Saturday, April 27, 2019

MENANYAKAN HAKEKAT ISTIWANYA ALLAH TA'ALA DIATAS ARSY ADALAH CIRI AHLUL BID'AH


Kata Imam Maliki, salah satu ciri ahlul bid'ah adalah menanyakan hakekat istiwa'nya Allah diatas Arsy, ini sungguh benar, tidak ada satupun sahabat nabi menanyakan hal ini, karena ketika mereka menerima ada ayat yang menjelaskan Allah Ta'ala istiwa' diatas arsy mereka bersikap samina watho'na, dengar dan taati, bukan malah mempertanyakannya seperti yang dilakukan banyak orang dijaman ini, waallahua'lam.
Ketika Imam Malik (wafat th. 179 H) rahimahullah ditanya tentang istiwa’ Allah, maka beliau menjawab:
َاْلإِسْتِوَاءُ غَيْرُ مَجْهُوْلٍ، وَالْكَيْفُ غَيْرُ مَعْقُوْلٍ، وَاْلإِيْمَانُ بِهِ وَاجِبٌ، وَالسُّؤَالُ عَنْهُ بِدْعَةٌ، وَمَا أَرَاكَ إِلاَّ ضَالاًّ.
“Istiwa’-nya Allah ma’lum (sudah diketahui maknanya), dan kaifiyatnya tidak dapat dicapai nalar (tidak diketahui), dan beriman kepadanya wajib, bertanya tentang hal tersebut adalah perkara bid’ah, dan aku tidak melihatmu kecuali da-lam kesesatan.”
Kemudian Imam Malik rahimahullah menyuruh orang tersebut pergi dari majelisnya.
(Lihat Syarhus Sunnah lil Imaam al-Baghawi (I/171), Mukhtasharul ‘Uluw lil Imaam adz-Dzahabi (hal. 141), cet. Al-Maktab al-Islami, tahqiq Syaikh al-Albani.)
Sumber Almanhaj.or

No comments:

Post a Comment