Friday, January 13, 2017

Sakit adalah pembersih dosa, maka syukurilah.


Sebagian ulama salaf ketika datang sakit kepada mereka, maka mereka akan mensyukurinya, karena mereka berpendapat sakit adalah pembersih atas dosa dimasa lalu sebelum datangnya kematian. Jika dosa masih banyak dalam diri mereka kemudian dibawa sampai kematiannya maka kelak dosa mereka dibersihkan di neraka sebelum masuk kedalam surga maka itu adalah cara paling berat dalam membersihkan dosa yang mungkin mereka tidak sanggup menjalaninya, maka mereka menilai sakit adalah cara paling ringan dalam membersihkan dosa, oleh karena mereka sangat mensyukurinya.
Hikmah dibalik sakit dan musibah diterangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.
(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).
“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).
“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

Dikutip dr Ustadz Abdullah Zein MA.

No comments:

Post a Comment