Wednesday, November 1, 2017

KAJIAN AGAMA DENGAN KONSER DANGDUT SESAT MANA YA?


Oleh Siswo Kusyudhanto
Beberapa waktu saya mendapat kabar bahwa kajian Ustadz Firanda Adirja di sebuah daerah di pantai utara Jawa dibubarkan, padahal kajian baru berjalan 30 menit, namun pendemo meminta panitia untuk menghentikan acara tersebut, dan untuk menghindari keributan akhirnya kajian tersebut dibubarkan. 
Beberapa lama kemudian di kota yang sama ada acara konser dangdut dengan panggung yang sangat besar dalam rangka memperingati sebuah acara, dalam konser dangdut itu banyak diisi oleh biduanita yang berpakaian super minim, mempertontonkan bagian dada yang sudah diisi "plastik" sehingga nampak menonjol, dan ini menimbulkan syahwat bagi yang menontonnya, subhanaAllah. Anehnya acara yang full maksiat ini tidak ada satupun orang yang protes untuk dibubarkan, padahal penontonnya tidak saja orang dewasa namun juga remaja bahkan anak-anak yang mungkin akan terusakkan moral mereka akibat menonton acara tersebut.
Yang menjadi pertanyaan kalau dibandingkan antara kajian Alquran dan hadist yang disajikan seorang ustadz doktor lulusan Univ. Islam Madinah dengan konser dangdut yang fuill maksiat, kenapa yang kajian ilmu yang bersumber dari Alquran dan hadist dianggap lebih sesat dari konser dangdut ????. Hebatnya setan memutarkan balik logika manusia, subhanaAllah.
Jadi teringat kajian Ustadz Armen Halim Naro Lc. Rahimahullah, beliau mengtakan, " salah satu tanda akhir jaman yakni kebanyakan orang beragama menurutkan syahwatnya, sekiranya cocok dengan kemauannya itu dianggap benar, dan sekiranya dia tidak cocok maka dia akan ingkari. Padahal dalam beragama yang benar yakni mengikuti dalil sahhih dari Alquran dan As Sunnah yang sahhihah, baik itu tidak cocok atau cocok baginya dalil sahhih didahulukan dari kemauannya. Wallahua'lam".
Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَ يُثْبَتَ الْجَهْلُ
“Diantara tanda-tanda kiamat: Diangkatnya ilmu, dan kokohnya (banyaknya) kejahilan”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (80), dan Muslim dalam Shohih-nya (2671)]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam mengharamkan musik,
لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنِ الْحِرَّ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
“Sesungguhnya akan ada beberapa kaum dari ummatku akan menghalalkan zina, kain sutra, minuman keras (khomer), dan musik“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Asyribah (5590)]

No comments:

Post a Comment