Friday, April 5, 2019

MEREKA ASING DENGAN PERKATAAN NABINYA SENDIRI




Oleh Siswo Kusyudhanto
Di sampaikan seorang ustadz tentang kejadian yang pernah dialaminya, pada suatu saat ketika diminta mengisi khutbah Jum'at disebuah Masjid beliau di minta oleh pengurus masjid itu untuk ketika menyampaikan khutbah diawal materi jangan menyebutkan hadits larangan berbuat bid'ah yakni "Kullu bidatin Dhollah", mereka meminta ustadz untuk menghilangkan lafadz ini dengan alasan dapat meresahkan warga setempat, SubhanaAllah.
Miris mendengar hal tersebut, bagaimana tidak? Dalam amalan khutbah Jum'at sebenarnya disunnahkan untuk mengingatkan bahaya berbuat bid'ah kepada umat Islam dengan menyampaikan hadits tersebut, namun Umat Islam sendiri yang mengingkari hal tersebut.
Padahal hadits "Kullu bidatin Dhollah" itu adalah perkataan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam yang mulia, ini bukan karangan ustadz, Syaikh atau manusia lainnya, beliau Shalallahu alaihi wa Sallam memperingatkan umat Islam karena didasarkan kasih sayang kepada pengikutnya agar umat Islam tidak melakukan amalan-amalan bid'ah dan juga mengancam mereka kepada kesesatan yang juga ujungnya kepada azab neraka.
Sungguh miris melihat keadaan umat Islam dijaman ini, mereka mengaku Cinta Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam, juga membutuhkan syafa'at beliau kelak di Padang Mahsyar, namun disisi lain ingkar kepada perkataan beliau bahkan terkesan memusuhinya. Ini umat model apaan?.
Bahkan banyak persepsi dikalangan masyarakat awam, yang namanya dakwah santun dan beradab adalah tidak membicarakan perkara2 yang berkaitan dengan syirik dan bid'ah, ini sungguh hasil tipuan setan dan disebarkan oleh orang munafik agar orang banyak bodoh dalam pengetahuan bahaya syirik dan bid'ah, dengan kebodohan umat ini, Tampa sadar akhirnya mereka Istiqomah dalam kesyirikan dan kebid'ahan, dan seperti kita ketahui keduanya adalah tiket seseorang menuju neraka, waalahua'lam.
Padahal seperti disebutkan seorang ustadz, jika Syirik dan Bid'ah mengancam Syahadat seorang Muslim, karena syahadat memuat Tauhid dan Sunnah, sementara lawannya adalah Syirik dan Bid'ah.
Ketika seorang ustadz menjelaskan hadits larangan berbuat bid'ah, beliau mengatakan, sudah menjadi kelebihan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam bahwa beliau memiliki pengetahuan akan datangnya jaman penuh fitnah, juga terjadi amalan-amalan bid'ah dikalangan umatnya sendiri dikemudian hari, dan dalam menghadapi hal ini pesan beliau adalah untuk selalu menggigit Sunnah beliau juga Khulafaur Rasyidin dengan "gigi geraham" kita jika ingin selamat, kenapa gigi geraham?, Kenapa tidak gigi seri atau gigi taring?, Beliau menganalogikan gigi geraham untuk menggigit Sunnah beliau dan juga Khulafaur Rasyidin, seperti kita ketahui gigi geraham letaknya paling belakang didalam ruang mulut kita, jika seseorang menggigit sesuatu dengan gigi geraham maka tentu sangat sulit ditarik keluar, jika sesuatu itu dipaksa ditarik maka nyawa pemilik gigi sebagai taruhannya. 
Sebaiknya jika seseorang menggigit sesuatu dengan gigi taring maka menarik keluar sangat mudah dan tidak mengancam nyawa si pemilik gigi.
Semoga kita termasuk orang-orang yang kuat dalam menggigit Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dan Khulafaur Rasyidin dengan gigi geraham kita, hanya dengan demikian kita selamat dari fitnah yang banyak tersebar disekeliling kita, waalahua'lam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَ فًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اْلمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, dan untuk mendengar serta taat (kepada pimpinan) meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Sesungguhnya, barangsiapa yang berumur panjang di antara kalian (para sahabat), niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafa’ur Rasyidun –orang-orang yang mendapat petunjuk- sepeninggalku. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian, jangan sekali-kali mengada-adakan perkara-perkara baru dalam agama, karena sesungguhnya setiap bid’ah adalah sesat”. [HR Abu Dawud dan Tirmidzi]

No comments:

Post a Comment