Monday, January 16, 2017

Tauhid itu indah, Syirik adalah keburukan.


Allah Azza wa Jalla mengumpamakan seorang yang mentauhidkan Allah adalah seseorang hamba yang mengikuti satu-satunya tuannya, sementara pelaku kesyirikan ibarat seseorang hamba yang memiliki banyak tuan, sehingga dia dibuat kesusahan karena mengikuti banyak kemauan dari banyak tuannya itu. Seorang yang mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dimana saja dia berada selalu merasa aman karena dia memahami Allah selalu bersamanya, apapun keadaan rizkinya dia selalu bersyukur, apa yang dialami dia pahami adalah kehendak Allah maka dia akan ikhlas atasnya, dengan demikian manusia yang mentauhidkan Allah Azza wa Jallah selalu tenang hatinya, selalu lapang jiwanya. Sementara seorang pelaku kesyirikan seperti misal dia mempercayai sebuah keris mendatangkan rizki dan kemamaan atas dirinya, ketika pergi kemanapun dia selalu merasa aman bersama kerisnya, sehingga ke tempat kerja kerisnya dibawa, ketika dirumah kerisnya selalu dekat dengannya bahkan saat tidur sekalipun, jika suatu saat di pergi keluar kota dan kerisnya tertinggal dirumah maka selama perjalanan perasaannya selalu jadi was2 jika menemui kejadian yang mencelakakannya, karena dia sangat percaya keris itu penjamin keamanannya, padahal penjamin keamananan yang haq adalah Allah Azza wa Jalla. Waallahua'lam.
Surat Az-Zumar Ayat 29
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
"Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
Dikutip dr Ustadz Abdullah Zein MA.

No comments:

Post a Comment