Wednesday, November 8, 2017

BELAJAR ZUHUD KEPADA USTADZ


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sering nampak seorang pria yang hidupnya berpindah dari masjid ke masjid di Pekanbaru, dia tidur diemperan masjid, makannya kebanyakan berharap dari pemberian orang, kalau ditanya orang kenapa menjalani hidup seperti itu, dia jawab, "inilah hidup zuhud yang sejati", subhanaallah, inilah akibat ilmu yang salah akibatnya amalannya juga salah, dan yakin akan pemahaman yang salah itu adalah kebenaran.
Jadi ingat dengan Ustadz Maududi Abdullah, beliau sering membawa motor untuk mengisi kajian di sekitar Kota Pekanbaru, padahal beliau punya mobil, semisal di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru pada saat kajian rutin setiap Selasa ba'da Ashar. Kadang kalau lihat pas motor beliau diparkir sementara di area masjid dipenuhi mobil mewah sangat terlihat kontras, motor yang ada box barang dibagian belakang dan tertulis 150 itu menjadi pemandangan yang mengharukan, karena motor ustadz dikelilingi oleh mobil para jamaah kajian, dan ini menjadi pelajaran buat saya tentang bagaimana zuhud sebenarnya.
Dalam sebuah kajian Ustadz Maududi Abdullah menerangkan soal zuhud ini, beliau berkata, "banyak orang salah memaknai zuhud, sebagian orang mengira jika miskin, penampilan sederhana, baju koyak dikira sudah zuhud, padahal belum tentu. Seorang yang kaya dapat bersikap zuhud, sebaliknya orang miskin belum tentu dapat bersikap zuhud.
Dalam amalannya semisal seseorang yang mampu membeli mobil alphard, dia punya kemampuan untuk membelinya, namun dia tidak lakukan, karena punya sikap zuhud justru cukup dengan membeli avanza dia sudah merasa tercukupi kebutuhannya akan kendaraan.
Sebaliknya ada juga seorang yang miskin, hidupnya pas-pasan, karena jauh dari sikap zuhud, padahal dia secara ekonomi tidak mampu membeli mobil, mampunya membeli sepeda motor, dia paksakan memiliki mobil meskipun dengan cara kredit yang jelas cara riba yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya.
Maka pahami zuhud secara benar,
Waallahua'lam. "
--------
Sebenarnya Apa Dan Bagaimana Zuhud Itu?
Zuhud secara bahasa adalah lawan kata gemar. Gemar merupakan suatu bentuk keinginan. Sedangkan zuhud adalah hilangnya keinginan terhadap sesuatu, baik disertai kebencian ataupun hanya sekedar hilang keinginan.
firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي اْلأَخِرَةِ عَذَابُُ شَدِيدُُ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانُُ وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَآ إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, ajang berbangga-banggaan di antara kamu dan ajang berbanyak-banyakan dalam harta dan anak. Laksana hujan yang tanam-tanamannya membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering, dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ada ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. [Al Hadid : 20].
Sumber referensi, "Zuhud yang sering salah dipahami", oleh Ustadz Abi Hashim Mustafa di almanhaj.or id

No comments:

Post a Comment