Sunday, November 19, 2017

APA GAK TAKUT DOSA MENUDUH SAHABAT NABI BERBUAT BID'AH?


Oleh Siswo Kusyudhanto
Gara-gara seorang ustadz mengatakan bahwa Bilal bin Rabbah Radhliyaa salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam telah berbuat bid'ah, guna membela amalan bid'ah nya, dan pernyataan itu ditulis didalam buku karyanya, dibeli ribuan orang dan dibaca serta dipahami demikian, juga rekaman kajiannya dishare diyoutube di share sudah ribuan kali, akibatnya banyak orang teracuni syubhat ini.
Pada akhirnya banyak orang berhujjah untuk membela amalan bid'ah dengan dalil perkataan si ustadz bahwa Bilal bin Rabbah Radhliyaa Anhuu berbuat bid'ah, dan tampa mereka sadari telah menyangkakan sahabat nabi itu telah sesat dan calon penghuni neraka, subhanaallah.
Padahal dari ribuan kitab karya para ulama besar Ahlu Sunnah yang ada tak satupun menyatakan bahwa Bilal bin Rabbah Radhliyaa Anhuu berbuat bid'ah, karena yang dimaksud Sunnah adalah amalan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam dan para sahabatnya, dan istilah bid'ah digunakan untuk amalan yang tidak pernah diamalkan mereka. Kenapa ada ustadz baru lulus beberapa tahun yang lalu berani menuduh sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam yang mulia berbuat kesesatan?.
Ini sebuah produk taklid buta kepada si ustadz, karena secara dalil hal ini jelas sebuah kemustahilan, terjadi pertentangan didalamnya, karena disatu sisi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam menyatakan didalam banyak hadist sesatnya bid'ah, dan perbuatan bid'ah tempatnya di neraka, sementara disisi lain banyak ayat dan hadist yang menyebut bahwa para sahabat nabi dijamin dengan surga.
Dan Allah Azza Wajalla menjamin tidak ada pertentangan didalam agama ini. Waallahua'lam.
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
Seandainya al-Qur’ân ini datang dari selain Allâh Azza wa Jalla , maka akan terjadi banyak perselisihan [an-Nisâ’/4:82]
Juga firman-Nya :
وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ ﴿١١٦﴾ مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, “Ini halal dan ini haram,” untuk mengadakan kebohongan terhadap Allâh . Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allâh tidakah beruntung. (itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka adzab yang pedih.. [an-Nahl/16:116-117]
Demikian pula dengan berkata atas nama Rasul dengan akal tanpa dasar ilmu,
عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا تَكْذِبُوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النَّارَ
Ali Radhiyallahu anhu mengatakan, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Janganlah engkau berdusta atas (nama) ku. Karena barangsiapa berdusta atas (nama)ku, maka hendaknya ia masuk neraka.” (HR. al-Bukhâri dan Muslim).
Referensi,
TIDAK ADA PERTENTANGAN ANTARA AKAL YANG SEHAT DAN NASH YANG JELAS, Oleh
Ustadz Ruslan Zuardi Elbagani, Lc. Di almanhaj.or id

No comments:

Post a Comment