Wednesday, March 20, 2019

KISAH PEMUDA HIJRAH YANG INSPIRATIF


Oleh Siswo Kusyudhanto
Jika mengingat kembali sosok pemuda ini yang tertera gelar Rahimahullah dibelakang namanya tiba-tiba jadi haru biru, bahkan kadang meneteskan air mata.
Dulu di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru ada seorang pemuda yang baru saja berhijrah kepada pemahaman agama yang benar, dan baru duduk di kelas dua sekolah menengah atas, di hijrah dari cara beragama lamanya mungkin baru dua tahunan, sebelumnya dia beragama hanya ikut-ikutan, namun setelah mengenal Dakwah Sunnah dia jadi mengetahui bagaimana beragama yang benar sesuai syariat Allah dan RasulNya.
Sejak itu dia rajin duduk di kajian rutin ataupun Tabligh Akbar yang disampaikan para ustadz serta Syaikh, dari sana dia memiliki modal dalam beramal ibadah dan berusaha Istiqomah diatasnya.
Dia dikenal luas jama'ah kajian setelah menjadi salah satu relawan di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru, dia selalu aktif dalam kegiatan di masjid ini, seperti menjadi relawan yang menyiapkan ratusan porsi makanan dan minuman bagi para jama'ah pada saat bulan Ramadhan, menjadi relawan saat qurban, dan seterusnya.
Soal amal ibadah juga ini pemuda sangat baik, dia selalu berdiri dibelakang imam shalat fardhu di Masjid Raudhatul Jannah sejak mengetahui keutamaan berada di shaf pertama saat shalat fardhu berjamaah.
Dia rajin datang ke kelas tahsin, bacaan Al-Qur'an yang ada di Masjid Raudhatul Jannah, bahkan jika dia tidak datang banyak orang yang merasa kehilangan dirinya.
Soal sedekah juga sangat baik, si pemuda ini sering membagi kurma gratis kepada para jama'ah kajian, dengan cara membungkus setiap tiga kurma dalam satu plastik kecil, juga dia sering membagikan parfum botol kecil yang umum digunakan jama'ah kajian, dan yang terbaik dari amalan sedekahnya yakni dia berikan sedekahnya itu dilakukan baik kepada orang dikenal olehnya bahkan dia tidak kenal sekalipun.
Soal puasa juga boleh dibilang diatas rata-rata, sejak hijrah puasa Nabi Daud selalu dia lakukan, padahal dalam kelompok amalan puasa jenis puasa ini adalah paling berat, karena sehari puasa dan sehari tidak puasa.
Namun sayang si pemuda pulang kembali kepada Allah Ta'ala lebih cepat, dia meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan pada suatu pagi.
Yang dikenang banyak orang adalah banyaknya kebaikan yang telah dia dilakukan, yang dikenang banyak orang juga cita-citanya untuk kuliah di Universitas Islam Madinah, serta dikenang sedekahnya kepada banyak orang meskipun cuma sedikit kurma dan parfum namun sedekahnya itu sangat membekas dalam di hati banyak orang yang menerima sedekah dan mengetahui kebaikannya.
Juga bagaimana semangatnya dia menuntut ilmu masih menghiasi ingatan banyak orang.
Maka ketika jasad si pemuda dishalatkan di Masjid Raudhatul Jannah ribuan orang hadir, mensholatkan dan mendoakannya, juga mengantar kepergiannya, orang yang awam mungkin akan mengira yang dishalatkan adalah orang penting seperti Ustadz atau Syaikh, padahal bukan, dia cuma seorang pemuda yang berusaha Istiqomah diatas amal ibadah dan berusaha berakhlak baik.
Sangat sedikit Pemuda seperti itu, semoga dia termasuk golongan yang disebut dalam sebuah hadits yang dinaungi Allah Ta'ala kelak ketika kiamat, yakni pemuda yang hidup diatas amal ibadah disebabkan ketaatannya kepada Allah Ta'ala, Aamiin.
Juga semoga tulisan ini menginspirasi pembacanya, terutama nasehat bagi penulis, aamiin.
Dalam sebuah hadits dari Shahabat Salmân al-Fârisi Radhiyallahu anhu disebutkan tentang pemuda yang dinaungi oleh Allah Azza wa Jalla pada hari Kiamat :
أَفْنَى شَبَابَهُ وَنَشَاطَهُ فِي عِبَادَةِ اللهِ
Dia menghabiskan waktu mudanya dan rajin dalam beribadah kepada Allâh
Lihat Fat-hul Bâri (II/145).
Sumber Referensi, " Tujuh Golongan yang di naungi oleh Allah Azza wa Jalla pada Hari Kiamat", karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas di almnhaj.or

No comments:

Post a Comment