Tuesday, April 4, 2017

Seseorang yang tidak berilmu ibarat seorang bayi dihadapan seekor ular cobra.


Kalau seseorang mengirim sebuah posting tentang larangan bid'ah dan larangan syirik  pasti selalu ada comment ketidak sukaan, menilai ini posting yang gak penting bagi umat, dan gak perlu sering2 ditampilkan, subhanaAllah, padahal larangan bid'ah dan syirik adalah masuk prioritas dakwah karena masuk dalam upaya memurnikan aqidah tauhid, dan dakwah tauhid adalah dakwah para nabi dan rasul.
Comment-comment menyepelekan posting larangan bid'ah dan kesyirikan menunjukkan kedangkalan ilmu pemikiran orang itu akan bahaya perbuatan bid'ah dan syirik. Jadi ingat waktu Ustadz Abu Haidar As Sundawy membahas perbedaan orang yang berilmu dan yang tidak berilmu, kata beliau, " seseorang yang tidak mengetahui bahaya bid'ah dan syirik karena dirinya tidak memiliki ilmu atas hal itu ibarat bayi didepan seekor ular kobra, karena si bayi tidak punya ilmu tentang ular maka dia tidak tau sama sekali bahwa ular cobra berbahaya bagi dirinya, padahal gigitan ular cobra yang penuh bisa mematikan dapat mengakhiri hidupnya hanya beberapa menit saja, akhirnya si bayi diam atau mendekati si ular cobra. Padahal jika orang dewasa mengetahui ada ular cobra didekatnya dia akan berusaha lari menjauhi, karena orang dewasa tau ular ini mematikan dan membahayakan dirinya."
Ibnul Qayyim mengatakan, “Allah Yang Maha Suci memberitakan mengenai keadaan orang-orang yang berilmu; bahwa merekalah orang-orang yang bisa memandang bahwa wahyu yang diturunkan kepada Nabi dari Rabbnya adalah sebuah kebenaran. Allah menjadikan hal ini sebagai pujian atas mereka dan permintaan persaksian untuk mereka.
Allah ta’ala berfirman, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan orang-orang yang diberikan ilmu bisa melihat bahwa wahyu yang diturunkan dari Rabbmu itulah yang benar.” (QS. Saba’ [34]: 6).” (Al ‘Ilmu, fadhluhu wa syarafuhu, hal. 24)
Allah ta’ala berfirman, “Apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu adalah al-haq (kebenaran) sama dengan orang yang buta? (tidak mengetahui al-haq).” (QS. Ar-Ra’d: 19)
Referensi muslim.or.id.co

No comments:

Post a Comment