Wednesday, June 26, 2019

KAPAN DAN DIMANA KITA DIJEMPUT KEMATIAN ???




Buka-buka internet tanpa sengaja nemu foto beliau rahimahullah, terkenang Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nur Huda Rahimahullah, beliau sudah terjun dibanyak daerah konflik untuk menyalurkan bantuan yang dihimpun dari pendengar Rodja dan media Sunnah lainnya seperti Palestina, Suriah, Yaman, Rohingya dan banyak lagi tempat lainnya, namun meninggal dunianya justru di Bagan Batu Riau ketika selepas mengisi sebuah kajian, sungguh dapat pelajaran penting dari perjalanan hidup hingga wafatnya beliau rahimahullah, kematian mutlak rahasia Allah Ta'ala tentang tempat dan kapan datangnya, sekalipun ditengah peperangan dan dibawah hujan peluru jika Allah Ta'ala belum menghendaki kita mati maka belum juga akan mati, sebaliknya bisa jadi kita sedang duduk bersama dengan teman dan keluarga disaat itu kita dijemput kematian, waallahua'lam
Semoga Allah Ta'ala selalu merahmati beliau, aamiin,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. [An Nisa’:78].
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاَقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. [Al Jumu’ah:8].
وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. [Qaaf:19].

POLRI CINTA SUNNAH




Oleh Siswo Kusyudhanto.
Dalam tabligh Akbar yang di isi oleh Ustadz Firanda Adirja di lingkungan Polres Pekanbaru beberapa tahun yang lampau beliau menyebutkan pentingnya memberikan pemahaman agama yang benar kepada aparat keamanan sebuah negri seperti TNI dan Polri agar keadaan negri kita semakin aman, karena ketika jika aparat TNI dan Polri memiliki pengetahuan agama yang cukup tentu dengan sendirinya mereka akan takut kepada Allah ketika akan berbuat zalim kepada masyarakat, dengan demikian makin terjaga keamanan dalam masyarakat.
Dan Alhamdulillah akhir-akhir ini ada banyak gerakan Cinta Sunnah dikalangan aparat keamanan negri kita dimana kajian Sunnah bermunculan dibanyak Polres, Polda atau markas Batalyon TNI di beberapa wilayah Indonesia, semoga kajian seperti ini makin meluas menyentuh semua kalangan masyarakat, aamiin
Semoga dengan adanya kajian-kajian itu makin banyak aparat keamanan negri ini mengenal kajian Sunnah, agar makin banyak berkah yang tercurahkan kepada negri ini, seperti janji Allah Ta'ala kepada negri jika penduduk negri itu beriman, aamiin.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” [Al-A’raf/7 : 96]
Foto :
- Kajian rutin Ustadz Abdullah Zein di Polres Banyumas Jawa Tengah.
- Kajian Sunnah di lingkungan Polres Bangka Barat Bangka Belitung.
- Tabligh Akbar Ustadz Sofyan Chalid Ruray di Polres Takengon Aceh Tengah, Nangroe Aceh Darussalam.

DARI MANA MUNCULNYA NEO KHAWARIJ ???


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kalau membaca artikel para ulama atau hasil riset tentang munculnya kelompok yang masuk dalam "neo khawarij' di era modern, maka sebagian besar akan kita temukan sebuah kelompok yang bercita-cita menegakkan Islam namun sayangnya tidak didasarkan kepada ilmu dan mengambil "jalan pintas" untuk mengatasi keputus asaannya melihat dia hidup ditengah jaman yang penuh kejahilan, akhirnya muncul tindakan teror atas nama daulah dan khilafah, waallahua'lam.
Padahal dalam Islam yang utama dan pertama ditegakkan adalah Tauhid dan Sunnah, serta beramal sholeh, kemudian kejayaan Islam akan datang sesuai janji Allah Ta'ala.
Jadi teringat ketika ada teman bertanya kepada seorang ustadz, "Negara kita jelas bukan termasuk negara yang menerapkan hukum Islam, banyak terjadi pembiaran adanya perbuatan maksiat, bid'ah dan kesyirikan, kita lihat perkara fitnah dan syubhat bertebaran dimana-mana ustadz, apa yang harusnya kita lakukan???",(merasa putus asa), ustadz menjawab, " itu pertanyaannya sama dengan - apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam ketika beliau hanya orang Islam sendirian hidup ditengah negara jahiliyah yang penuh kesyirikan dan kemaksiatan?-, jawabannya "dakwahkan tauhid dan sunnah, dan mengajak manusia untuk beramal sholeh", waalahua'lam
Dalam surat an-Nur ayat 55, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengamalkan amal shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepadaku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.”
Ayat ini merupakan jawaban tuntas atas pertanyaan banyak orang yang sudah merasa pening melihat keterpurukan dan kemunduran kaum muslimin di zaman ini. Ayat ini akan menutup rapat-rapat pintu perbedaan pendapat yang amat sengit antara umat dalam mencari solusi untuk menegakkan syariat Islam di tanah air. Ada yang berusaha mendirikan negara dalam negara, sambil berupaya keras meruntuhkan pemerintah yang sah. Ada yang menggunakan cara-cara teror dan mengacaukan keamanan negara muslim. Ada yang menyibukkan diri dengan fatamorgana politik. Ada pula yang berusaha untuk menenggelamkan umat dalam amalan-amalan yang sunah hukumnya sambil terus-menerus mengesampingkan amalan-amalan yang pokok (baca: tauhid).
Sumber Referensi "kapan Kejayaan Umat Muncul?", karya Ustadz Abdullah Zein MA. di muslim.or

BEBAS MODIF URUSAN DUNIA, YANG TERLARANG ADALAH MODIF URUSAN AGAMA


Oleh Siswo Kusyudhanto

Banyak orang modifikasi motor dan mobil, selama dalam memodifikasi mobil dan motor tidak melanggar aturan berlalu lintas yang ditetapkan oleh pemerintah insyaAllah tidak akan menjadi masalah bagi pemiliknya. Dan terlarang memodifikasi urusan agama, karena agama adalah aturan baku dari Allah dan RasulNya, syariat Allah dan RasulNya sebaik-baik syariat atau aturan bagi manusia karena Allah dan RasulNya paling tau apa yang terbaik bagi manusia, bahkan lebih tau dari manusia itu sendiri.

Dalam sebuah kajian Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah menjelaskan tentang terlarangnya bid'ah dan kewajiban menjauhi perbuatan ini, kata beliau bid'ah adalah upaya manusia merubah-rubah hukum dalam agama yang sudah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya, padahal merubah-rubah hukum dalam masyarakat yang dibuat Raja(penguasa) saja pasti mendapatkan ancaman hukuman dari si Raja(penguasa), karena sebagai hamba seharusnya mengikuti aturan yang ditetapkan kepadanya, apalagi itu jika berani merubah-rubah hukum Allah dan RasulNya, pasti hukuman atas hal ini sangatlah berat, jauh lebih berat dari hukuman yang datangnya dari penguasa, pelaku kebid'ahan sudah disebutkan dalam banyak hadits ancamannya adalah azab neraka, maka menjauhi perbuatan yang masuk dalam bid'ah adalah langkah terbaik menjauhi neraka, waallahua'lam.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah (wafat th. 774 H) menjelaskan, “Ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla terbesar yang diberikan kepada umat ini, tatkala Allah menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا
“Dan telah sempurna kalimat Rabb-mu (Al-Qur-an), (sebagai kalimat) yang benar dan adil …” [Al-An’aam: 115]

Maksudnya benar dalam kabar yang disampaikan, dan adil dalam seluruh perintah dan larangan. Setelah agama disempurnakan bagi mereka, maka sempurnalah nikmat yang diberikan kepada mereka. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]

Maka ridhailah Islam untuk diri kalian, karena ia merupakan agama yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla. Karenanya Allah mengutus Rasul yang paling utama dan karenanya pula Allah menurunkan Kitab yang paling mulia (Al-Qur-an).

Sumber Referensi " Islam adalah Agama yang Sempurna", karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas di web almanhaj.or