Friday, December 16, 2016

Mereka adalah orang2 yang sombong kepada Allah dan RasulNya.


Barusan debat dengan seorang jamaah tabligh, ketika saya tanyakan dalil atas amalan khurujnya dia sampaikan hadist dakwah salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ke Yaman, juga menukil kisah Nabi Ibrahim Alaihi Wassallam yang pergi meninggalkan keluarganya, subhanaAllah. Ini jelas dalil asal nemu, kata Ustadz Maududi Abdullah, " mereka yang menggunakan perkataan Allah dan RasulNYa sebagai pembenar untuk amalan-amalan bid'ah adalah orang yang sangat sombong luar biasa, bagaimana tidak sombong? karena kaidahnya seorang hamba menuruti perkataan TuanNYa, bukan sebaliknya TuanNya menuruti hambanya, dengan menggunakan perkataan Allah dan RasulNya sebagai pembenar atas amalan yang menyelisihi syariat asalnya sama saja memaksa Allah dan RasulNya mengikuti kemauannya". Juga secara fakta sejarah amalan mereka jelas bukan sunnah, karena amalan khuruj baru diamalkan 100 tahun terakhir, sementara agama ini berumur 1438 tahun, jadi ingat perkataan Ustadz Maududi Abdullah, " karena jika pemahaman mereka soal dakwah misalkan benar, artinya apa yang dilakukan para pendahulu seperti para ulama-ulama ahlus sunnah, para imam madzhab, para tabi'in, tabi'ut, para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hingga Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sendiri adalah SALAH, karena mereka semua tidak pernah mengamalkan dakwah seperti itu. Ini jelas adalah pahamam bathil karena mustahil pemaham mereka benar sementara Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang paling tau bagaimana mendakwahkan agama ini salah dalam cara mendakwahkannya, karena jelas beliau tidak pernah berdakwah dengan seperti itu".
Yang haq adalah jalan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Artinya : Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” [Al-An’aam: 153]
Ayat ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa jalan itu hanya satu, sedangkan jalan selainnya adalah jalan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu dan jalannya ahlul bid’ah.
Hal ini sesuai dengan apa yang telah dijelaskan oleh Imam Mujahid ketika menafsirkan ayat ini. Jalan yang satu ini adalah jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Jalan ini adalah ash-Shirath al-Mustaqiim yang wajib atas setiap muslim menempuhnya dan jalan inilah yang akan mengantarkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa jalan yang mengantarkan seseorang kepada Allah hanya SATU… Tidak ada seorang pun yang dapat sampai kepada Allah, kecuali melalui jalan yang satu ini.
referesi Almanhaj.or.id.co
Komentari

No comments:

Post a Comment