Tuesday, October 17, 2017

DAKWAH MELALUI FACEBOOK BID'AH?



Oleh Siswo kusyudhanto
Kadang senyum dan ketawa prihatin jika ada seseorang mengatakan dakwah melalui Facebook dan semacamnya adalah perbuatan bid'ah, karena orang yang mengatakan hal tersebut tidak mengetahui mana Bid'ah yang terlarang dalam agama dan mana fasilitas yang mendukung serta memudahkan kita dalam beraktivitas. 
Padahal soal Sunnah dan Bid'ah sudah terang benderang dalam agama ini, dijelaskan banyak ulama di ratusan atau bahkan ribuan kitab. Seperti yang paling populer Kitab Al Ithisam, karya Imam Syathibi, merupakan kitab pokok penjelasan mana Sunnah dan mana Bid'ah, hampir semua tokoh agama dan penuntut ilmu mengetahui kitab ini.
Dalam beberapa kajian para ustadz menyebutkan bahwa sosial media seperti contohnya Facebook dalam sisi teknisnya mirip sekali dengan apa yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam, yakni dakwah surat, beliau berkirim surat yang berisi ajakan kepada ISLAM, salah satu yang mahsyur adalah surat beliau kepada Raja Romawi, Heraclius, dan surat ini masih ada hingga sekarang.
Kebanyakan surat dakwah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam ditulis oleh para sahabatnya dan beliau mencantumkan stempel kerasulan pada surat itu dengan cincin beliau.
Sifat surat dakwah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam mirip dengan dakwah di sosial media seperti saat ini, keduanya sama-sama ditulis, dan sama-sama dikirimkan, bedanya hanyalah pada medianya dan jangkauan nya. Jika di jaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam surat beliau ditulis diatas pelepah kurma atau kulit binatang, namun sekarang kita menulisnya diatas smartphone atau Personal Computer. Dari sisi jangkauan juga berbeda, jika dahulu dijaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam jangkauan surat beliau hanya sampai sejauh kurir membawa surat itu ke pelosok jazirah Arab serta Eropa, namun saat ini dengan internet jangkauan dakwah dapat jauh lebih luas, hampir seluruh pelosok dunia dapat dijangkaunya, waallahua'lam.
Dalam riwayat lain dijelaskan,
أن النبي صلى الله عليه وسلم أراد أن كتب إلى كسرى وقيصر والنجاشي فقيل له : إنهم لا يقبلون كتابا إلا بخاتم فصاغ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما حلقته فضة ونقش فيه محمد رسول الله فكأني أنظر إلى بياضه في كفه
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menulis surat ke Kisra (persi), Kaisar (romawi), dan Najasyi (Ethiopia). Kemudian ada yang mengatakan, ’Mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Saya melihat putihnya cincin itu di tangan beliau. (HR. Ahmad 12738, Bukhari 5872, Muslim 2092, dan yang lainnya).
Referensi dr "Cincin Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam", oleh Ustadz Ammi Nur Baits di konsultasi syariah. Co

No comments:

Post a Comment