Wednesday, May 17, 2017

Mereka orang yang perlu dikasihani.


Kalau ada orang ngomong Wahabi, atau tri tauhid, atau dasar faham anti madhzab jadi malah kasihan. Kasihan ya karena dari comment itu jadi tau orang itu gak pernah sama sekali membaca kitab-kitab pegangan orang yang disebut Wahabi seperti kitab-kitab karya Syaikh Ibnu Taimiyah atau Syaikh Muhammad Abdul Wahab, karena dalam kitab-kitab karya mereka tidak ada sekalipun disebutkan mereka menyebarkan madhzab Wahabi, atau tritauhid karena makna tauhid itu tunggal, atau katanya anti madzhab padahal kedua Syaikh itu banyak mengutip pendapat para imam madzhab. Lihat comment mereka ketahuan bahwa mereka orang jahil yang hanya jadi korban gossip, kombinasi yang mematikan, efektif dijadikan alat untuk memerangi dakwah dari orang yang dicap sebagai Wahabi. Sebenarnya orang seperti ini perlu dikasihani.
Jadi ingat masa lalu, saya juga dulu termasuk orang yang anti dan benci pada Wahabi, sering posting kebencian kepada orang-orang Wahabi, bahkan mencaci maki Ustadz yang dicap Wahabi, namun berkat ikuti kajian nya Alhamdulillah ternyata apa yang saya dengar dulu itu cuma gossip dan fitnah semata, tidak ada bukti sama sekali. Semoga makin banyak orang yang terbuka wawasan nya agar gak ada lagi comment anarkis seperti yang masih banyak terjadi dikalangan masyarakat saat ini yang akibatnya adalah tindakan-tindakan anarkisme pada orang-orang yang disebut Wahabi dibeberapa daerah, aamiin.
Maka wajib menerangkan sejelas-jelasnya kepada masyarakat tentang apa yang mereka dengar, yakni dengan selalu mendakwahkan paham As Sunnah yang sahhihah, insyaAllah.
Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

No comments:

Post a Comment