai orang-orang yang beriman
Tafsir :
Allâh Maha kasih sayang kepada para hamba-Nya. Jika Dia memberikan perintah, pasti itu merupakan kebaikan dan bermanfaat, dan jika Dia memberikan larangan, pasti itu merupakan keburukan dan berbahaya. Maka sepantasnya manusia memperhatikan perintah-perintah-Nya.
Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma dan para Ulama Salaf rahimahumullâh berkata, “Jika engkau mendengar Allâh Azza wa Jalla berfirman dalam al-Qur’ân ‘Hai orang-orang yang beriman’, maka perhatikanlah ayat itu dengan telingamu, karena itu merupakan kebaikan yang Dia perintahkan kepadamu, atau keburukan yang Dia melarangmu darinya”. [Tafsir Ibnu Katsir, 1/80]
Firman Allâh Azza wa Jalla :
قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
Tafsir :
Kebaikan yang Allâh perintahkan dalam ayat ini, adalah agar kaum Mukminin menjaga diri mereka dan keluarga mereka dari api neraka. Bagaimana caranya?
Abdullah bin Abbâs Radhiyallahu anhu berkata, “Lakukanlah ketaatan kepada Allâh dan jagalah dirimu dari kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allâh, dan perintahkan keluargamu dengan dzikir, niscaya Allâh Azza wa Jalla akan menyelamatkanmu dari neraka”.
Mujâhid rahimahullah berkata tentang firman Allâh ‘peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’, “Bertakwalah kepada Allâh, dan perintahkan keluargamu agar bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla ”.
Qatâdah rahimahullah berkata, “(Menjaga keluarga dari neraka adalah dengan) memerintahkan mereka untuk bertakwa kepada Allâh dan melarang mereka dari kemaksiatan kepada Allâh Azza wa Jalla , dan mengatur mereka dengan perintah Allâh Azza wa Jalla , memerintahkan mereka untuk melaksanakan perintah Allâh Azza wa Jalla , dan membantu mereka untuk melaksanakan perintah Allâh. Maka jika engkau melihat suatu kemaksiatan yang merupakan larangan Allâh, maka engkau harus menghentikan dan melarang keluarga(mu) dari kemaksiatan itu”. [Lihat semua riwayat di atas dalam Tafsir Ibnu Katsir, surat at-Tahrîm ayat ke-6]
Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah berkata, “Allâh Yang Maha Tinggi sebutannya berfirman, ‘Wahai orang-orang yang membenarkan Allâh dan RasulNya ‘Peliharalah dirimu!’, yaitu maksudnya, ‘Hendaklah sebagian kamu mengajarkan kepada sebagian yang lain perkara yang dengannya orang yang kamu ajari bisa menjaga diri dari neraka, menolak neraka darinya, jika diamalkan. Yaitu ketaatan kepada Allâh. Dan lakukanlah ketaatan kepada Allâh.
Firman Allâh ‘dan keluargamu dari api neraka!’, Maksudnya, ‘Ajarilah keluargamu dengan melakukan ketaatan kepada Allâh yang dengannya akan menjaga diri mereka dari neraka. Para ahli tafsir mengatakan seperti yang kami katakan ini.’ [Tafsir ath-Thabari, 23/491]
Imam al-Alûsi rahimahullah berkata, “Menjaga diri dari neraka adalah dengan meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan dan melaksanakan ketaatan-ketaatan. Sedangkan menjaga keluarga adalah dengan mendorong mereka untuk melakukan hal itu dengan nasehat dan ta’dîb (hukuman) … Yang dimaksukan dengan keluarga, berdasarkan sebagian pendapat mencakup: istri, anak, budak laki, dan budak perempuan. Ayat ini dijadikan dalil atas kewajiban seorang laki-laki mempelajari kewajiban-kewajiban dan mengajarkannya kepada mereka ini”. [Tafsir al-Alûsi, 21/101]
Referensi artikel "Jagalah keluarga mu dari api neraka", karya Ustadz Abu Musa Al Atsari di almanhaj.or.id

Buku"Para Tabi'in",


Buku"Para Tabi'in", Penulis Dr. Abdurrahman Ra’fat al-Basya.
Tidaklah salah bila ada orang yang berkata, “Jika ingin menjadi orang besar, maka pelajarilah riwayat hidup orang-orang besar.” hal itu karena pikiran seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang di baca. Bila yang dibacanya adalah sesuatu yang bermanfaat, maka itulah yang akan mendominasi pikirannya yang pada akhirnya akan mempengaruhi perilaku hidupnya.
Dalam sejarah panjang manusia, banyak orang besar yang pernah mengukir masa hidupnya dengan berbagai prestasi. Dan diantara yang terbaik setelah generasi sahabat Nabi, adalah orang-orang yang telah berguru kepada mereka, di mana mereka hidup di masa yang tidak jauh dari masa kenabian dan telah mereguk dari ma air yang jernih, langsung dari murid-murid Nabi Muhammad. Merekalah perantara yang menyambungkan antara generasi para sahabat yang mulia dengan generasi para imam madzhab dan orang-orang yang datang setelah mereka. Merekalah yang dikenal dengan sebutan para tabi’in.
Perjalanan hidup mereka yang mengagumkan terangkum dengan sangat baik dalam buku ini. Anda akan mendapatkan pula bagaimana keimanan telah mengakar kuat dalam hati mereka, hebatnya kesungguhan mereka dalam mencari ilmu, keberanian mereka dalam menyuarakan kebenaran, kecerdasan mereka yang luar biasa, ketawadhuan mereka dalam panggung kehidupan, kepahlawan mereka dalam medan jihad, dan sifat-sifat terpuji lainnya yang semuanya menunjukkan bahwa mereka adalah potret dari para sahabat Nabi Muhammad dalam keteguhan iman, zuhud terhadap dunia, dan pengorbanan untuk meraih keridhaan Allah. Dan yang semakin menambah kekuatan buku ini, penulis mencantumkan kitab-kitab yang menjadi rujukan beliau di akhir kisah seorang tabi’in.
Harga 50 ribu, harga belum termasuk ongkos kirim, bagi teman yang berminat silahkan inbox atau hubungi WA 081378517454, semoga menjadi info manfaat, syukron.

Buku 50 Prinsip Pokok Ajaran Al-Qur’an


Buku 50 Prinsip Pokok Ajaran Al-Qur’an, Penulis: Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil
Diantara mukjizat al-Qur`an adalah kandungan yang ilmiah dan hikmah lagi luas di dalamnya, yang sampai saat ini, masih saja ada hal-hal baru yang berhasil dimunculkan oleh para ulama, seakan-akan tak pernah habis keutamaan yang tersembunyi di dalamnya.
Kemukjizatan yang lainnya dalam al-Qur`an adalah terdapat prinsip-prinsip dasar dari nilai diri dan kehidupan manusia di dalamnya, yang tersusun dari kata-kata singkat, namun mengandung makna yang besar, luas, serta universal. Inilah yang dicoba dibahas oleh penulis buku ini, yang secara tematik merupakan kaidah-kaidah Qur`aniah yang segala aspek kehidupan bisa dibangun di atasnya.
Sebagai contoh:
Prinsip pokok ke-(1): Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia. Yakni, manusia dalam interaksinya dengan sekian banyak jenis orang, diarahkan oleh al-Qur`an, agar mengucapkan kata-kata yang baik.
Prinsip pokok ke-(6): Dan perdamaian itu lebih baik. Yakni, bagaimanapun manusia harus saling berusaha mendapatkan hak masing-masing, bahkan dalam perselisihan yang berakhir di depan pengadilan, tetap berlaku prinsip dasar: perdamaian adalah lebih baik,
Buku ini mengandung 50 prinsip pokok ajaran al-Qur`an, yang merupakan kandungan inti serta kaidah dasar yang bisa menjadi pijakan dalam menjalani kehidupan duniawi dan menjalankan Agama, sehingga keduanya sejalan dan serasi.
Harga buku 78 ribu, harga belum termasuk ongkos kirim, bagi teman yang berminat silahkan inbox atau hubungi WA 081378517454, semoga menjadi info manfaat, syukron.

Wednesday, February 15, 2017

Kita masuk golongan akhlak manusia yang mana?


Menurut konteks akhlak ada beberapa golongan manusia didasari atas akhlak dirinya kepada Allah dan RasulNya, juga akhlak kepada sesama manusia.
Golongan pertama seseorang yang akhlaknya bagus kepada Allah dan RasulNya, namun akhlaknya buruk kepada sesama manusia. Shalat wajib dan shalat sunnahnya sangat bagus, puasanya bagus, sedekahnya bagus, bacaan Alquran nya sangat bagus, amalan wajib maupun sunnah hampir semua dikerjakan, namun dia suka mengghibah(gossip), namimah(adu domba), sering berteru dengan tetangganya, sering berselisih dengan temannya bahkan juga saudaranya dan orang tuanya.
Golongan kedua, akhlaknya kepada sesama manusia sangat bagus, sopan dan santun dalam pergaulan, disukai oleh banyak orang karena kebaikan akhlaknya. Namun akhlak kepada Allah dan Rasulnya buruk, jarang shalat, hampir gak pernah puasa, gak pernah mengeluarkan zakat, dia suka pergi ke dukun, percaya benda yang bertuah, percaya ramalan dst.
Golongan ketiga, ini golongan yang terburuk, dia buruk akhlaknya kepada Allah dan RasulNya sekaligus buruk akhlaknya kepada sesama manusia. Shalat gak pernah, puasa gak pernah, sedekah gak pernah, suka pergi ke dukun, mencari berkah ke kuburan dst., juga suka bertengkar dengan orang lain, suka memalak orang, suka mengambil hak orang lain, mencari rizki dari cara riba dan seterusnya.
Golongan keempat, adalah golongan yang terbaik yakni baik akhlaknya kepada Allah dan RasulNya sekaligus baik akhlaknya kepada sesama manusia. Yakni seseorang yang tertib shalat wajib maupun shalat sunnah, rajin puasa, rajin sedekah, menjauhi perkara syirik dan syubhat dst., dia juga baik kepada orang lain mulai tetangganya, baik kepada saudara serta orang tuanya, disukai banyak orang karena kebaikan akhlaknya.
Maka jadilah manusia yang masuk golongan keempat ini, insyaAllah itu menyelamatkan kita didunia dan akhirat, waallahua'lam.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:
سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النّاَسَ الْجَنَّةَ؟ فَقَالَ: تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ؟ فَقَالَ: الْفَمُ وَالْفَرْجُ.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Surga, maka beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” Dan ketika ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Neraka, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mulut dan kemaluan.”
- HR. At-Tirmidzi (no. 2004), al-Bukhari dalam Adabul Mufrad (no. 289), Shahih Adabul Mufrad (no. 222), Ibnu Majah (no. 4246), Ahmad (II/291, 392, 442), Ibnu Hibban dalam at-Ta’liiqaatul Hisaan ‘alaa Shahiih Ibni Hibban (no. 476), al-Hakim (IV/324). At-Tirmidzi ber-kata, “Hadits ini shahih gharib.” Dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.-
Dikutip dr Ustadz DR.Ali Semjan Putra MA.

Seseorang yang percaya tahayul memang aneh.



Dikisahkan ada salah seorang pegawai negri dia sangat percaya dengan tahayul bahwa angka 13 adalah angka yang membawa sial baginya, maka dalam kehidupan sehari-hari dia selalu menghindari angka 13. Jika dia menginap disebuah hotel maka dia memilih kamar yang tidak ada angka 13nya, jika dia antre disebuah klinik kesehatan jika tiba nomer antri dia 13 maka dia akan menukarnya dengan angka 14 agar tidak ketiban sial meskimpun menjadikan dia menunggu agak lama dia rela lakukan, jika dia membuka rekening bank maka dia minta pada cutomer service bank agar jangan diberi nomer rekening dengan angka 13 dan seterusnya, secara detail dia berusaha menghindari angka 13.
Namun anehnya ketika dia dikabari dirinya akan menerima gaji ke 13 justru dia antri paling depan didepan kasir.

Dikutip dr Ustadz Abdullah Zein MA.

Ingin punya pemimpin jujur?, perbaiki diri kita dulu untuk berbuat jujur.


Dinegri ini jika ada keadaan seseorang pemimpin yang berbuat zalim maka banyak dikalangan pemuda kita akan berusaha menurunkan pemimpin itu dengan protes dan demo, mereka berusaha memecat pemimpin itu dan menggantikan dengan pemimpin yang baru, namun penggantinya ternyata jauh lebih bejat dari yang digantikannya.
Sejatinya memerangi kebejatan itu dimulai dari bawah, diawali dari memerangi kebejatan dalam masyarakat bukan dari atas, bukan dari memerangi kebejatan dikalangan penguasa. Lihat saja betapa sulitnya memerangi korupsi dinegri ini, disebabkan karena miskinnya iman dan miskinnya ilmu, padahal ada niatan baik dari pemerintah kita untuk memerangi korupsi, namun ternyata korupsi sulit diberantas karena dalam masyarakat kita dari rakyat kecil hingga pemimpin hampir semua terlibat dalam perbuatan korupsi. Maka perbaiki dulu dari masyarakat kita, cari ilmunya, amalkan dan perbaiki iman kita, serta terus menerus mendakwahkan kepada masyarakat agar menghindari perbuatan bejat seperti korupsi dan maksiat lainnya.
Perhatikan Firman Allah Azza Wajalla ini :
“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”.” (QS. Ali Imran [3] : 165)
مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ
“Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisa’ [4] : 79)
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” (QS. Al An’am [6] : 129)
Dikutip dr Ustadz Armen Halim Naro Lc. Rahimahullah.
Sumber referensi artikel,"taat kepada pemimpin", karya Ustadz Firanda Adirja MA., di rumaysho.co

buku saku


 

Sedia berbagai jenis buku saku, cocok untuk souvenir pernikahan, hadiah bagi sanak famili agar mereka mengenal sunnah yang benar, dan juga dapat dibaca sendiri dimana saja karena bentuknya yang kecil sehingga mudah dimasukkan saku. Meskipun bentuknya mungil namun berisi banyak pelajaran berharga, mulai soal aqidah, shalat, zakat, muamalah dst.
Harga antara 6 ribu - 12 ribuan, harga belum termasuk ongkos kirim.
Bagi teman yang berminat silahkan inbox atau WA di 081378517454, semoga jadi info manfaat, syukron.

Yuk tegakkan agama ini dengan ilmu syar'i, bantu kami untuk mendukung dana dan doa menyebarkan buku2 sunnah.


Melihat quick count DKI yang sementara ini sungguh menakutkan, setelah beberapa rangkaian aksi bela agama di Jakarta ternyata tidak memberi pengaruh apa-apa pada hasil politik disana. Para pengamat yang sebagian mengira posisi inkamben akan goyah ternyata tidak terbukti sama sekali, Mr.Hoax masih menduduki urutan pertama perolehan suara. Meskipun masih ada kesempatan kedua dengan putaran berikutnya, namun ini sungguh ironis, sebuah hal yang memalukan, fakta yang membuat aksi bela agama seperti hanya sekedar cerita heroik tampa makna, dan kata bela agama sekedar perkataan tampa makna, bagaimana tidak penduduk Jakarta adalah mayoritas muslim, namun kenapa pemimpin kafir masih juga kuat, data KPU jumlah pemilih dalam DPT DKI total 6.962.348 orang. Terdiri dari laki-laki 3.543.970 orang dan perempuan 3.418.378 orang, dari jumlah itu mayoritas adalah muslim lalu kenapa dominan suara ke calon orang kafir???. Jadi ingat kata Ustadz Armen Halim Naro, "umat muslim kita dijaman ini miskin ilmu sekaligus miskin iman, sehingga mudah diperalat dan mudah dibodohi kaum kafirin".
Melihat hal demikian maka disini pentingnya dakwah agar agama ini terus tegak dimuka bumi. Hanya dengan ilmu kita mengetahui mana yang halal dan haram, mana kesesatan dan mana hidayah dst., maka kami mengajak teman2 yang memiliki kelebihan rizki untuk membantu penyebaran ilmu ditengah umat. Salah satunya adalah dengan menyebarkan buku2 berbasis Sunnah di beberapa daerah yang membutuhkan, hubungi WA saya di 081378517454.
Dalam hal ini saya akan menyebarkan buku berbasis Sunnah ke beberapa daerah seperti Tulang Bawang Lampung, Padang Sidempuan dan daerah lainnya jika dana mendukung.
Semoga Allah Azza Wajalla memudahkan dakwah ini, aamiin.
Syukron Jazakallahu khairan, terima kasih sebelumnya kepada teman yang mau mendukung dakwah buku ini, semoga Allah memberi ganti yang lebih baik lagi, aamiin.

Keterangan foto; tempat kajian Sunnah di
Desa Tanjung kurung, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Prov Lampung. Kode pos 34565.

Sunday, February 12, 2017

Ilmu menyelamatkan manusia dari kerusakan.


Seseorang berkata kepada saya, "wahabi itu kelompok sesat", lalu saya bertanya kepadanya, " kenapa kok sesat? ", dia menjawab, " karena Syaikh Abdul wahab itu anti madzhab, dia merendahkan para imam madhzab dengan bikin madhzab sendiri", subhanaAllah, lalu saya bertanya, "itu kata siapa?", dia menjawab itu dari kata orang. Lalu saya jelaskan bahwa hal yang dituduhkan tidak benar sama sekali, justru Syaikh Muhammad Abdul Wahab adalah pembela nama para imam madhzab, dan saya ceritakan saya adalah termasuk orang yang dulu sangat benci paham wahabi, namun setelah ikut kajian dan baca kitab karya Syaikh Muhammad Abdul Wahab baru paham tuduhan2 kepada beliau adalah kebohongan saja. Lalu saya sampaikan kepadanya tentang salah satu karya ulama besar itu, " di dalam Kitab Ushul Tzalazah Syaikh Muhammad Abdul Wahab mencantumkan secara singkat biografi salah satu ulama yakni Muhammad Idris, tau siapa dia?", dia menjawab,"saya tidak tau siapa dia". Lalu saya jawab, " itulah nama lain dari Imam Syafii, jadi tuduhan bahwa Syaikh Muhammad Abdul Wahab anti madzhab jelas tidak benar, karena jika anti madzhab kenapa menuliskan dalam kitabnya perjalanan hidup Imam Syafii? ", lalu dia terdiam seribu bahasa.
Jadi ingat kata Ustadz Abu Haidar As Sundawy, " kebanyakan orang yang berkata wahabi sesat sesungguhnya menunjukkan dirinya sama sekali tidak pernah membaca dan mempelajari kitab2 karya Syaikh Muhammad Abdul Wahab".
Ini membuktikan sungguh benar bahwa ilmu membuat seseorang tidak mudah dihanyutkan gossip dan fitnah, ilmu membuat seseorang menjadi lebih bijak melihat sebuah perkara, dan memiliki wawasan yang luas sehingga tidak mudah terjerumus dalam fitnah. Seperti yang terjadi dibeberapa daerah karena terfitnah berita bohong ada sekelompok orang sampai bertindak anarkis kepada kajian-kajian sunnah, yang sejatinya hal demikian adalah kerusakan dalam agama ini, waallahua'lam.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya seluruh sifat yang menyebabkan hamba dipuji oleh Allah di dalam al-Qur’an maka itu semua merupakan buah dan hasil dari ilmu. Dan seluruh celaan yang disebutkan oleh-Nya maka itu semua bersumber dari kebodohan dan akibat darinya…” (Al ‘Ilmu, fadhluhu wa syarafuhu, hal. 128). Beliau juga menegaskan, “Dan tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok seluruh kerusakan. Dan semua bahaya yang menimpa manusia di dunia dan di akhirat maka itu adalah akibat dari kebodohan…” (Al ‘Ilmu, fadhluhu wa syarafuhu, hal. 101)

Bayarlah hutang segera mungkin


Ada teman yang kemarin curhat tentang kebahagiaannya karena berhasil melunasi hutangnya kepada bank, dan saya ikut senang mendengar ceritanya,memang salah satu penyebab seseorang gelisah adalah beban hutang yang ditanggungnya, begitu lepas dari belenggu hutang maka itulah keadaan seseorang sangat berbahagia.
Jadi ingat perkataan Ustadz Erwandi Tarmidzi, " disyariatkan dalam Islam agar kita menyegerakan membayar hutang jika memiliki kemampuan membayar, selain wajib hukumnya membayar bagi yang berhutang kepada penghutang, juga karena sumber kegelisahan seseorang diantaranya adalah hutang. Bahkan sekelas Nabi Muhammad Shallallahu alihi wassallam saja dibuat gelisah karena hutang, sehingga ada doa-doa khuusus yang dipanjatkan beliau agar segera terlepas dari hutang. Maka ketika ada seorang muslim punya kebiasaan buruk dengan menunda-nunda membayar hutang maka perlu dipertanyakan ke Islamannya".
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوْا اْلأَمَاناَتِ إِلىَ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيْراً
” Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimnya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. [an-Nisa/4 : 58]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah : “Sekalipun aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, aku tidak akan senang jika tersisa lebih dari tiga hari, kecuali yang aku sisihkan untuk pembayaran hutang” [HR Bukhari no. 2390]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah.:
مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْم
“Menunda (pembayaran) bagi orang yang mampu merupakan suatu kezhaliman” [ Ibid, no. 2400, akan tetapi lafazhnya dikeluarkan oleh Abu Dawud, kitab Al-Aqdhiah, no. 3628 dan Ibnu Majah, bab Al-Habs fiddin wal Mulazamah, no. 2427]
Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. :
لَيُّ الوَاجِدِ يَحِلُّ عُقُوْبَتَه ُوَعِرْضه
“Menunda pembayaran bagi yang mampu membayar, (ia) halal untuk dihukum dan (juga) keehormatannya”.
Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Halal kehormatannya ialah dengan mengatakan ‘engkau telah menunda pebayaran’ dan menghukum dengan memenjarakannya” [Ibid, no. 2401]
Referensi artikel "Adab Berhutang" karya Ustadz Armen Halim Naro Lc. Rahimahullah.

Jangan terjebak merk syariah.


Ada teman yang bekerja di bidang asuransi menawari investasi berjangka, meskipun melihat perusahaan yang mengadakan merknya ada bunyinya"syariah", namun melihat model investasi yang ditawarkan sangat meragukan, mendekati perbuatan riba maka akhirnya setelah menimbang-nimbang saya menolaknya, maklum takut terjerumus kepada riba, meskipun hasil dari investasi itu menggiurkan, namun ancaman azab akan riba lebih menakutkan.
Jadi ingat ketika seseorang jamaah bertanya kepada Ustadz Erwandi Tarmidzi mengenai hal yang mirip dengan ini, dia bertanya, "ya ustadz bagaimana hukum tawaran investasi sebuah perusahaan asuran syariah yang menawarkan investasi dengan cara menanamkan modal sebesar 500 juta kemudian diputar di pasar valas, lalu dalam jangka waktu 5 tahun uang yang dikembalikan kepada kita sebesar 800 juta, bagaimana mengenai hal ini?". Ustadz menjawab, ini jelas riba, karena akadnya adalah pinjaman dan peminjam memjamin memgembalikan dalam jumlah tertentu, dan itu pasti jumlahnya, artinya tidak ada resiko rugi atas investasi tersebut. Sejatinya uang yang diinvestasikan tersebut di pinjamkan kepada pihak lain dengan beban bunga yang lebih rendah, dan pihak perusahaan itu mengambil keuntungan dari selisih bunga dari penanam dana investasi dengan bunga peminjam dana tersebut. Jangan terkecoh dengan merk syariah, karena tidak semua yang diberi nama syariiah benar2 menerapkan kaidah syariah, seperti halnya daging babi, semisal ketika distempel halal apakah hukumnya merubah yang semula haram menjadi halal?, tentu tidak sama sekali, hukumnya daging babi tetap haram meskipun dilabeli halal.
Ibnu Qudamah mengatakan,
قَالَ ابْنُ الْمُنْذِرِ : أَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ الْمُسَلِّفَ إذَا شَرَطَ عَلَى الْمُسْتَسْلِفِ زِيَادَةً أَوْ هَدِيَّةً ، فَأَسْلَفَ عَلَى ذَلِكَ ، أَنَّ أَخْذَ الزِّيَادَةِ عَلَى ذَلِكَ رَبًّا .وَقَدْ رُوِيَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ، وَابْنِ عَبَّاسٍ ، وَابْنِ مَسْعُودٍ ، أَنَّهُمْ نَهَوْا عَنْ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً .وَلِأَنَّهُ عَقْدُ إرْفَاقٍ وَقُرْبَةٍ ، فَإِذَا شَرَطَ فِيهِ الزِّيَادَةَ أَخْرَجَهُ عَنْ مَوْضُوعِهِ .
“Ibnul Mundzir berkata: Para ulama sepakat bahwa jika seseorang meminjamkan uang lantas ia memberi syarat pada si peminjam uang untuk adanya tambahan atau hadiah, lalu ia pinjam dan tunaikan sedemikian rupa, maka pengambilan tambahan di sini adalah riba. Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Mas’ud bahwa mereka melarang dari bentuk utang piutang yang terdapat keuntungan. Karena utang piutang termasuk akad tolong menolong dan cari pahala karena menolong yang lain. Jika menolong ‘kok’ malah cari untung, ini sudah keluar dari maksud untuk meringankan beban orang lain.” (Al Mughni, 6: 436).
Jika pemilik uang punya keinginan uangnya kembali utuh dan mesti seperti itu, tanpa sama sekali ingin menanggung kerugian, ditambah ia ingin ada tambahan, ini sama saja mencari untung dalam utang piutang.
“Setiap utang piutang yang meraup keuntungan, maka itu riba.”
Dalam kaedah fikih disebutkan,
الخراج بالضمان
“Keuntungan adalah imbalan atas kesiapan menanggung kerugian”.
Maksud kaedah ini ialah orang yang berhak mendapatkan keuntungan ialah orang yang punya kewajiban menanggung kerugian -jika hal itu terjadi-. Keuntungan ini menjadi milik orang yang berani menanggung kerugian karena jika barang tersebut suatu waktu rusak, maka dialah yang merugi. Jika kerugian berani ditanggung, maka keuntungan menjadi miliknya.
Asal kaedah di atas berasal dari hadits berikut,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَجُلًا ابْتَاعَ غُلَامًا، فَأَقَامَ عِنْدَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يُقِيمَ، ثُمَّ وَجَدَ بِهِ عَيْبًا، فَخَاصَمَهُ إِلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم، فَرَدَّهُ عَلَيْهِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ اسْتَغَلَّ غُلَامِي؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم: الْخَرَاجُ بِالضَّمَانِ
“Dari sahabat ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya seorang lelaki membeli seorang budak laki-laki. Kemudian, budak tersebut tinggal bersamanya selama beberapa waktu. Suatu hari sang pembeli mendapatkan adanya cacat pada budak tersebut. Kemudian, pembeli mengadukan penjual budak kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Nabi-pun memutuskan agar budak tersebut dikembalikan. Maka penjual berkata, ‘Ya Rasulullah! Sungguh ia telah mempekerjakan budakku?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Keuntungan adalah imbalan atas kerugian.'” (HR. Abu Daud no. 3510, An Nasai no. 4490, Tirmidzi no. 1285, Ibnu Majah no. 2243 dan Ahmad 6: 237. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Wahai wanita panjangkan hijab kalian untuk melawan kaum kafirin.


Dalam perjalan menuju kota, didepan ada truck penuh gambar wanita dibagian belakangnya/bak truk, gambar itu menunjukkan wajah cantik dan tubuh seksi. Jadi ingat perkataan Ustadz Maududi Abdullah ketika kajian remaja di Al Bayyinah. " kenapa setan kebanyakan adalah wanita seperti nyiroro kidul dan seterusnya? Kenapa di body truk dan bus juga banyak dihiasi gambar wanita?, kenapa di baliho2 iklan juga iklan2 ditv, koran dan majalah dihiasi gambar wanita? Dst , karena wanita sesungguhnya memiliki daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya, terutama kaum lelaki, dan taukah kalian semua itu adalah upaya kaum kafirin agar pelan2 agama ini lenyap dari muka bumi. Wahai muslimah panjangkan hijab kalian untuk menunjukkan keberanian dan kegigihan mempertahankan syariat agama ini, tunjukkan perlawanan kepada kaum kafirin yang berusaha menjadikan wanita itu murah, mereka berupaya dengan segala cara agar wanita mempertontonkan auratnya. Kaum kafirin menciptakan banyak profesi bagi wanita agar aurat wanita itu menjadi sangat murah, mereka menjadikan wanita sebagai peragawati yang melenggak lenggok diatas cat walk dengan memakai busana atau nyaris tidak berbusana, mereka menjadikan wanita sebagai pramusaji dengan pakaian minim, mereka ciptakan sales promotion girls dengan pakaian minim agar menarik pembeli, dst. Maka waspadai upaya mereka merendahkan kaum wanita dengan jalan menutup aurat rapat2 agar menjadi lebih berharga."
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)
Kata Imam Nawawi, yang dimaksud godaan wanita ini bisa jadi di dalamnya adalah istri. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 17: 50). Karena ada di antara para istri yang membuat suaminya malah jauh dari Allah.
Berdasarkan hadits di atas, Ibnu Hajar mengatakan bahwa wanita adalah godaan terbesar bagi para pria dibanding lainnya. (Fathul Bari, 9: 138). Hal ini dikuatkan oleh firman Allah Ta’ala,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita.” (QS. Ali Imran: 14)
Wanita dalam ayat ini dijadikan bagian dari kecintaan pada syahwat. Wanita disebutkan lebih dulu daripada anak dan kenikmatan dunia lainnya. Ini menunjukkan bahwa wanita itu pokoknya, godaan terbesar adalah dari wanita. (Idem).
Lihatlah pula bahwa Bani Israil bisa hancur pula dikarenakan wanita.
فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ
“Waspadalah dengan dunia, begitu pula dengan godaan wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya adalah karena sebab godaan wanita.” (HR. Muslim no. 2742).
Semoga Allah memberi taufik pada wanita untuk menyadari hal ini, juga bagi para pria selalu waspada, yaitu waspada jangan sampai jauh dari Allah dikarenakan pandangan yang tidak halal dan tergoda dengan hal lainnya pada wanita yang halal maupun yang tidak.
Referensi, "fitnah wanita"_ karya Ustadz Muhammad Tuasikal Msc. Dalam rumoysho.co

Jangan tinggalkan dakwah tauhid.


Saya selalu heran ketika posting yang membicarakan soal bid'ah atau syirik justru selalu dianggap remeh, diejek, diolok bahkan juga dicaci maki, seperti, "bukan saatnya membicarakan bid'ah, syirik dan kuraffat, bicarakan saja yang lebih penting seperti persatuan umat atau menegakkan khilafah, sistem yang lebih Islami bagaimana caranya, itu baru penting". Pernyataan seperti itu justru bertentangan dengan nash dalam Alquran dan hadist. Bahkan kalau melihat sejarah seperti amalan dan dakwah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dalam menegakkan agama ini dimulai dari dakwah tauhid. Terbukti sebelum datangnya syariat beliau mengajarkan tauhid terlebih dahulu kepada generasi awal Islam saat itu, di tahun pertama kerasulannya beliau belum menegakkan shalat, hanya menyampaikan apa itu aqidah tauhid, karena syariat Shalat baru turun di tahun kedua kerasulan beliau, ini menunjukkan betapa pentingnya aqidah tauhid. Aspek dakwah tauhid yang penting saat ini diantaranya mengembalikan pemahaman aqidah tauhid seperti diawal disampaikan Nabi Muhammad Shallalahu alaihi wassallam, maka upaya yang mencakup didalamnya yakni dengan memberantas penyelewengan dalam agama ini seperti bid'ah, syirik dan kuraffat(tahayul).
Tauhid adalah agenda terbesar umat Islam di sepanjang zaman. Sebab tauhid adalah hikmah penciptaan, tujuan hidup setiap insan, misi dakwah para nabi dan rasul, dan muatan kitab-kitab suci yang Allah turunkan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (QS. al-Mulk: 2). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul -yang menyeru-; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Kami utus sebelum kamu -hai Muhammad- seorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepada mereka, bahwasanya tidak ada sesembahan -yang benar- kecuali Aku, maka sembahlah Aku saja.” (QS. al-Anbiya’: 25)
Bahkan, tauhid adalah syarat pokok diterimanya amalan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih dan janganlah mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (QS. al-Kahfi: 110). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh, apabila kamu berbuat syirik maka benar-benar semua amalanmu akan terhapus, dan kamu pasti akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65). Lebih daripada itu, kemusyrikan -sebagai lawan dari tauhid- menjadi sebab seorang hamba terhalang masuk surga untuk selama-lamanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh Allah haramkan atasnya surga dan tempat kembalinya adalah neraka, dan sama sekali tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.” (QS. al-Maa’idah: 72). Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidup dan matiku, seluruhnya adalah untuk Allah Rabb seluruh alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itulah aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang pertama kali pasrah.” (QS. al-An’aam: 162-163).
Oleh sebab itu, berbicara masalah tauhid berarti berbicara mengenai hidup matinya kaum muslimin dan keselamatan mereka di dunia maupun di akherat. Berbicara masalah tauhid adalah berbicara tentang tugas mereka sepanjang hayat masih dikandung badan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sembahlah Rabbmu sampai datang kematian.” (QS. al-Hijr: 99). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, dia pasti masuk neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu). Maka dengan alasan apakah agenda yang sangat besar ini dikesampingkan?
Sumber referensi: "pentingnya dakwah tauhid", karya Ari Wahyudi Msi. Di muslim.or.id

Muslim anti hari valentine day


Yuk kampanyekan anti Hari Valentine.
Spanduk di pagar Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru, menghimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam perayaan Valentine Day, semoga dapat jadi pengingat bagi siapa saya yang membacanya, aamiin.

Buku Fiqih Seputar Masjid


Penulis : Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i
Ukuran: 15 cm x 23 cm
Tebal: 430 Halaman
Berat: 0,6 Kg
Judul Kitab Asli: Ahkamu Hudhuri Al-Masajid
Resensi
Membangun masjid dengan tujuan mencari ridha Allah Ta’ala adalah perbuatan mulia. Namun, memakmurkannya dengan berbagai aktifitas ibadah di dalamnya dan menjaga adab-adab serta menegakkan hukum-hukumnya tidaklah kalah pentingnya. Sebab masjid didirikan bukan untuk tujuan lain kecuali beribadah kepada Allah Ta’ala.
Agar dapat memakmurkan masjid dengan benar, umat Islam harus belajar ilmu tentang seluk beluk hukum dan adab-adab di masjid. Dalam hal ini telah banyak ulama Muslimin yang menuangkan buah pena mereka dalam sebuah buku yang menginformasikan tentang masjid dan sebagainya.
Buku ini ditulis untuk menyampaikan keprihatinan penulisnya terhadap fenomena masjid dan umat Islam akhir-akhir ini sekaligus memberikan penyuluhan terhadap umat Islam dalam urusan masjid mereka. Penulis melihat umat Islam membangun dan mendatangi masjid karena faktor budaya dan rutinitas yang kosong dari semangat dan makna. Buku ini diharapkan dapat membantu mereka memperbaiki kondisi umat ini dan mengembalikan fungsi masjid dan kemuliaannya sebagaimana dulu di zaman salafus shalih sehingga pengaruhnya dapat dirasakan dalam kehidupan umat ini. Wallahu A’lam …
Buku ini membahas seputar definisi, keutamaan, adab, hukum, tata cara shalat jamaah, shalat jum’at dan hukum wanita datang ke mesjid, berikut di antara isinya:
Shalat Mengarah ke sutrah (Pembatas)
Di antara perkara seyogyanya diusahakan dengan maksimal adalah orang yang shalat, yakni setelah masuk masjid, adalah melakukan shalat sunnah dengan mengarah ke sutrah atau pembatas, dan hendaknya dia dekat dengannya, sutrah disyari’atkan bagi imam dan orang yang shalat sendirian. Demkian dengan makmum yang masbuq, yaitu ketika dia berdiri untuk melengkapi rakaat yang tertinggal, namun hal itu dilakukan jika kondisinya memungkinkan. Sutrah ini bahkan disyari’atkan, meskipun seseorang shalat di tempat yang tidak dikhawatirkan adanya orang/hewan yang meintas di sana. Ketentuan itu berdasarkan keumuman dalil-dalil yang mencakup semua orang yang menuanaikan shalat. Juga, karena terkadang yang melintas di depannya bukanlah makhluk yang dapat dilihat manusia, yaitu syaithan. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits Sahl yang akan disebutkan nanti, insya Allah.
Tidak ada perbedaan antara kaum Adam dan kaum Hawa dalam syari’at pembuatan/peletakan sutrah, meskipun hal ini sering disepelekan manusia. Adanya anggapan disepelekan tidak lain karena sebagian orang melakukan shalat sunnah dengan tidak mengarah ke sutrah, tetapi justru melakukannya di tengah atau di bagian belakang masjid, tanpa adanya sutrah. Fenomena ini termasuk suatu bentuk kebodohan dan ketidakpahaman terhadap agama. Kaum perempuan -secara khusus- sering menganggap sepele masalah sutrah. Oleh karena itulah, Anada nyaris tidak pernah menjumpai seorang wanita yang shalat di rumahnya dengan mengarah ke sutrah, kecuali segelintir saja dari mereka, dan itu pun jarang terlihat.
Harga buku 60 ribu, harga belum termasuk ongkos krim, bagi teman yang berminat silahkan inbox atau hubungi WA 081378517454, semoga menjadi info manfaat, syukron.

Buku Tuntunan Tanya Jawab Aqidah Shalat Zakat Puasa Dan Haji


Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Penerbit: Darul Falah
Ukuran: 16 cm x 24 cm
Tebal: 658 halaman
Tebal: 0,8 kg, hard cover
Resensi:
Buku Fatawa Arkanul Islam ini merupakan kumpulan fatwa-fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah. Di dalamnya me muat problematika seputar akidah, shalat, zakat, puasa, dan haji; yang sering membuat bingung sebagian besar kaum Muslimin. Di buku ini beliau memberikan fatwa-fatwa yang sangat transparan. Ber- ittiba’ (mengikuti tuntunan) Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam merupakan urat nadi yang masyhur dalam setiap jawaban-jawaban yang diberikan Syaikh Utsaimin. Sudah sepatutnya buku ini menjadi panduan setiap Muslim untuk lebih mengetahui Arkanul Islam sebagai fondasi mereka dalam beragama.
Harga buku 110ribu, harga belum termasuk ongkos kirim, bagi teman yang bermnat silahkan inbox atau hubungi WA 081378517454, semoga menjadi info manfaat, syukron.

Buku Syarah Hadits Pilihan Bukhari Muslim


Penulis: Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam
Penerbit: Darul Falah
Ukuran: 16 cm x 24 cm
Cover : Hard Cover
Berat: 1,3 Kg
Tebal: 1066 halaman

Resensi:
Kita perlu bersyukur kepada Allah karena saat ini bertebaran kitab-kitab hadits, sehingga memudahkan kaum Muslimin untuk menyimak sumber agama kedua setelah Al-Qur’an.
Kitab Umdatul-Ahkam ini, aslinya ditulis Syaikh Abdul-Ghany bin Abdul-Majid, yang hidup sezaman dengan Syaikh Ibnu Qudamah dan Syaikh Abdul-Qadir Jailani. Di dalamnya berisi himpunan hadits-hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, lain tidak, yang insya Allah semuanya merupakan hadits shahih, yang kitab mereka berdua terkenal dengan sebutan Ash-Shahihain , dua kitab hadits yang menempati ranking paling tinggi dari seluruh kitab-kitab hadits.
Di samping itu, Anda akan terpuasi oleh penyajian Syaikh Ali Bassam, yang men- syarah kitab ini, karena di dalamnya diuraikan penjelasan lafazh, makna hadits secara global, kesimpulan hukum dan juga perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang permasalahan-permasalahan yang sedang dikupas; lalu menghadirkan pendapat yang lebih benar, tentu saja berdasarkan hadits yang paling shahih. Maka di beberapa tempat dalam uraiannya juga disebutkan hadits-hadits selain riwayat Bukhari dan Muslim, sehingga menjadi daya tarik tersendiri dari kitab ini.
Judul asli dari kita ini adalah Taisirul Allam Syarh Umdatul Ahkam.
Harga buku 210 ribu, harga belum termasuk ongkos kirim, bagi teman yang berminat silahkan inbox atau hubungi WA 081378517454, semoga menjadi info manfaat, syukron.

Thursday, February 9, 2017

Kenapa Riba diharamkan?


Banyak orang yang masih awam terhadap bahaya riba, mungkin karena kebanyakan orang tidak tau bagaimana kinerja riba, karena ketidak tahuan ini akhirnya masih banyak orang terjebak dalam amalan2 ribawi.
Dalam sebuah kajian Ustadz Erwandi Tarmidzi menjelaskan dengan detail tentang ini, kata beliau riba adalah cara paling zalim dalam mengambil keuntungan dari orang lain, banyak ayat dan hadist menyebut bahwa Allah dan RasulNya melaknat pelaku riba, dari amalan riba juga asal muasal terjadinya inflasi(penurunan nilai barang dan jasa) dalam masyarakat yang menggunakan sistem ekonomi ribawi.
Misal ada sebuah keluarga miskin, suami dalam keluarga itu ingin mengambil kredit sebuah produk seperti motor atau mesin cuci, kemudian ada beban bunga 25% pada kreditnya. Besarnya 25% itu adalah beban yang harus dia tanggung adalah kepanjangan tangan pihak yang terlibat dalam transaksi kredit ini, jumlah bunga yang harus ditanggung si miskin mulai dari penabung uang di bank, kemudian juga keuntungan banyak tangan dari bank, penyelengara kredit sampai sales kredit yang memproses kredit itu. Ini jelas sangatlah zalim, karena seseorang yang secara ekonominya rendah(miskin) yang bekerja dengan susah payah menghasilkan rupiah harus membayari kewajiban kepada banyak orang.
Dan efek paling buruk dari pinjaman berupa bunga kredit serta bank adalah faktor utama menyumbang penurunan nilai dari barang dan jasa(inflasi), selisih inflasi itulah yang mereka makan. Jika di tahun 1990an harga mobil kijang adalah 30 jutaan, apakah dengan uang yang sama yakni 30 juta di tahun 2017 masih dapat untuk membeli mobil kijang?, tentu tidak dapat untuk membelinya sama sekali, itulah inflasi, hal ini terjadi akibat dari permainan sistem ribawi membuat nilai barang turun.
Kita bandingkan dengan keadaan di Arab Saudi yang dalam sistem ekonomi sangat kecil menggunakan sistem ekonomi riba, juga mereka dalam tukar menukar barang menggunakan mata uang dinar, dimana mata uang emas ini memiliki nilai yang terjaga sepanjang masa, karena memang jumlah emas didunia ini sangat terbatas, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi inflasi. Mari kita buktikan, jika dijaman Nabi 1438 tahun yang lalu satu ekor kambing seharga 1 dinar dan disebutkan dalam sebuah hadist, maka saat inipun di tahun 2017 nilai satu ekor kambing tetap satu dinar, ini fakta bahwa tata cara jual beli sesuai sunnah jauh lebih baik, tidak ada penurunan nilai meskipun sudah melewati waktu lebih dari 1400 tahun, sungguh benar Allah dan RasulNya.
Maka sepatutnya kita menjauhi cara riba dalan kehidupan sehari-hari melihat ancaman azab dan juga banyak mudharat yang diakibatkannya. Waallahua'lam.
Perhatikan hadist ini,
عَنْ عُرْوةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَاهُ دِيْنَارًا يَشْتَرِيْ لَهُ بِهَ شَاةً، فَاشْتَرَى لَهُ بِهِ شَاتَيْنِ، فَبَاعَ إِحْدَاهُمَا بِدِيْنَارٍ، وَجَاءَهُ بِدِيْنَارٍ وَشَاةٍ، فَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ فِي بَيْعِهِ، وَكَانَ لَوْ اشْتَرَى التُّرَابَ لَرَبِحَ فِيْهِ
Dari ‘Urwah (al-Bariqi) bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya satu dinar untuk membelikan seekor kambing bagi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dengan satu dinar itu ‘Urwah membeli dua ekor kambing, kemudian menjual salah satunya dengan harga satu dinar, lalu memberikan satu dinar dan seekor kambing kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Nabipun mendoakan agar perdagangannya diberkahi, maka andai ia membeli debu, ia akan meraih untung. [HR al-Bukhâri no. 3.642]
Diriwayatkan dari Samuroh bin Jundub radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda menceritakan tentang siksaan Allah kepada para pemakan riba, bahwa “Ia akan berenang di sungai darah, sedangkan di tepi sungai ada seseorang (malaikat) yang di hadapannya terdapat bebatuan, setiap kali orang yang berenang dalam sungai darah hendak keluar darinya, lelaki yang berada di pinggir sungai tersebut segera melemparkan bebatuan ke dalam mulut orang tersebut, sehingga ia terdorong kembali ke tengah sungai, dan demikian itu seterusnya.”. (HR. Bukhari II/734 nomor 1979)