Wednesday, October 11, 2017

Kenikmatan dunia hanya sekejap, kenapa mati-matian meraihnya? Bahkan dengan cara bathil sekalipun.


Oleh Siswo kusyudhanto
Beberapa waktu yang lalu saya sempat berbicara dengan salah seorang sopir truk sampah pemda, dia mengeluhkan perawatan mobil truk sampah yang apa adanya, kadang waktunya oli mesin harus diganti namun belum diganti, atau juga waktunya ban mobil sudah aus dan harus diganti namun sampai berbulan-bulan belum diganti, semua diakibatkan anggaran perawatan yang disunat oleh beberapa oknum pejabat, subhanaallah. Korupsi ternyata masalah kronis di negri ini, masih banyak pejabat korup dinegri ini meskipun sudah puluhan bahkan ratusan orang ditangkap karena perbuatan itu, namun seakan mereka selalu mencari celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari korupsi. Motif utama korupsi adalah sifat tamak kepada dunia, ingin lebih dan lebih lagi sampai cara jahat dilakukan, dan tidak peduli apakah perbuatan yang dilakukan merugikan orang lain.
Padahal berapapun keuntungan dari korupsi itu kenikmatan yang mereka dapat hanya sesaat, tidak abadi, jauh lebih berat azabnya kelak, karena azab neraka adalah sangat berat dan lama.
Dalam sebuah kajian Ustadz Armen Halim Naro Lc Rahimahullah mengatakan, " sebaik apapun kenikmatan didunia hanyalah sangat singkat, misal ketika berjima' dengan istri kita itu paling nikmatnya hanya beberapa menit saja, demikian juga saat kita menikmati makanan enak dapat kita rasakan enaknya ketika ada dimulut dan dilidah, ketika melewati kerongkongan kita maka kenikmatan itu akan lenyap. Jika kenikmatan didunia hanya sekejap kenapa harus mati-matian meraih kenikmatan dunia itu bahkan buta karenanya sehingga cara bathil juga ditempuhnya? ".
Orang-orang yang berlomba mengejar kesenangan dunia ini ibarat orang-orang yang berada dalam sebuah permainan yang melalaikan, tidak lama lagi permainan itu akan berakhir dan menyisakan kelelahan yang tidak berarti.
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ? [al-An’âm/6: 32]
Imam al-Alûsi rahimahullah mengatakan, “Maksudnya adalah semua perbuatan yang dikhususkan hanya untuk kehidupan dunia ini seperti main-main dan senda gurau, yaitu tidak bermanfaat dan tidak tetap (kekal). Dengan penjelasan ini, sebagaimana dikatakan oleh banyak ulama’, amal-amal shalih yang dilakukan di dunia ini tidak termasuk (main-main dan sendau gurau), seperti ibadah dan perbuatan yang dilakukan untuk kebutuhan pokok dalam kehidupan ini".
Sumber referensi "Kerugian Hakiki", oleh Ustadz Abu Muslim at Atsyari di almanhaj.or id

No comments:

Post a Comment