Sunday, January 28, 2018

ALLAH MENJAMIN RIZKI ORANG YANG BERTAKWA.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam kajian pagi tadi Ustadz Abdullah Zein MA menutup kajian dengan kisah yang sangat inspiratif tentang kewajiban bertawakal kepada Allah, dan keyakinan bahwa rizki bagi orang bertakwa sudah dijamin oleh Allah Ta’ala.
Dikisahkan seorang lelaki yang bekerja disebuah perusahaan multi nasional, sebuah perusahaan asing yang berkantor di Indonesia, dia bekerja sebagai accounting. Gaji perbulannya cukup besar dibanding ukuran rata-rata gaji di Indonesia, yakni sekitar 30 juta perbulan. Dalam timbangan syariat agama sebenarnya pekerjaannya bukan termasuk jenis pekerjaan yang terlarang, namun karena jam kerja dalam bekerjanya membuat sulit menegakkan shalat, hal ini yang membuatnya gelisah, tidak tenang. Karena ini terjadi terus menerus, akhirnya dia menyampaikan keinginan mengundurkan diri dari pekerjaan kepada istrinya, dia ingin mencari pekerjaan yang memungkinkan dia dapat menunaikan shalat tampa adanya gangguan. Istrinyapun termasuk wanita sholehah, mendengar penuturan suaminya ia menyetujui rencana tersebut, karena jika seorang wanita yang tidak sholehah tentu sulit menyetujui sisuami meninggalkan pekerjaan dengan gaji sebesar 30 juta demi dapat menegakkan shalat tampa gangguan.
Akhirnya lelaki itu keluar dari pekerjaannya, rumah dan mobil ditarik perusahaan, dan dia naik motornya mulai berdagang ini dan itu, namun selalui menemui kegagalan, mencoba lagi berdagang selalu gagal.
 Suatu hari dia ditemui seseorang dengan menawarkan pekerjaan sebagai penjual CD program akunting, karena si lelaki punya dasar ilmu akuntansi, akhirnya dia mulai berjualan CD program Akunting, namun karena dia bukan orang yang ahli dalam penjualan(sales) selama berjualan CD program selama tiga bulan, tak satupun CD program dagangannya laku. Sementara tabungan dari pekerjaan sebelumnya sudah tipis dan hampir nol, hal ini terjadi karena setiap hari ada pengeluaran sementara pemasukan hampir tidak ada.
Pada suatu hari setelah kelelahan menawarkan CD program dagangannya kesana kemari tak satupun laku, ketika masuk shalat fardhu dia masuk ke masjid, dan ikut shalat berjamaah, setelah itu duduk termenung memikirkan nasibnya. Tak disangka ada seorang bapak mengajak mengobrol dengannya, si bapak ini bercerita bahwa ia punya sebuah perusahaan, dan akhir tahun ini dia akan membuat laporan keuangan yang rapi dan baik, saat ini dia mencari tenaga untuk membuat laporan tersebut, dan lelaki itu begitu mendengar cerita si Bapak langsung menawarkan dirinya, "itu pekerja saya pak". Mendengar tawaran si lelaki maka si bapak pemilik perusahaan menghiyakan dan setuju menyerahkan pekerjaan ini kepadanya. Akhirnya sesuai kesepakatan si lelaki tersebut membuatkan laporan perusahaan milik si bapak, selang beberapa hari kemudian laporan yang diinginkan si bapak selesai. Ketika menyerahkan laporan itu si bapak pemilik perusahaan merasa puas melihat pekerjaan si lelaki, laporan perusahaannya bagus dan akurat. Kemudian si bapak memberikan sebuah amplop berisi uang sebagai imbalan atas pekerjaannya kepada si lelaki, dan ketika dibuka amplop tersebut, betapa terkejutnya dia melihat isinya, didalam amplop itu berisi uang 100 juta rupiah!!!.
Setelah itu si lelaki dikenal sebagai seorang akuntan yang handal, dan terpercaya, beberapa waktu kemudian dia punya kantor akuntan sendiri, dan memiliki puluhan karyawan.
Pelajaran dari cerita diatas yakni Allah mengganti pengorbanan si lelaki selama tiga bulan dengan ganti yang lebih baik dari sebelumnya, selama tiga bulan tampa pemasukan sepeserpun namun dibulan ketiga Allah ganti melebihi pendapatan sebelumnya, jika diperusahaan sebelumnya digaji 30 juta, artinya tiga bulan jadi 90 juta, namun Allah ganti dengan 100 juta, bonus 10 juta.
Dan selama tiga bulan tampa pemasukan adalah ujian atas pilihan ketaatannya demi dapat menjalankan shalat secara leluasa. Waallahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman ,
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).

No comments:

Post a Comment