Wednesday, January 9, 2019

LIHAT APA YANG MEREKA LIHAT DAN DENGAR


Oleh Siswo Kusyudhanto
Beberapa waktu lalu saya bersama dengan teman-teman berdiskusi soal kenapa banyak umat Islam dijaman ini menolak syariat-syariat yang berasal dari Islam, sebuah kontradiksi, ngaku orang Islam tapi memusuhi syariat Islam.
Kesimpulan kami akhirnya mengerucut kepada sebab utama yakni sedikitnya ilmu agama yang benar sampai kepada kebanyakan Umat Islam, mereka kebanyakan justru banyak mendapatkan ilmu pengetahuan yang mayoritas didapat dari pemahaman orang kafir, akibatnya ketika disampaikan syariat Islam yang benar ujungnya karena tidak paham dan sulit mencerna mereka menolak dengan keras, waalahua'lam.
Semisal soal poligami, kenapa banyak justru mayoritas Umat Islam menolak syariat ini?, Keadaan ini bukan tanpa sebab sama sekali, namun penyebab utama diawali dari puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun yang lalu.
Generasi saat ini yang hidup dijaman ini lahir dan dalam didikan cara berfikir orang kafir, sedari kecil generasi saat ini sudah biasa mengkonsumsi flim2 kartun seperti Cinderella, Beauty and Beast, Putri Salju, dan seterusnya dimana dalam kisah-kisah dongeng itu menceritakan indahnya Cinta sepasang lelaki dan perempuan.
Dan ketika generasi ini remaja mereka menkonsumsi serial Korea, atau opera sabun gaya latin, dan seterusnya, dimana kisah cintanya mirip dengan kisah yang mereka konsumsi ketika masih anak-anak, yakni Cinta sepasang lelaki dan perempuan.
Pada akhirnya mind set Cinta sejati adalah satu lelaki untuk satu perempuan melekat kuat pada generasi saat ini, maka ketika disampaikan bahwa dalam Islam ada syariat Poligami dimana satu lelaki bisa memiliki cinta kepada 2 perempuan sampai 4 perempuan kebanyakan generasi ini menilainya aneh dan ganjil, akhirnya mereka menolaknya dengan keras.
Seperti dijelaskan dalam Psikologi analisis bahwa kepribadian yang ada saat ini adalah kumpulan dari sejumlah pengalaman dimasa lalu, maka wajar jika penolakan syariat Islam terjadi dimasa ini, akibat dari apa yang mereka konsumsi sejak kecil.
Kesimpulannya jika ingin menciptakan generasi Rohani dimasa depan lihat apa yang dikonsumsi baik pendengaran atau pengelihatan generasi muda dimasa sekarang ini, sepatutnya kita memberikan ideologi Islam yang benar kepada anak-anak kita, dan menjauhi mengkonsumsi pendengaran dan penglihatan yang berasal dari selain Islam, karena dari sanalah kerusakan generasi ini dimulai.
Waalahua'lam.
Allah berfirman,
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36

No comments:

Post a Comment