Monday, January 23, 2017

Harusnya malu kepada semangat mereka.


Ada cerita dari seorang teman yang dekat dengan Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah semasa masih hidup, kata teman itu sekitar tahun 2000an sering mengantar beliau dengan motornya ke bandara Siltan Syarif Kasim. Kalau beliau pergi ke Jakarta selalu membawa sejumlah kaset pita kosong satu kotak, berisi puluhan biji, gunanya untuk diisi di Radio Rodja dengan materi kajian dari para ustadz dakwah sunnah yang tersimpan di Radio Rodja. Sekembalinya beliau dari Jakarta selalu membawa oleh2 kaset pita yang sudah terisi dan kemudian dibagikan keberbagai tempat di Pekanbaru, bahkan didistibusikan hingga jauh seperti daerah kepulauan Riau. Dari kaset2 pita itulah kajian para ustadz sampai kepada jamaah kajian Sunnah di pelosok Riau. Di bagian kepulauan Riau yang sangat terpencil, bahkan ada cerita dari seorang teman, karena sangat terpencil listrik juga gak ada dan sangat tergantung kepada genset, maka mereka dapat mendengarkan kaser pita itu hanya dimalam hari ketika ada listrik dari genset, mereka duduk menglilingi tape recorder dan mencatat materi kajian, dan tak jarang kaset pita itu diputar berulang-ulang. Menurut Ustadz Armen Halim Naro Lc Rahimahullah waktu itu kata beliau, "harusnya kita malu pada teman2 dari kepulauan yang sangat terpencil, mereka mendengarkan kaset kajian itu sampai berbulan-bulan dengan semangat, mereka yang paling sering meminta kaset baru, karena mereka sangat membutuhkan ilmu syar'i, sementara kita yang ada disini dimana banyak kajian ilmu malah bermalas-malasan", subhanaAllah.
Sama halnya ketika saya mendengar cerita teman dari Tulang Bawang Lampung tadi sore, saking semangatnya mereka mencari ilmu syar'i sampai mereka rela menyewa bus berombongan ke Jakarta hanya untuk mengikuti dauroh atau tabligh akbar, padahal perjalanan dari Tulang Bawang Lampung ke Jakarta sekitar 9 jam ! , MasyaAllah, semangat mencari ilmu yang patut dicontoh dan teladan bagi kita semua.
Kata para ulama Salaf, " kekurangan makan hanya membinasakan tubuh seseorang, dia hanya kehilangan dunianya, namun kekurangan ilmu syar'i membuat seseorang kehilangan dunia dan akheratnya".
Waallahua'lam.

No comments:

Post a Comment