Monday, October 29, 2018

BERAGAMA YANG BENAR ADALAH MENGIKUTI SUNNAHNYA


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ketika ada seorang ustadz menjelaskan pentingnya beragama dengan cara yang benar yakni iitiba', Mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan meninggalkan cara selain itu, karena cara lain jelas jalan kesesatan jadi teringat dulu saat masa-masa masih jahil.
Dulu sekali saya pernah mengikuti sebuah firqoh(kelompok) yang memiliki amalan-amalan dzikir yang nyleneh, melakukan dzikir dengan jumlah bilangan tertentu dan keadaan tertentu, semisal dzikir dalam gelap, dzikir digabung dengan pernafasan, dzikir ditempat sepi, dan semacamnya. Semua dilakukan secara berjamaah dan terjadwal dalam pertemuan yang disepakati.
Ketika kami melakukan bersama-sama mulanya efeknya kita banyak menangis, yakni menangisi dosa, dan saat itu setelah mengikuti beberapa pertemuan saya merasa senang akhirnya berpendapat inilah cara dzikir yang benar.
Namun seiring waktu mulai terlihat keanehan, ada beberapa teman dipertemuan itu jika melakukan dzikir sampai teriak-teriak bahkan ada yang kesurupan.
Ketika saya tanyakan hal ini kepada Syaikh pimpinan firqoh itu dia cuma bilang, "itu cuma kesurupan dzat Allah, gak apa, gak usah kuatir". Penjelasan itu saya terima begitu saja, maklum masih jahil saat itu.
Selang beberapa waktu ada salah seorang teman saya pada suatu pertemuan ketika melakukan dzikir secara berjamaah mendadak dia kesurupan, dan esoknya berlanjut, dia dalam beraktivitas seperti orang linglung, dan karena terjadi terus dalam beberapa Minggu keluarganya pun kuatir dan akhirnya membawa teman itu ke dokter jiwa(psikolog), dan setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dokter menyatakan si teman mengalami sakit jiwa akut dan harus dirujuk ke rumah sakit jiwa terdekat, Subhanallah.
Setelah merenung dan mempertimbangkan secara matang saya akhirnya meninggalkan firqoh itu, karena logika waktu itu sederhananya jika ajaran yang benar dan Sahhih harusnya mendatangkan kebaikan, mashlahat bagi pengamalnya, bukan malah mendatangkan mudharat bagi pengamalnya.
Belakangan ketika belajar fikih doa dan dzikir yang sudah disampaikan para ulama kibar seperti Imam Nawawi atau lainnya baru tau amalan doa dan Dzikir dengan cara yang diajarkan di firqoh itu sangat jauh dari yang telah disunnahkan.
Pengalaman ini mengajarkan kepada saya bahwa sesuatu yang baik dan benar hanya ketika sebuah amalan dibangun diatas dalil Sahhih dari Al-Qur'an dan Hadist Sahhih, dan ketika diamalkan pasti mendatangkan mashlahat bagi pengamalnya, karena amalan itu datang dari yang hak, yakni dari Allah Ta'ala dan RasulNya.
Sebaliknya amalan yang dibangun diatas syahwat, cuma hasil karangan seseorang dan menyelisihi dalil Sahhih dari Al-Qur'an dan Hadist Sahhih pasti sesat, buruk dan mendatangkan mudharat bagi pengamalnya.
Dan makin paham bahaya tipu muslihat iblis, mereka menipu manusia dengan amalan yang seakan benar, tapi sebenarnya keliru, iblis membungkus amalan keliru dengan amalan yang sudah dikenal manusia sebelumnya.
Waalahua'lam
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [Ali-Imran/3: 85]
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dia larang kepadamu, maka tinggalkanlah. [Al-Hasyr/59: 7]
Suatu saat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkisah,
خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هذه سبل و عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’ kemudian beliau membaca,
{وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}
‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya’” ([Al An’am: 153] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya]
Sumber Referensi, "Syarat Diterimanya Amal Ibadah", karya Ustadz Abu Muslim Al-Atsari di almanhaj.or.id

HATI-HATI EMOJI INI



Apa banyak orang jahil yaa?, banyak dalam comment pasang gambar ini, Padahal ini bentuk kampanye kaum gay dan lesbian, mohon teman-teman Waspadai pada model-model gambar yang ditawarkan oleh Aplikasi bukan saja Facebook juga pada aplikasi lainnya.
Salah satu jebakan kaum gay waspadalah !
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2)

INGAT PASANGANMU ADALAH PAKAIANMU


Oleh Siswo Kusyudhanto

Dikisahkan pada suatu sore di Kota Riyadh di sebuah rumah terjadi pertengkaran hebat antara seorang suami dengan istrinya karena suatu hal, keduanya begitu emosional, akhirnya pada suatu saat setelah berteriak si suami menampar istrinya,"plaaak!", hingga si istri hampir tersungkur, dan si istri langsung duduk bersimpuh menahan sakit dan menangis. Ditengah keadaan demikian pintu rumah diketuk seseorang, suami dan istri itu saling pandang, akhirnya si istri berdiri dan menghampiri pintu rumah mereka sambil menahan rasa sakit dipipinya.
Saat pintu dibuka oleh si istri, dia sangat terkejut karena yang mengetuk rumah mereka adalah ibunya beserta sang adik."Assallamualaikum wahai anakku", si istri menjawab salam, lalu bertanya,"ada apakah gerangan ibu berkunjung disore ini?", si ibu menjawab, "kami ingin tau keadaan kalian, karena sudah lama.kami tidak berkunjung kesini, apakah kalian baik2 saja?", si istri menjawab, "Alhamdulillah ibu, berkat doanya kami dalam keadaan baik-baik saja, bukankah begitu suamiku?", si istri bertanya pada suaminya sambil menutupi bekas tamparan suaminya dengan tangannya. Ditanya demikian suaminya menjawab,"seperti yang ibu mertua lihat, kami baik-baik saja", dalam hati sisuami kagum dengan sikap istrinya yang menutupi kejadian yang baru saja terjadi,.seakan tidak terjadi apa2 sore itu, hatinyapun merasa malu luar biasa atas sikap bijak istrinya.

Akhirnya sore itu mereka berbincang dengan penuh keakraban, dan dilanjutkan makan malam. Karena makanan di dalam rumah hanya sedikit maka si suami pergi keluar rumah untuk membeli makanan, sisuami menyusuri pertokoan Kota Riyadh untuk membeli makanan,.setelah selesai membeli makanan dia mampir ke sebuah toko perhiasan, dia membeli sabuk emas seharga 10.000 real, atau kira2 30juta rupiah. Setelah itu si suami pulang dan makan.malam beserta ibu mertua, adik ipar dan istrinya.

Ketika menjelang larut malam ibu dan adik pulang, tinggallah si suami dan istrinya, ditengah keheningan itu si suami mengeluarkan sabuk emas yang dibelinya tadi sore, dan.menyerahkan pada istrinya, "wahai istriku, inilah hadiah atas sikap bijakmu tadi sore, telah menutupi keburukan perbuatanku, ini juga menebus rasa malu padamu", istrinya kaget menerima hadiah itu,"wahai suamiku, sudah kewajibanku menutupi apa yang harus aku tutupi dari dirimu, karena aku adalah pakaian bagimu dan sebaliknya". Akhirny mereka berdua saling memaafkan dan melupakan kejadian tadi sore.

Sapi Betina (Al-Baqarah):187 -

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah PAKAIAN bagimu, dan kamupun adalah PAKAIAN bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."

Dikutip dr Ustadz Syafiq Reza Basalamah

Saturday, October 27, 2018

JANGAN MELIHAT KEBAHAGIAAN DARI MATERI



Oleh Siswo Khusyudhanto
Pada suatu sore disebuah kedai Bakso dan Mie Ayam yang ramai oleh pengunjung, ada diantara mereka yang memesan bakso dan menunggu didepan kedai, yakni ada seorang bapak yang datang membawa sepeda motor Astrea 800 warna merah duduk diatas motornya menunggu pesanan, dan ada satu lagi seorang bapak datang dengan mengendarai Mobil BMW seri terbaru dan duduk dibelakang kemudi sambil menelpon seseorang dengan HP Android terbarunya menunggu pesanannya.
Bagi orang yang awam dan hanya melihat sepintas pemandangan dua orang pemesan bakso ini kebanyakan mungkin akan mengira bahwa orang yang datang ketempat itu dengan mengendarai Mobil BMW adalah orang yang lebih berbahagia dari orang yang datang dengan mengendarai Motor Honda Astrea 800 warna merah itu.
Namun ketika kita dalami bisa jadi orang yang datang ketempat itu dengan Honda 800nya adalah orang yang lebih bahagia, karena dia baru saja menerima gaji bulan ini yang hanya sebesar UMR, dan saking bahagianya dia sebelum pulang kerumah mampir dulu ke kedai bakso itu untuk membelikan bakso bagi istri dan anak-anaknya.
Sementara orang yang datang membawa Mobil BMW ketempat itu ternyata bukanlah orang yang berbahagia seperti kita kira, yang terjadi sebenarnya didalam mobilnya dia sedang sibuk menelepon rekan-rekan kerjanya untuk dapat membantu dirinya, dia sedang sangat gelisah karena besok sudah jatuh tempo tunggakan angsuran kredit ribanya yang sebesar 1 milyar, dia harus membayarnya esok hari atau semua jaminan kreditnya ke bank berupa rumah mewah dan mobil BMW yang dia kendarai ditarik oleh pihak bank.
Maka jangan sekali-kali menilai kebahagiaan dari apa yang terlihat, bisa jadi tidak demikian adanya, waalahua'lam.
Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)
Dikutip dari Ustadz Maududi Abdullah.
Referensi, "Orang Paling Kaya", karya Ustadz Abdullah Zein MA. Di web Muslim.or.id

BINGUNG KHAN SEKARANG ?


Oleh Siswo Khusyudhanto
Ada beberapa teman yang sudah terlanjur membeli berbagai atribut berlafadzkan kalimat tauhid menanyakan kepada saya pertanyaan seputar itu, seperti :
- Saya biasa mencuci kain dengan menginjak-injaknya, dan sekarang saya sudah terlanjur membeli bendera dengan lafadz tauhid, kaos dengan lafadz tauhid, dan topi dengan lafadz tauhid, apakah boleh diinjak dalam rangka untuk mencucinya?
- Saya sudah membeli kaos dengan lafadz tauhid kemudian saya mencuci dengan mesin cuci, apakah boleh dicuci bersamaan dengan celana anak saya bekas ompol?
- Saya membeli kaos dengan lafadz tauhid, bolehkan saya gunakan untuk datang ke acara konser musik?
Dan seterusnya.
Banyak pertanyaan aneh seputar produk dengan tulisan berlafadzkan tauhid, namun sulit dijawab, bahkan saya tanyakan kepada para ustadz, juga mereka sulit menjawabnya.
Dalam sebuah kajian ada seorang ustadz menerangkan soal ini, bahwa dalam ribuan hadist tidak sekalipun disebut bahwa Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam ataupun para sahabat mereka menuliskan ayat2 Al-Qur'an di suatu tempat, karena bagi mereka ayat Al-Qur'an dimuliakan sebagai mana kedudukannya, kedudukan Al-Qur'an bagi mereka adalah pedoman hidup, petunjuk segala perkara yang berkaitan dengan dunia dan Akhirat, Ayat Al-Qur'an bukan sekedar simbol atau hiasan seperti kebanyakan manusia memperlakukan seperti saat ini, waalahua'lam.
Allah Ta'ala berfirman,
وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur`ân) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. [al-A’râf/7:52].
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur`ân) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri”. [an-Nahl/16:89]
--------
KEEMPAT MAHZAB MELARANG MENULIS AYAT AL-QUR'AN DISEMBARANG TEMPAT, DIANTARANYA YAKNI MAHZAB SYAFI'IYAH.
Keterangan Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam kitabnya at-Tibyan,
مذهبنا أنه يُكره نقش الحيطان والثياب بالقرآن , وبأسماء الله تعالى
Madzhab kami (syafiiyah), dibenci menuliskan al-Quran atau nama Allah di tembok atau kain.
Di tempat lain, beliau mengatakan,
لا تجوزُ كتابة القرآن بشيءٍ نجسٍ , وتُكره كتابته على الجدران عندنا
Tidak boleh menuliskan al-Quran dengan tinta najis. Dan dibenci menuliskan al-Quran di dinding, menurut madzhab kami. (at-Tibyan fi Adab Hamalah al-Quran, hlm. 89).
Keterangan Muhammad as-Syirbini (w. 977 H),
ويُكره كتبُ القرآن على حائط ولو لمسجد , وثياب , وطعام , ونحو ذلك
Dibenci menuliskan al-Quran di dinding, meskipun milik masjid, atau di baju atau makanan, atau semacamnya. (al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja’, 1/104).
Keterangan as-Syarwani (w. 1301 H),
يُكره كتبُ القرآن على حائط , وسقف , ولو لمسجد , وثياب , وطعام , ونحو ذلك
Dibenci menuliskan al-Quran di dinding atau atap, meskipun milik masjid, atau di baju, atau semacamnya. (Hasyaiyah as-Syarwani, 1/156).
Keterangan as-Suyuthi (w. 911),
قال أصحابنا : وتكره كتابته على الحيطان , والجدران , وعلى السقوف أشدّ كراهة
Para ulama madzhab kami mengatakan, dibenci menuliskan al-Quran di dinding dan lebih dilarang lagi menuliskannya di atap. (al-Itqan fi Ulum al-Quran, 2/454).
Sumber Referensi, "Dilarang Memasang Kaligrafi?", Karya Ustadz Ammi Nur Baits, di konsultasi syariah.co

Friday, October 26, 2018

HINDARI TINDAKAN MENDAHULUI ALLAH DAN RASULNYA


Oleh Siswo Khusyudhanto
Disebutkan dalam sebuah artikel bahwa penyimpangan dalam agama banyak terjadi disebabkan sikap yang mendahului dalil sahhihah dari Al-Qur'an dan Hadist.
Dalam kitab Al Ithisam, Imam Syathibi menyebutkan ciri yang membedakan antara Ahlu Sunnah dan Ahlul Bid'ah. Beliau menyebutkan Ahlu Sunnah adalah mereka yang berjalan dibelakang dalil Sahhih dari Al-Qur'an dan Hadist, mereka berjalan kemana saja dalil Sahhih itu mengarah. Artinya Ahlu Sunnah adalah orang-orang yang mempelajari Al-Qur'an dan Hadist kemudian mereka beramal mengikuti apa yang tertuang didalam keduanya.
Sebaliknya Ahlul Bid'ah adalah mereka yang berjalan didepan dalil sahhihah dari Al-Qur'an dan Hadist, mereka beramal dengan amalan-amalannya yang dinilai baik sesuai syahwatnya kemudian mereka melakukan pembenaran atas amalannya itu dengan menggunakan dalil Sahhih dari Al-Qur'an.
Dalam sebuah kajian seorang ustadz menyebutkan, kaidahnya yang benar seorang hamba adalah mengikuti tuannya, kemana saja perintah dan aturan yang dibuat tuannya akan ditaati sebaik mungkin. Demikian sikap Ahlu Sunnah sejati, mereka mengikuti seruan dari Allah Ta'ala dan RasulNya, dan meninggalkan larangan Allah Ta'ala dan RasulNya, karena dia dalam posisi hamba Allah dan pengikut Rasullullah.
Sementara pelaku kebid'ahan mereka beramal dahulu sesuai keinginannya kemudian melakukan pembenaran dari dalil Sahhih yang diambil dari Al-Qur'an dan Hadist. Dalam keadaan demikian menjadi situasi yang membingungkan, karena yang terjadi seorang hamba melakukan pemaksaan kepada Tuannya untuk membenarkan amalannya, yakni memaksa Allah Ta'ala dan RasulNya membenarkan amalan2 Bid'ah nya.
Waalahua'lam.
Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman yang berlaku sebagai hamba Allah Ta'ala dan RasulNya, yakni mengikuti kemana saja dalil Sahhih dari Al-Qur'an dan hadist mengarah, bukan mendahuluinya, aamiin.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Hujurat:1)
Imam Ibnu Jarir At Thabari rahimahullah berkata,
“ Firman Allah (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا) maksudnya wahai orang-orang yang telah meyakini keesaan Allah dan kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Firman Allah (لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ) maksudnya janganlah kalian mendahului ketentuan Allah dalam urusan peperangan dan agama kalian sebelum Allah dan rasul-Nya menetapkan perkara tersebut, sehingga kalian menetapkan yang tidak sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya…”
Makna ayat ini secara umum yaitu, “ Janganlah memutuskan suatu perkara kecuali Allah dan rasul-Nya, dan janganlah mendahului keputusan Allah dan rasul-Nya.
Imam Ibnu Jarir menjelaskan, “Adapun tentang ayat ( وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ) maksudnya takutlah wahai orang-orang beriman kepada Allah dalam perkataan kalian, jangan mengatakan sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh Allah dan rasul-Nya serta dalam perkara-perkara lainnya. Dan waspadalah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar terhadap apa yang kalian ucapkan, dan Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian inginkan ketika kalian berbicarara. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dari seluruh urusan kalian dan orang-orang selain kalian”
Sumber Referensi, "Larangan Mendahului Allah dan RasulNya", karya Ustadz Dr. Andika Minaoki di Muslim.or.id

Wednesday, October 24, 2018

SEBERAPA BESAR KEINGINANMU UNTUK MEMAHAMI PERKATAAN ALLAH TA'ALA ?


Oleh Siswo Khusyudhanto
Dalam sebuah kajian Ustadz Abu Zubair Hawaary menyebutkan,
" Banyak orang membeli Kamus Bahasa Inggris dikarenakan keinginan mereka untuk dapat memahami perkataan orang asing, sehingga hampir setiap rumah selalu ada Kamus Bahasa Inggris.
Namun sangat sedikit orang memiliki Kitab Tafsir Al-Qur'an dirumahnya, hal ini menunjukkan sangat sedikit orang punya keinginan untuk mendalami dan memahami perkataan Allah Ta'ala dalam ayat-ayat Al-Qur'an.
Maka mulailah belajar memahami perkataan Allah Ta'ala dengan membaca Kitab Tafsir, karena disana banyak pelajaran yang kita dapatkan, yakni tentang perintah dan larangan dari Allah Ta'ala, waalahua'lam."
Allah Ta'ala berfirman
وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur`ân) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. [al-A’râf/7:52].
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur`ân) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri”. [an-Nahl/16:89]
Sumber Referensi, "Petunjuk Terbaik ada dalam Al-Qur'an", karya Ustadz Ashim bin Musthofa di almanhaj.or.id

BAHAYA DIBALIK SEMANGAT MENEGAKKAN KALIMAT TAUHID


Oleh Siswo Khusyudhanto
Kemarin ditawari seorang teman sebuah kaos dengan tulisan kalimat Syahadat dibagian depannya, namun setelah saya pertimbangkan saya menolaknya.
Dia penasaran atas penolakan saya dan minta penjelasan dari saya, kemudian saya jelaskan bahaya menggunakan kaos seperti itu jika kita tidak berhati-hati maka bukan memuliakan kalimat syahadat yang tertulis disitu namun malah sebaliknya. Jika sembarangan menggunakan kaos ini yang terjadi bisa saja malah menghinakan dan melecehkan, semisal saya pakai kaos ini kemudian tampa sadar saya bawa masuk kamar mandi dan buang air besar, dengan masih menggunakan kaos itu dibawa ke tempat yang kotor seperti kamar mandi justru yang terjadi adalah pelecehan terhadap tulisan syahadatnya.
Atau juga pada perbuatan lainnya, semisal ada orang dengan memakai kaos itu kemudian pergi ketempat maksiat seperti diskotik, konser musik dan lainnya.
Atau yang paling buruk menggunakan kaos itu kemudian si pemakai melakukan perbuatan maksiat, tentu ini adalah masuk kepada perbuatan penghinaan dan pelecehan terhadap Allah Ta'ala dan RasulNya, waalahua'lam.
Dan sebagai seorang Muslim kita dilarang keras melecehkan dan menjadikan Syariat Allah Ta'ala dan RasulNya sebagai permainan dan candaan, hukumnya sangat keras atas hal ini, bahkan Allah Ta'ala mengancam kepada para pelakunya sebagai kafir setelah mereka beriman, waalahua'lam.
Bagi teman-teman yang menggunakan atribut berlafadzkan syahadat agar selalu berhati-hati terhadap hal yang dapat masuk kepada perbuatan melecehkan atau menjadikan candaan mengingat bahayanya.
Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai pengingat penulis dan para pembacanya, aamiin.
Allah Ta'ala berfirman,
ﻭَﻟَﺌِﻦ ﺳَﺄَﻟْﺘَﻬُﻢْ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟُﻦَّ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺨُﻮﺽُ ﻭَﻧَﻠْﻌَﺐُ ۚ ﻗُﻞْ ﺃَﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﺴْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﻥَ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺘَﺬِﺭُﻭﺍ ﻗَﺪْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧِﻜُﻢْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya BERSENDA GURAU dan BERMAIN-MAIN saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu BEROLOK-OLOK?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66]

Tuesday, October 23, 2018

JANGAN PAKAI BACKGROUND SEPERTI INI

Jika posting sesuatu jangan pakai background seperti ini, karena bendera warna-warni dibelakangnya adalah Bendera kaum gay dan lesbian, mohon dihindari, daripada dikira mendukung kaum gay dan lesbian, Afwan



HAMPIR SEMUA KERUSAKAN AGAMA DISEBABKAN MENINGGALKAN SIKAP ZUHUD


Oleh Siswo Khusyudhanto
Dari semua pembahas kerusakan dalam agama hampir semua disebabkan oleh meninggalkan sikap Zuhud. Mulai korupsi, riba, menipu, berbohong, merubah angka kuitansi, merubah timbangan dan seterusnya disebabkan hilangnya sikap Zuhud pada pelakunya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, zuhud yang disyari’atkan ialah meninggalkan rasa gemar terhadap apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat. Yaitu terhadap perkara mubah yang berlebih dan tidak dapat digunakan untuk membantu berbuat ketaatan kepada Allah, disertai sikap percaya sepenuhnya terhadap apa yang ada di sisi Allah.
Misal dalam soal shalat saja kita wajib memiliki sikap Zuhud, dalam sebuah kajian Ustadz Abu Zubair Hawaary menyebutkan, jika seseorang ingin khusyuk dalam shalatnya dia wajib memiliki sikap Zuhud, karena perusak utama kekhusyukan shalat adalah benak yang dipenuhi oleh urusan-urusan dunia, maka selama belum ada sikap Zuhud padanya selamanya sulit dia mencapai kekhusyukan dalam shalat.
Dalam bagian lain ada Seorang Ustadz menjelaskan bahwa sikap Zuhud itu perlu dilatih, tidak datang dengan sendirinya. Semisal ada seseorang sangat suka nonton pertandingan bola, dan jamnya sering bersamaan dengan waktu masuk shalat Isya', maka dia harus berlatih meninggalkan menonton pertandingan bola, dan berusaha mengerjakan shalat fardhu berjamaah di masjid terdekat. Atau juga semisal ada wanita yang suka nonton sinetron dan saat bersamaan sudah masuk waktu shalat fardhu, maka dia harus berlatih meninggalkan nonton sinetron dan mengerjakan shalat fardhu.
Demikian juga dengan urusan dunia yang lainnya, ditempatkan setelah urusan Akhirat, waalahua'lam.
Dalam sebuah hadist disebutkan pentingnya sikap Zuhud.
عَنْ أَبِـي الْعَبَّاسِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ؛ قَالَ : أَتَىَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِِ ! دُلَّنِـيْ عَلَـىٰ عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِيَ النَّاسُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «اِزْهَدْ فِـي الدُّنْيَا ، يُـحِبُّكَ اللّٰـهُ ، وَازْهَدْ فِيْمَـا فِي أَيْدِى النَّاس ، يُـحِبُّكَ النَّاسُ». حَدِيْثٌ حَسَنٌ ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَغَيْرُهُ بِأَسَانِيْدَ حَسَنَةٍ
Dari Abul ‘Abbâs Sahl bin Sa’d as-Sa’idi Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Wahai Rasulullâh! Tunjukkan kepadaku satu amalan yang jika aku mengamalkannya maka aku akan dicintai oleh Allah dan dicintai manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya engkau dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya engkau dicintai manusia.” [Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Mâjah dan selainnya dengan beberapa sanad yang hasan]
TAKRIJ HADITS :
Hadits ini hasan diriwayatkan oleh:
1. Ibnu Mâjah no. 4102, dan ini lafazhnya.
2. Ibnu Hibbân dalam Raudhatul ‘Uqalâ` hlm. 128
3. Ath-Thabarâni dalam al-Mu’jamul Kabîr no. 5972
4. Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyâ’ VII/155, no. 9991
5. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iimân no. 10043
6. Ibnu ‘Adi dalam al-Kâmil III/458
7. Al-‘Uqaili dalam adh-Dhu’afâ` II/357
8. Al-Hâkim IV/313
Sumber Referensi, "Zuhudlah, niscaya engkau dicintai oleh Allah Ta'ala dan Manusia", karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas di almanhaj.or.id

YAKINKAH YANG KITA MAKAN DARI YANG HALAL ???


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam kajian tadi Ustadz Erwandi Tarmizi diajukan sebuah pertanyaan oleh salah seorang jamaah mengenai anaknya yang bekerja di bank konvensional, dan oleh ustadz dijawab haramnya harta haram untuk dimakan, karena bekerja di bank konvensional yang mempraktekkan kegiatan ribawi tentu harta hasil dari dia bekerja hukumnya haram, atau terlarang untuk dikonsumsi, beliau menyampaikan hadist dimana ada seseorang bersedekah kurma kepada Nabi Muhammad Shalallalahu alaihi wa Sallam dan keluarganya, dan hal ini dilarang oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam, karena keluarga beliau memang terlarang menerima sedekah, padahal hanya sebutir kurma sekalipun beliau melarang untuk dimakan.
beliau mengatakan, " meskipun hanya sebutir kurma Nabi melarang untuk dimakan karena kedudukannya terlarang untuk dimakan, apalagi jika itu(gaji karyawan bank) dapat untuk membeli banyak kurma, mungkin berkilo-kilo kurma jumlahnya tentu lebih terlarang secara syariat untuk dikonsumsi."
Mendengar jawaban ustadz jadi tersentak, sedemikiannya terlarang mengkonsumsi sesuatu yang haram dalam agama ini, sampai secuilpun kita dilarang untuk mengkonsumsinya. Hal ini menjadi pertanyaan pada diri sendiri, " sudahkah kita mengawasi makanan yang dikonsumsi keluarga kita?, apakah sudah bersih dari perkara haram seperti riba yang jelas perbuatan yang dilaknat oleh Allah dan RasulNya?, atau kita sebenarnya tau itu haram namun pura-pura tidak tau akan hal ini karena banyak orang juga melakukannya demikian?".
Padahal ancaman terhadap memakan makanan dari hasil haram sudah jelas adalah neraka. Semoga mampu menjauhi makanan dari hasil yang haram, aamiin.
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ
Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari makanan haram. [HR. Ibn Hibban dalam Shahîhnya]
Dari Ka’ab bin ‘Ujrah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdabda :
يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحتٍ إلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَولَى بِهِ
Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali neraka lebih utama atasnya. [HR. Tirmidzi]
Kata السحت dalam hadits di atas maksudnya adalah semua yang haram dalam segala bentuk dan macamnya, seperti hasil riba, hasil sogokan, mengambil harta anak yatim dan hasil dari berbagai bisnis yang diharamkan syari’at.
Sumber Referensi, DAHSYATNYA BAHAYA MEMAKAN HARTA HARAM, Oleh Syaikh Shalih bin Muhammad Alu Thalib di almanhaj.or.id

Doakan Banser insyaAllah lebih baik


Banyak posting mencaci maki Banser, bahkan keluar kata kotor, subhanallah, kenapa kok gak ada yang mendoakan saja, agar mereka hijrah ke pemahaman agama yang benar, tidak Taklid Buta sampai membabi buta seperti itu, hijrah dari amalan syirik dan Bid'ah nya, hijrah dari kejahilannya, dengan demikian insyaAllah kita dapat pahala dari amalan berdoa yang kita lakukan dan permintaan doa kita itu jika dikabulkan oleh Allah Ta'ala jauh lebih indah.
Daripada mencaci-maki dan berkata kotor, sudah dosa, menimbulkan kebencian sesama Muslim, dan malah pontensi besar terjadinya konflik antar kelompok Islam. Subhanallah.
WASPADA salah satu jebakan setan bro.

BAHAYA ORANG YANG MEMBIARKAN DIRINYA BODOH


Oleh Siswo Khusyudhanto
Dalam kajian Ustadz Erwandi Tarmizi, beliau membahas kisah seorang pengusaha yang berusaha mengajak teman-teman nya untuk belajar ilmu Muamalah namun tidak berhasil.
Suatu hari Ustadz Erwandi Tarmizi ditemui oleh seorang pengusaha besar di Tanah Abang yang menjual jam tangan secara grosir, pengusaha itu menceritakan pernah melihat video kajian Ustadz Erwandi Tarmizi di YouTube mengenai terlarangnya menjual merk orang lain, alias bajakan, sejak mengetahui hal tersebut si pengusaha itu kemudian berhenti menjual jam tangan merk orang lain, atau bajakan, dia kemudian mengambil langkah antisipasi, dia pergi ke Negri China datang ke Pabrik pembuat jam tangan, disana dia minta pihak pabrik membuat jam tangan dengan merk dia sendiri, alias tidak menggunakan merk orang lain lagi. Dan Alhamdulillah sejak menggunakan merk sendiri usahanya berkembang pesat, bahkan saat ini si pengusaha sudah punya merk sendiri sejumlah 5 merk.
Kemudian si pengusaha bertanya kepada Ustadz Erwandi Tarmizi tentang kedudukan harta yang dia peroleh selama ini dari penjualan merk orang lain(bajakan), yakni sekitar 20 tahun lebih. Ustadz Erwandi Tarmizi kemudian menyarankan untuk dihitung berapa perkiraan yang didapatkan dari menjual merk orang lain itu, lalu si pengusaha menghitung hartanya lalu mengatakan kepada ustadz sekitar 5 milyar rupiah. Ustadz kemudian menyarankan uang 5 milyar itu disedekahkan dengan menggunakan atas nama pemilik merk yang produknya dibajak selama ini. Si pengusaha menyanggupi saran dari ustadz kemudian dia menjual salah satu rumahnya yang seharga 5 milyar dan disedekahkan, namun si pengusaha meminta ustadz untuk memberi kajian tentang Muamalah Syariah kepada para pedagang di Tanah Abang, dan beliau menyanggupi permintaan si pengusaha.
Tepat pada hari yang ditentukan Ustadz Erwandi Tarmizi memberikan kajian di Tanah Abang, banyak yang datang saat itu untuk menyimak kajian beliau, dan setelah itu ditentukan lagi ada kajian sesi kedua di tempat yang sama untuk lebih memperdalam ilmu Muamalah Syariah.
Namun ketika pada hari kajian sesi kedua, sangat sedikit jamaah yang datang ke kajian itu, kebanyakan mereka tidak datang mungkin beralasan jika mengetahui ilmu akad halal dan haram tentu harus mengamalkan, dan jika tidak mengetahui ilmunya mungkin lebih baik karena tidak perlu mengamalkan.
Padahal jika seseorang membiarkan dirinya bodoh adalah sebuah sikap yang membahayakan dirinya, dapat terjadi dia melakukan sesuatu yang haram seperti riba tampa di ketahui olehnya, padahal riba mendatangkan azab baik didunia apalagi di akhirat kelak.
Bahaya orang yang membiarkan dirinya bodoh dan tidak mau belajar kemungkinan tertimpa dua dosa sekaligus, yakni dosa tidak mau belajar dan dosa karena dia bodoh.
Waalahua'lam.
Allah ta’ala berfirman,
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)
Allah ta’ala berfirman:
“Katakanlah (ya Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang yang tidak mengetahui (jahil)?.” (QS. Az-Zumar: 9)

ILMU KEBAL ???

Dulu ada kisah lucu saya pernah membicarakan soal bid'ah, terus ada seorang Banser comment dan mengancam saya, dia akan datang akan menggorok leher saya, terus saya bilang, " silahkan datang dan gorok leher saya, jika Allah Ta'ala berkendak mati ditangan antum maka saya akan mati. Jika Allah Ta'ala tidak menghendaki saya mati, maka setajam apapun pedangmu tak akan pernah melukai leher saya." mendengar itu rupanya dia salah paham dikiranya saya punya ilmu kebal, padahal gak ada sama sekali, akhirnya dia minta maaf, masyaAllah

Sunday, October 21, 2018

FITRAH WANITA ADALAH DIRUMAH


Oleh Siswo Khusyudhanto
Disampaikan oleh Ustadz Erwandi Tarmizi dalam kajian khusus Muslimah di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru.
Dikisahkan disaat perebutan kembali Kuwait dari kekuasaan Negara Irak pimpinan Saddam Husain dalam perang teluk. Disaat perebutan kembali wilayah Kuwait itu, beberapa pimpinan militer Arab Saudi berinisiatif untuk mendirikan beberapa tenda yang digunakan untuk mengisi kajian ilmu agama dibeberapa tempat.
Dalam keadaan demikian ada seorang perwira Wanita Tentara Amerika Serikat mendatangi sebuah tenda kajian ilmu agama yang dikhususkan bagi para pria, ketika dia masuk dan ditolak oleh panitia kajian karena kajian itu memang dikhususkan untuk para pria, dan terlarang wanita masuk kedalam tenda itu, mendapatkan perlakuan demikian si tentara Wanita Amerika itu marah2, karena dia merasa sebagai perwira dan dilarang masuk ketempat itu, dia berkata," meskipun saya wanita namun saya adalah seorang perwira, anak buah saya pria semua ada sekitar 100 orang.".
Kemudian setelah panitia memberikan penjelasan bahwa dalam agama Islam terlarang bercampur antara pria dan wanita bukan mahram baginya, dan menyarankan si tentara wanita itu untuk datang saja ke tenda kajian ilmu agama yang diperuntukkan bagi para wanita akhirnya si tentara wanita itu mau mengikuti saran panitia.
Dan akhirnya si tentara wanita Amerika itu berjalan menuju tenda kajian yang dikhususkan untuk wanita, begitu dia masuk tenda itu betapa kagetnya dia, ada puluhan wanita Berhijab syar'i berwarna hitam, dan juga bercadar semua. Lalu si Tentara wanita itu berkata, " lihat pakaian kalian, apakah tidak sulit berkerja dan melakukan aktifitas sehari-hari dengan pakaian seperti itu?", Mendengar pertanyaan ini ada seorang wanita berhijab syar'i dan bercadar maju dan menjawab pertanyaan itu, " Insyaallah pakaian kami tidak membebani aktifitas kami, karena kami selalu berada didalam rumah, dan kami tidak bekerja diluar rumah. Yang bekerja adalah para suami kami karena memang tanggung jawab mencari nafkah dalam agama kami adalah para pria."
Si tentara wanita Amerika itu kaget mendengar jawaban tersebut, "hah ! kalian enak sekali tidak bekerja?", Sementara saya harus bertaruh nyawa di negri ini demi menghidupi ketiga anak saya di Amerika sana, sementara suami saya entah kemana perginya. Jika demikian ambil pangkat saya ini dan nikahkan saya dengan salah satu pria kalian agar saya tinggal dirumah dan tidak bekerja."
Pelajaran penting dari kisah ini menunjukkan bahwa secara fitrah nya wanita memang seharusnya selalu berada dirumahnya, dan mendidik anaknya menyiapkan generasi Rabbani di masa depan, waalahua'lam.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab: 33).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa makna dari ayat {وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ} yaitu menetaplah kalian di rumah kalian sebab hal itu lebih selamat dan lebih memelihara diri kalian. Sedangkan makna ayat { وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى } yaitu janganlah banyak keluar dengan bersolek atau memakai parfum sebagaimana kebiasaan orang-orang jahiliyah sebelum Islam yang tidak memiliki ilmu dan agama. Perintah tersebut bertujuan untuk mencegah munculnya kejahatan dan sebab-sebabnya. (Lihat Taisir Al Karimirrahman surat Al Ahzab 33).
Sumber Referensi, "Pahala Berlimpah bagi wanita yang tinggal di rumah", karya Andika Minaoki di Muslim.or.id

Friday, October 19, 2018

KAMI TIDAK MERAYAKAN MAULID NABI KARENA SANGAT MENCINTAI NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ALAIHI WA SALLAM.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Banyak syubhat disebarkan dikalangan masyarakat awam mengenai kelompok orang yang tidak mau merayakan Maulid Nabi dikatakan adalah orang yang benci kelahiran Nabi dan benci shalawat, sejatinya dalam ungkapan ini sarat dengan fitnah, jauh dari fakta sebenarnya.
Ini jelas keliru, karena faktanya kami tidak merayakan Maulid Nabi disebabkan berusaha mengamalkan dalam kehidupan nyata perintah langsung dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam, disebabkan kecintaan kepada beliau, untuk selalu berpegang teguh kepada Sunnah beliau dan Sunnah para sahabat, dan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam sendiri yang menjamin bahwa dengan mengikuti sunnah beliau dan para sahabatnya adalah orang-orang yang akan selamat kelak. waallahua'lam.
Juga soal shalawat, berapa banyak ulama kami yang tidak merayakan maulid nabi namun dalam kitabnya menuliskan banyak shalawat kepada Nabi, mungkin dalam satu kitab ada ribuan shalawat disampaikan. Juga dalam banyak kajian kami para ustadz paling depan mengingatkan bahaya shalawat disingkat dengan SAW, seperti Ustadz Syafiq Reza Basalamah sering mengingatkan soal ini, kata beliau, " kita harusnya malu, kita dapat menulis panjang-panjang, berkata-kata banyak, namun ketika bershalawat kepada Nabi malah disingkat, dan tentu dengan menyingkat shalawat menjadi SAW tidak ada nilai pahalanya, waallahua'lam."
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: “hadits ini hasan shahih”).
Seorang ustadz kajian Sunnah ketika menjelaskan hadist ini menyebutkan, Nabi Muhammad Shalallalahu alaihi wa sallam memiliki pengetahuan atas apa yang terjadi dimasa depan, yakni terjadi fitnah yang sangat luar biasa dikalangan Umat Muslim, yakni banyaknya terjadi amalan bid'ah dimana-mana, dan ketika itu terjadi kita sebagai Umat beliau diminta untuk menggigit Sunnah beliau dan Sunnah para sahabat dengan gigi geraham. Kenapa dengan geraham?, karena jika sesuatu digigit dengan gigi depan dan kemudian dipaksa dicabut, maka yang terjadi hanya luka saja, sebaliknya ketika sesuatu digigit dengan gigi geraham, dan yang digigit itu dipaksa ditarik keluar mulut maka yang terjadi mmungkin luka parah bahkan mungkin mendatangkan kematian.
Pesannya sungguh jelas kita sebagai Umat Muslim yang mengaku sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallalam wajib berpegang teguh kepada Sunnah beliau dan Sunnah para sahabat beliau, meskipun banyak terjadi amalan-amalan bid'ah disekitar klita, bahkan mungkin mungkin dalam mempertahankan Sunnah itu dengan taruhan nyawa kita sekalipun.
Dan amalan Maulid Nabi tidak ada sama sekali perintahnya dari Nabi Muhammad Shalallahu alaih wa sallam ataupun juga tidak pernah diamalkan para sahabat beliau, bahkan juga tidak pernah diamalkan para imam mahzab sekalipun.
Waallahua'lam.
Sumber Referensi " Hadist-hadist Bid'ah", karya Yulian Purnama di Muslim.or.id

PESAN BAGI MEREKA YANG MENINGGALKAN SHALAT


Oleh Siswo Khusyudhanto
Seseorang mampu bekerja selama 8 jam, dari jam 9 pagi ke jam 5 sore, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun, hanya dengan bayaran mungkin 4-5 juta perbulan. Namun dia tidak mampu menegakkan shalat yang hanya lima menit setiap kali shalat, dan 25menit sehari, padahal shalat adalah perintah Allah, yang telah memberikan hidup, memberi oksigen, air, memberi apa yang ada dalam dirinya sendiri, mata, kaki, tangan, ginjal, paru2, usus, jantung, darah dst., andai Allah minta itu dibayar niscaya dia tidak akan mampu membayarnya dengan uang dan harta yang dia punya dari hasil bekerja selama ini.
Maka hanya orang yang sombong, yang meninggalkan perintah Allah yang telah memberikan dia segalanya, dan lebih setia kepada bos dan atasannya hanya karena bayaran yang amat sangat sedikit.
Semoga kita termasuk orang yang tau diri kepada Allah Ta'ala, memahami mengapa kita diciptakan, dengan selalu menegakkan semua perintahNya, terutama mengenai Shalat, aamiin.
Allah menyatakan,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)
Dikutip dr Ustadz Maududi Abdullah Lc
Foto : Spanduk peringatan Shalat Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru

Thursday, October 18, 2018

SALAH SATU KAROMAH DIJAMAN NOW, YAKNI MAMPU MENJAGA PANDANGAN


Oleh Siswo Khusyudhanto
Setiap hari mungkin tampa sadar atau tidak kita selalu disuguhi pemandangan maksiat, dan kadang menghindar juga sulit, namun kita sering tidak peduli apakah ini bikin dosa atau tidak, kata Ustadz Zainal Abidin, "mungkin kita sudah kebal terhadap maksiat, sehingga menganggap maksiat itu sebagai hal yang lumrah". Ketika menuju suatu tempat didepan ada sepasang remaja berboncengan dengan sepeda motor, si gadis duduk dibelakang dengan memakai celana jeans yang press body sehingga menampakkan lekukan pantatnya. Ketika kita mencari aplikasi tajwid di playstore yang muncul duluan justru aplikasi lain yang menonjolkan foto-foto wanita berpakaian namun sejatinya telanjang. Ketika melihat tv justru penuh acara dan iklan yang mengumbar aurat, dan seterusnya."
Kata Ustadz Firanda Adirja, " jika dulu yang disebut karomah adalah kesaktian orang yang dianggap berilmu tinggi, dijaman ini istilah karomah lebih tepat diberikan kepada orang yang mampu menjaga pandangannya, karena kemaksiatan merajalela disekitar kita dan kebanyakan kemaksiatan itu jadi menu sehari-hari mata kita, karena itulah yang kita lihat setiap saat."
Jadi makin paham kenapa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam 1438 tahun yang lalu sudah mengingatkan hal ini, jauh sebelum ada tv, internet, android dst., karena maksiat mata dijaman ini jauh lebih berat, dari maksiat mata memicu orang berkhayal dan paling berbahaya jika kemudian orang yang terfitnah syahwat melakukan kejahatan, itu menjadi sebab dijaman ini sangat sedikit orang yang mampu menjaga pandangannya. Waalahua'lam.
Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ
“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad no. 8356. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)
Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan zina mata pertama kali, karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita. Karena jika mengumbarnya, berarti kita telah membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.
Referensi dr artikel "Menundukkan Pandangan"By Muhammad Saifudin Hakim, di muslim.or.id

SEJAK KAPAN SALAFI JADI ORMAS ?


Oleh Siswo Khusyudhanto
Ketawa aja baca postingan dengan judul"Kenapa saya keluar dari Salafi", karena dari judulnya saja kelihatan orang yang nulis jahil kuadrat, apalagi ketika membaca isi tulisannya, lebih ketawa lagi, diakhir posting malah kasihan sama yang nulis. Dan postingan model seperti ini banyak dishare dibanyak group dan dibaca orang yang awam, dan termakan syubhat dalam tulisan ini.
Kasihannya penulis dalam menulis hanya didasarkan pada emosi dan sudut pandang sempit, bukan didasarkan pada ilmu, karena kalau dia Salafi sejati harusnya tau bahwa bahwa Manhaj Salaf itu sangat besar dan luas, seperti dijelaskan oleh Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat, bahwa Dakwah Salafiyah itu sangat besar, sehingga saking besarnya dia tidak terkotak-kotak kedalam ormas, partai politik, bahkan negara, karena Manhaj Salaf diatas itu semua, karena Dakwah Salafiyah adalah dakwah yang mengajak manusia agar taat kepada Allah Ta'ala dan RasulNya. Makanya Dakwah Salafiyah tidak disibukkan oleh perbuatan demi kepentingan kelompok, ormas, partai politik dan lainnya.
Kesimpulannya Dakwah Salafiyah sangat Universal, saking Universalnya siapa saja dapat menjadi seorang Salafi selama Manhaj Salaf ada pada dirinya, yakni soal Aqidah dan Syariat amalannya sesuai dengan yang ada pada tiga generasi terbaik Umat Islam, yakni generasi sahabat, tabi'in dan tabi'ut. Waalahua'lam.
Semoga banyak orang tersadar dari kejahilannya, insyaf dari menuangkan sesuatu dalam postingan dia yang tak dipahami nya, aamiin.
----------
Penjelasan Singkat siapa Salafi dan cirinya
Oleh Ustadz Sofyan Ruray dalam web beliau
Salafi, Ahlus Sunnah wal Jama’ah, pengikut sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat, merekalah golongan yang selamat.
 Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى
? “Dan akan berpecah umatku menjadi 73 kelompok, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu yang mengikuti aku dan para sahabatku.” [HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu’anhuma, Shohihul Jami: 9474]
 Diantara ciri khusus manhaj Salaf; Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang membedakan dengan kelompok-kelompok lain adalah:
1) Memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat, bukan pemahaman pribadi atau kelompok dan organisasi tertentu.
2) Mendahulukan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah daripada akal, perasaan, mimpi, wangsit atau pendapat siapa pun.
3) Senantiasa menegakkan tauhid dan sunnah, menjauhi syirik dan bid’ah. Senantiasa berusaha untuk taat kepada Allah ta’ala dan tidak meremehkan dosa sekecil apa pun.
4) Menjaga ukhuwah dan persatuan di atas kebenaran, bukan di atas kesesatan. Dan saling menasihati dan mengingatkan bahaya kesesatan.
5) Memuliakan ulama dan taat kepada pemerintah muslim dalam perkara yang tidak bertentangan dengan hukum Allah, dan tidak memberontak kepada pemimpin muslim yang adil maupun zalim, tetapi menasihati secara sembunyi-sembunyi, tidak mengghibah dan menyebarkan aib-aib pemerintah muslim.

Wednesday, October 17, 2018

HATI-HATI TERHADAP FENOMENA "CHALLANGE"


Oleh Siswo Khusyudhanto
Ketika melihat disosial media banyak sekali bermunculan jenis "challange", hampir setiap bulan selalu muncul challange baru, ketika challange lama sudah bosan diikuti orang muncul lagi challenge lain yang lebih aneh, dan kebanyakan challenge-challange tersebut dipelopori oleh orang-orang kafir, sedihnya kemudian hal tersebut diikuti banyak orang yang statusnya seorang Muslim atau Muslimah, jadi teringat kajian seorang ustadz mengenai hadist tentang peringatan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bahaya mengikuti trend orang kafir.
Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam sudah memperingatkan bahaya tentang hal ini lebih dari 1400 tahun yang lalu, bahwa ada kecenderungan sebagian umat Muslim mengikuti trend kaum kafirin, mulai gaya hidup sehari-hari, sampai jenis perilaku yang aneh, bahkan trend yang sebelumnya jika dianggap perilaku kegilaan sekalipun, seperti halnya jika orang kafir punya trend masuk lubang dhob, alias kadal padang pasir, padahal jelas aneh dan sulit, karena lubang dhob sangat sempit, namun jika itu trendnya demikian maka akan banyak orang berusaha mengikutinya.
Padahal hukumnya adalah terlarang bagi seorang Muslim mengikuti trend yang terjadi dikalangan kaum kafirin, karena seorang Muslim punya gaya hidup dan trend sendiri yakni mengikuti perintah serta larangan yang datangnya dari Allah dan RasulNya, waalahua'lam.
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).
Ibnu Taimiyah menjelaskan, tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara. Lihat Majmu’ Al Fatawa, 27: 286.
Sumber Referensi, "Mengikuti kebiasaan orang kafir", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc di rumoysho.co

PENGHANCURAN UMAT MUSLIM OLEH KAUM KAFIRIN YANG PALING EFEKTIF YAKNI DARI GAYA HIDUP


Oleh Siswo Khusyudhanto
Seorang ustadz menyebutkan cara penghancuran kaum kafirin terhadap kaum Muslimin yang paling berbahaya bukan dengan senjata atau bom, tapi paling berbahaya yakni dengan gaya hidup mereka yang ditularkan kepada kaum Muslim.
Ini ada benarnya juga, lihat :
Orang kafir menularkan kebiasaan membuka auratnya, dan budaya ini banyak diikuti oleh Umat Muslim yang seharusnya menjaga auratnya, bahkan gaya berpakaian seperti itu dianggap gaya modern, padahal syariat soal menutup aurat dan cara berpakaian dalam Islam sudah jelas dan gamblang.
Orang kafir menularkan ritual ulang tahun kepada kalangan Umat Muslim, maka banyak umat Muslim melakukan ritual ini setiap tahunnya, padahal dalam Islam umur makin berkurang bukannya bertambah meskipun bertambah dalam angka, makin dekat keliang lahat kenapa dirayakan?.
Orang kafir menularkan budaya pacaran kepada kalangan umat Muslim, dan budaya ini diikuti banyak remaja Muslim, sehingga banyak terjadi perzinahan dikalangan Umat Muslim.
Orang kafir menularkan kebiasaan ribanya, maka banyak Umat Muslim terlibat dalam kegiatan riba, akibatnya banyak perbuatan zalim antar umat Muslim akibat perbuatan riba ini.
Orang kafir suka datang ke konser musik, diskotik dan karaoke, maka banyak umat Muslim ikut datang ke konser musik, diskotik dan karaoke, dan akibatnya banyak Umat Muslim melakukan maksiat dari tempat2 seperti ini.
Dan banyak sekali gaya hidup kaum kafirin masuk dan menjadi kebiasaan kaum Muslimin, sehingga ketika menjadi hal biasa dan wajar, bukan sebuah pelanggaran mereka sangat sulit diingatkan agar kembali mengikuti ajaran Islam.
Pada akhirnya jika dinasehatkan kepada mereka risalah perintah dan larangan baik dari Al-Quran dan Hadist sahhih' terutama tentang pelanggaran yang mereka lakukan, malah yang menyampaikan nasehat dicap radikal dan ekstrem, padahal merekalah yang sudah jauh menyimpang dari ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
Waallahua'lam
Allah Azza wa Jalla berfirman :
وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka).[an-Nisâ/4:89]