Tuesday, February 13, 2018

MOHON BANTUAN DARI PARA PEMBACA HALAMAN/GROUP INI UNTUK AL MARKIZ, PONPES TAHFIZ BAGI MEREKA YANG KURANG MAMPU.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ketika pertama kali mendengar gagasan mendirikan Pondok Pesantren Pengahafal Al-Qur’an dari Ustadz Firdaus beberapa tahun yang lalu, yang mengratiskan biaya bagi mereka yang kurang mampu, bagi saya itu ide paling gila yang pernah saya ketahui, maklum saya pernah melanglang buana kebeberapa pondok pesantren, kenal banyak ustadz dan kyai, dan tidak ada satupun pondok pesantren yang mengratiskan biaya pendidikan dan akomodasi bagi para santrinya selama dalam proses belajar mengajar. Jika ada juga hanya sebagian saja biaya digratiskan, bukan semua.
Hal ini disebabkan karena biaya operasional sebuah pondok pesantren sangat besar, mulai pengadaan buku dan kitab, bangunan kelas dan tempat tinggal sampai kepada urusan makan para santri dan pengajarnya perlu dana yang siap secara terus menerus. Ditambah lagi tidak adanya subsidi dari pemerintah seperti yang tersalurkan kepada sekolah umum.
Maka ketika kegiatan Pondok Al Markiz sudah berjalan, apalagi ketika jumlah santrinya berkembang seperti saat ini jumlah santri sekitar 90 orang, sangat terasa kebutuhan untuk operasional pondok sangat besar. Meskipun banyak donatur memwakafkan hartanya bagi ponpes ini, bahkan ada seorang akhwat saya dengar memwakafkan mobil avanza untuk operasional ponpes. Namun tentu masih sangat jauh dari menutupi kebutuhan berjalannya kegiatan ponpes ini.
Oleh sebab itu melihat keadaan demikian, kami pengurus group dan halaman ini mohon bantuan dari rekan sekalian untuk ikut membantu operasional Pondok Pesantren tahfizh Al-Qur’an, Al Markiz, Lipat Kain dengan mengirim dana ke rekening didalam foto berikut, insyaallah langsung diterima ditangan Pimpinan Pondok Pesantren Al Markiz, yakni Ustadz Firdaus.
Semoga sedekah antum kelak menjadi pelindung dari api neraka kelak, aamiin.
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu berkata,
كُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ فَجَاءَهُ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا يَشْكُو الْعَيْلَةَ وَالْآخَرُ يَشْكُو قَطْعَ السَّبِيلِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ: أَمَّا قَطْعُ السَّبِيلِ فَإِنَّهُ لَا : يَأْتِي عَلَيْكَ إِلَّا قَلِيلٌ حَتَّى تَخْرُجَ الْعِيرُ إِلَى مَكَّةَ بِغَيْرِ خَفِيرٍ، وَأَمَّا الْعَيْلَةُ فَإِنَّ السَّاعَةَ لَا تَقُومُ حَتَّى يَطُوفَ أَحَدُكُمْ بِصَدَقَتِهِ لَا يَجِدُ مَنْ يَقْبَلُهَا مِنْهُ، ثُمَّ لَيَقِفَنَّ أَحَدُكُمْ بَيْنَ يَدَيْ اللهِ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ حِجَابٌ وَلَا تَرْجُمَانٌ يُتَرْجِمُ لَهُ ثُمَّ لَيَقُولَنَّ لَهُ: أَلَمْ أُوتِكَ مَالًا؟ فَلَيَقُولَنّ بَلَى. ثُمَّ لَيَقُولَنَّ: أَلَمْ أُرْسِلْ إِلَيْكَ رَسُولًا؟ فَلَيَقُولَنَّ: بَلَى. فَيَنْظُرُ عَنْ يَمِينِهِ فَلَا يَرَى إِلَّا النَّارَ ثُمَّ يَنْظُرُ عَنْ شِمَالِهِ فَلَا يَرَى إِلَّا النَّارَ فَلْيَتَّقِيَنَّ أَحَدُكُمْ النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
Suatu saat aku berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba datang dua lelaki, yang pertama mengeluhkan kemiskinan dan yang kedua mengeluhkan gangguan perampok di perjalanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Adapun perampok, sesungguhnya tidak lama lagi datang (waktu) yang rombongan dari Makkah keluar (melakukan safar) tanpa perlindungan (maksudnya aman, -red.). Adapun kemiskinan, (ketahuilah) sesungguhnya hari kiamat tidak akan tegak hingga (datang saat) salah seorang di antara kalian berkeliling hendak memberi sedekah, tetapi tidak dia dapati orang yang mau menerimanya. Sungguh, kalian (semua) akan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wata’ala, tidak ada hijab antara Allah Subhanahu wata’ala dan dirinya, tidak ada pula orang yang menerjemahkan untuknya. Kemudian Allah Subhanahu wata’ala berfirman kepadanya, ‘Bukankah Aku telah memberimu harta?’ Dia berkata, ‘Benar.’ Kemudian Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ‘Bukankah Aku telah mengutus rasul kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Benar.’ Kemudian dia melihat di sisi kanannya, dia tidak melihat selain neraka. Kemudian dia melihat sebelah kirinya, dia pun tidak melihat selain neraka. Maka dari itu, jagalah diri kalian dari neraka walaupun dengan separuh kurma (yang dia sedekahkan). Jika tidak bisa, dengan tutur kata yang baik.” (HR. al-Bukhari no. 1413)
Semoga apa yang antum sedekahkan menjadi catatan pahala disisi Allah Azza Wa Jalla, aamiin.

No comments:

Post a Comment