Thursday, April 27, 2017

Bedakan mencari kesalahan dan mengajak umat pada pemahaman yang benar.


Kemarin saya ditegur teman karena banyak posting saya mengupas kesalahan2 paham diluar paham Sunnah, dan mencap saya sok benar dan yang lainnya salah, never mind, terserah dia karena Alla Azza wa Jalla adalah sebaik-baik penilai, Dia yang paling tau isi hati saya, dosa dan pahala pemberinya adalah cuma Allah Azza Wa Jalla.
Jadi ingat kajian Ustadz Maududi Abdullah, " kita sering dakwahkan larangan bid'ah dan syirik agar umat muslim selamat, sebagaimana maksud dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassallam, beliau mengingatkan bahaya bid'ah dan syirik agar umatnya selamat, dan dalam menyampaikannya karena cinta, bukan karena benci, dan ketika menyampaikan dengan tutur kata yang baik bukan mencaci maki, waallahua'lam."
Sekedar cerita, diinbox saya ada beberapa akhwat yang curhat tentang kesedihan dan kekuatirannya karena suaminya aktif ikut kegiatan jamaah travelling, dan ada salah satu akhwat menceritakan jarang dinafkahi oleh suaminya, karena si suami sibuk berdakwah jarang pulang, dan karenanya istrinya dan anaknya sering kelaparan, subhanaAllah. Bahkan perrnah saya menyaksikan suami istri bertengkar hebat didepan saya, karena sisuami sulit dicari oleh sang istri karena hpnya dimatikan sementara salah seorang anak mereka sudah di Unit Gawat Darurat sebuah Rumah sakit selama 2 hari, dan si ayah tidak mengetahuinya, subhanaAllah.
Atau ketika pernah saya jumpai seseorang yang saya kenal berhutang jutaan kepada rentenir, hal ini dilakukan demi untuk dapat menyelenggarakan tahlil kematian, dan karena hutangnya sulit dilunasi karena bunga rentenir sungguh-sungguh mencekik leher, subhanaAllah.
Taukah anda kemiskinan umat terjadi diantara dari amalan2 bid'ah seperti tahlil kematian, menurut statistik jamaah yang hobby mengadakan tahlil kematian sejumlah 30 juta, misal 1% saja yakni 30 ribu bikin tahlil kematian pada suatu malam maka dana yang dibutuhkan adalah 150 milyar!!!, bagaimana jika 10% melakukan tahlil kematian bersamaan? maka ratusan milyar dihabisnya untuk amalan yang tidak ada contohnya dari Nabi ataupun para sahabat. ini baru tahlil kematian, belum dari maulid nabi, isra mi'raj, shalawat nariyah, isthiqosah, haul dst. maka kalau kita jumlahkan mungkin mencapai puluhan atau ratusan trilyun. Padahal itu gak ada contohnya dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam. Dan disisi lain banyak umat muslim membutuhkan dana untuk berbagai hal, mulai membangun masjid dan mushola, membiayai anak putus sekolah, operasional anak yatim piatu dan seterusnya.
Dan banyak kerusakan-kerusakan yang diakibatkan pemahaman yang jauh dari syariat Allah dan RasulNya, hal ini membuat kita yang mengetahui bahayanya untuk wajib menyampaikan dan mengajak umat muslim kembali kepada Alquran dan As Sunnah yang sahhihah, hanya dengan paham yang benar dan lurus umat ini akan berjaya, waallahua'lam.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Dari Abu Musa_radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
«الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا» وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ
“Orang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.’ Kemudian beliau menganyam jari-jemarinya.” [HR. Al Bukhari – Muslim]
Dalam hadits An Nu’man bin Basyir_radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
«مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى»
“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)’.” [HR. Al Bukhari – Muslim]
Dalam hadits Sahl bin Sa’ad_radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
«إِنَّ الْمُؤْمِنَ مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ يَأْلَمُ الْمُؤْمِنُ لِأَهْلِ الْإِيمَانِ كَمَا يَأْلَمُ الْجَسَدُ لِمَا فِي الرَّأْسِ»
“Orang mu`min bagi ahli iman seperti kedudukan kepala bagi tubuh, rasa sakit seorang mu`min bagi ahli iman seperti tubuh merasa sakit karena (penyakit) yang ada di kepala.” [HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no 1137]
Referensi darussalaf.co

No comments:

Post a Comment