Friday, October 13, 2017

Kaum Salaf berebut di shaf pertama Shalat Berjamaah.


Oleh Siswo kusyudhanto
Ada pertanyaan dari seorang teman tentang shalat berjamaah, saat ada makmum masbuk(tertinggal dari imam) ada dua orang, apakah ketika imam shalat sudah menyelesaikan shalatnya apakah satu makmum masbuk menjadi imam dan satu orang lagi menjadi makmum?, saya jawab boleh berdasarkan apa yang disampaikan Ustadz Aris Munandar, berdasarkan pendapat para ulama madzhab hambali, namun dia bertanya apakah ada dalil sahhihnya? , saya jawab itu ijtihad para ulama saja. Dia bertanya" kok gak ada dalilnya", lalu saya sampaikan pendapat seorang ustadz, kenapa soal fiiqih masbuk ini gak ada dalil sahhihnya, karena seperti dijelaskan Ustadz Abu Zubair Hawaary, "dijaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam dan para sahabatnya mereka saling berebut mendapatkan shaf pertama dalam shalat berjamaah, bahkan diantara mereka jika berada dishaf terakhir merasa sangat rugi, ini sungguh kontras dengan umat muslim dijaman ini, jangankan berebut di shaf pertama shalat berjamaah, datang ke Mushola dan Masjid untuk shalat berjamaah saja banyak yang enggan, padahal dengan jelas adzan panggilan shalat mereka dengar, subhanaallah. "
Rasullullah ketika mendengar suara adzan beliau langsung bergegas meninggalkan segala aktifitasnya.
Itulah sikap yang Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam contohkan. Apapun kesibukan beliau, ketika adzan telah berkumandang, maka beliau bergegas menuju masjid dan shalat berjamaah dengan kaum muslimin. Perhatikan kesaksian ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang beliau,
كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ خَرَجَ
“Adalah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan istrinya, dan jika beliau mendengar adzan, beliau segera keluar (untuk pergi menuju masjid)” (HR. Bukhari 4944)
Kesibukan yang mulia, yaitu membantu pekerjaan istri beliau. Akan tetapi ketika adzan, beliau langsung bergegas menuju masjid. Apalagi lagi dengan kita yang hanya disibukkan dengan perkara duniawi, terkadang bercanda, menonton televisi, bola, namun ketika adzan sungguh panggilan itu kita abaikan. Nas’alullaha salamah wal ‘afiyah!
Maka bersegeralah menuju masjid, dan carilah shaf pertama. Sungguh, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا
“Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari 580)
Referensi artikel, "Keutamaan Shaf pertama", oleh Youga Pratama di muslim. Or. Id
Foto erje tv

No comments:

Post a Comment