Wednesday, November 1, 2017

Hindari lafadz kesyirikan, meskipun itu masuk syirik kecil !


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ada nampak seorang ibu bercerita kepada temannya, "kemarin ada kupu-kupu besar masuk rumah, kira-kira siapa ya tamu yang akan datang?, kayaknya tamu dari jauh karena kupu-kupu yang masuk rumah itu kupu gajah(besar dan warna coklat)", ibu itu mempercayai jika ada kupu-kupu masuk rumah adalah tanda atau isyarat bahwa akan ada tamu datang kerumahnya, subhanaallah.
Dalam sebuah kajian Ustadz Maududi Abdullah mengatakan :
"Hindari lafadz yang mengandung kesyirikan, meskipun ini masuk dalam syirik kecil sekalipun, namun pada tingkat tertentu dapat menjadi syirik besar yang dapat menjerumuskan seseorang dalam azab neraka. Seperti melihat ada burung tertentu dia menyangka akan mendapat rizki atau tamu, atau melihat ada kupu-kupu masuk rumah dia beranggapan adalah tanda akan datangnya tamu ke rumahnya, atau juga ketika telinga mendengung dianggapnya ada orang lain yang sedang membicarakan dirinya, dan juga semacamnya, waallahua'lam . "
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Al Baqarah [2]: 22)
Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma –yang sangat luas dan mendalam ilmunya- menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan,”Yang dimaksud membuat sekutu bagi Allah (dalam ayat di atas, pen) adalah berbuat syirik. Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.”
Kemudian Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mencontohkan perbuatan syirik yang samar tersebut seperti, ‘Demi Allah dan demi hidupmu wahai fulan’, ‘Demi hidupku’ atau ‘Kalau bukan karena anjing kecil orang ini, tentu kita didatangi pencuri-pencuri itu’ atau ‘Kalau bukan karena angsa yang ada di rumah ini tentu datanglah pencuri-pencuri itu’, dan ucapan seseorang kepada kawannya ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu’, juga ucapan seseorang ‘Kalau bukan karena Allah dan karena fulan’.
Akhirnya beliau radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, ”Janganlah engkau menjadikan si fulan (sebagai sekutu bagi Allah, pen) dalam ucapan-ucapan tersebut. Semua ucapan ini adalah perbuatan SYIRIK.” (HR. Ibnu Abi Hatim) (Lihat Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad At Tamimi)
Sumber referensi, "Syirik yang sering diucapkan", karya Ustadz Muhammad Tuasikal Msc. Di rumoysho.co

No comments:

Post a Comment