Sunday, November 12, 2017

JANGAN MERASA PALING BERTAKWA


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam sebuah sesi tanya jawab seseorang bertanya kepada Ustadz Maududi Abdullah,  "ustadz sejak mengenal dakwah Sunnah setelah mempelajari paham yang sesuai Alquran dan As Sunnah yang sahhihah  saya merasa berubah,  saya mulai meninggalkan  amalan2  yang tidak sesuai dalil sahhih,  dan saat ini ketika melihat orang masih melakukan amalan2 yang tidak sesuai Sunnahnya  saya merasa lebih baik dari orang itu,  saya merasa lebih bertakwa,  apakah ini bisikan iblis ya ustadz?. "
Ustadz Maududi Abdullah menjawab, " ketika seseorang mengenal paham yang benar,  beramal hanya diatas dalil sahhih dan mulai meninggalkan  amalan yang tidak sesuai Sunnahnya pada saat itu iblis mulai membisikkan kepada kita bahwa kita adalah orang yang paling bertakwa,  selalu membisikkan kepada kita bahwa kita adalah orang yang paling alim dalam agama. 
Dan bisikan-bisikan  iblis ini lambat laun kita yakini sebagai sebuah kebenaran  bahwa kita orang yang paling bertakwa, orang yang paling alim,  akibatnya  kita mulai menyepelekan orang lain,  kita merasa diatas orang yang masih berbuat amalan2 yang menyelisihi Sunnahnya,  timbul sikap ujub dan riya' dalam diri kita,  jelas ini akibat dari bisikan-bisikan iblis.
Padahal tidak ada jaminan sedikitpun kita selalu istiqomah diatas amal ibadah,  bisa saja terjadi kita selama 15 tahun rajin beramal ibadah,  namun pada saat hari kematian  kita justru sedang melakukan kemaksiatan.  Maka jangan sekali-kali merasa sudah baik,  sudah paling bertakwa, ini jelas jebakan iblis.
Jika pelaku kemaksiatan digoda iblis untuk melakukan kemaksiatan,  sebaliknya  orang yang ahli ibadah digoda oleh iblis agar terjerumus dalam ujub dan riya, waallahua'lam. "
Allah Ta’ala berfirman,
هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى
“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An Najm: 32).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
لاَ تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمُ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ
“Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang baik di antara kalian.” (HR. Muslim no. 2142).
Sumber referensi, "Merasa Diri Sudah Baik", oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc di Rumoysho.co

No comments:

Post a Comment