Saturday, April 27, 2019

DAKWAH ADALAH KOMUNIKASI


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ada teman menyampaikan tentang seorang temannya yang suka memposting konten dakwah namun masalahnya sedikit orang paham yang dia sampaikan, padahal dia baru lulus dari Al Azhar Mesir. Ternyata pas ikut lihat postingannya saya jadi paham kenapa banyak orang yang membacanya tidak paham, postingannya ternyata membahas kitab-kitab berat karya para Syaikh dan berbahasa Arab, kemudian diterjemahkan seperti apa adanya, Tampa adaptasikepada istilah populer dalam bahasa Indonesia, pantas saja banyak orang yang bingung dan gagal paham melihat postingan dia.
Maksudnya sebenarnya baik ingin share apa yang di pelajari selama ini, namun karena tidak didukung dengan cara berkomunikasi dengan baik tentu pada akhirnya justru dia menemui kegagalan.
Jadi teringat cerita Ustadz Ali Ahmad tentang ada seorang sarjana yang baru lulus kuliah kemudian dia bertekad membangun desanya, sampai kembali ke desanya dia dalam berkomunikasi dengan masyarakat desa yang kebanyakan tidak merasakan bangku kuliah pakai istilah-istilah yang sangat ilmiah seperti kata-kata yang berakhiran "si", seperti efisiensi, asumsi, agitasi dan seterusnya, tentu masyarakat desanya bingung dan tidak paham apa yang dibicarakan si sarjana muda, karena yang mereka pahami selama ini kata akhiran "si" adalah cuma terasi.
Pada akhirnya keinginan si sarjana untuk membangun desanya gagal total karena masyarakat desanya selalu gagal paham kalau dia bicara.
Inilah bukti pentingnya menyampaikan hal yang mudah dipahami orang lain.
Dalam sebuah kajian seorang ustadz membahas tentang dalil kenapa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, menurut beliau sebabnya pertama karena Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam adalah orang Arab tentu menggunakan bahasa beliau, dan agar supaya segala perintah dan larangan dari Allah Ta'ala dapat mudah di pahami oleh umat manusia, andai Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa yang sulit dipahami oleh manusia tentunya Islam tidak akan berkembang luas seperti saat ini, dimana pemeluknya lebih dari 1 milyar orang, waalahua'lam.
Allah berfirman yang artinya :
”Kami tidak mengutus seorang Rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.”(Ibrahim: 4)

No comments:

Post a Comment