Friday, April 12, 2019

KENAPA KITA BIARKAN MASJID KOSONG DARI RAHMAT ALLAH ???


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kalau lihat jumlah jamaah sholat fardhu dibanyak masjid sungguh bikin hati miris, sangat sedikit Umat Islam datang untuk memenuhi shaf shalat berjamaah, dan sebaliknya majelis-majelis kemaksiatan seperti konser musik dan dangdut dan semacamnya dipenuhi ribuan orang. Menurut banyak survey mungkin hanya 17% atau bahkan mungkin kurang orang-orang yang tertib memenuhi shaf shalat fardhu berjamaah di masjid dan musholla di negri ini, apalagi jumlah kajian rutin dan semacamnya maka sangat sedikit ada hal demikian, waallahua'lam.
Jadi teringat perkataan Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah, " Kenapa kita biarkan majelis kemaksiatan dipenuhi orang banyak sementara masjid-masjid kosong dari rahmat Allah Azza Wa Jalla?. Padahal andai masjid-masjid kita penuh dengan amal ibadah dan kajian ilmu agama, penuh dengan kebenaran, sarat risalah Allah dan RasulNya maka tidak akan ada azab Allah, karena yang ada adalah Rahmat Allah saja".
Allah Ta’ala berfirman:
{مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ. إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ}
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).
Ayat yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan memakmurkan masjid yang didirikan karena Allah Ta’ala, dalam semua bentuk pemakmuran masjid, bahkan perbuatan terpuji ini merupakan bukti benarnya iman dalam hati seorang hamba.
Imam al-Qurthubi berkata: “Firman Allah Ta’ala ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa mempersaksikan orang-orang yang memakmurkan masjid dengan keimanan adalah (persaksian yang) benar, karena Allah Ta’ala mengaitkan keimanan dengan perbuatan (terpuji) ini dan mengabarkan tentanganya dengan menetapi perbuatan ini. Salah seorang ulama Salaf berkata: Jika engkau melihat seorang hamba (yang selalu) memakmurkan masjid maka berbaiksangkalah kepadanya”
Sumber Referensi "Gemar memakmurkan masjid sifat orang-beriman", karya Ustadz Abdullah Taslim di web muslim.or
Foto salah satu Tabligh akbar di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru

No comments:

Post a Comment