Friday, January 4, 2019

NAMANYA CINTA ITU MENGIKUTI YANG DICINTAI


Oleh Siswo Kusyudhanto
Banyak orang mengaku cinta Nabi Muhammad Shallallahu alihi wa sallam, namun hanys edikit cinta mereka adalah cinta sejati, seperti para sahabat nabi adalah pemilik cinta sejati kepada Nabi Muhammad Sahllalahu alaihi wa sallam, 
ketika nabi shalat mereka ikut seperti nabi shalat
ketika nabi puasa mereka ikut puasa seperti nabi
ketika nabi sedekah mereka sedekah seperti nabi
ketika hijrah mereka juga mengikuti nabi hijrah
dan seterusnya.
Namun ada sebagian orang dijaman ini mereka mengaku mencintai Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam, tetapi mereka mengamalkan tahlil kematian, maulid nabi, shalawat nariyah, haulan, dan seterusnya. Padahal itu semua bukan amalan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam, tapi amalan Habib, Ustadz dan kyai.
Itu sebenarnya cinta Nabi apa cinta Ustadz, habib dan kyai???
Suatu saat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkisah,
خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هذه سبل و عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’ kemudian beliau membaca,
{وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}
‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya’” ([Al An’am: 153] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya)
Sumber Referensi,"Jalan Kebenaran", karya Ustadz Sa'id Abu Ukasyah di web muslim.or

No comments:

Post a Comment