Monday, August 8, 2016

Kita masuk pencari kebenaran atau pembenaran?


Kita masuk golongan pencari kebenaran atau pembenaran.

Sikap seorang ahlu sunnah sejati yakni selalu mencari kebenaran dari risalah yang diturunkan oleh Allah dan disampaikan oleh RasulNya.  Maka bagi ahlu sunnah sejati tidak ada kebenaran hakiki selain apa yang difirmankan oleh Allah dan disabdakan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, artinya seorang ahlu sunnah sejati merasa dirinya bodoh terhadap apa yang disampaikan oleh Allah dan RasulNya. Dengan demikian seorang ahlu sunnah sejati tidak punya keberanian mendahului Allah dan RasulNya dalam perkara agama, segala sesuatu perkara agama yang ditemuinya selalu dikembalikan kepada Allah dan RasulNya, jika perkara itu menurut Allah dan RasulNya haram maka dia ikut juga berpendapat haram, jika Allah dan RasulNya menyebut itu adalah halal maka dia juga akan ikut menyatakan halal dan seterusnya. Ahlu sunnah sejati bersikap samina wato'na (dengar dan taati) kepada apa yang datangnya dari Allah dan RasulNya.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Hujurat:1)

Sementara seorang pengikut kebathilan selalu mencari pembenar atas amalan yang sebenarnya tidak ada sama sekali tuntunannya. Dengan keilmuan yang dimilikinya dia menggunakan segala tipu mushlihat demi kepentingan pribadi dan kelompoknya dengan cara menipu orang2 awam, misalkan ketika dirinya ingin dianggap berilmu tinggi, dan merasa Allah langsung menurunkan ilmunya kepadanya tampa usaha(ikhtiyar), dia berusaha mencari dalil, setelah dibolak baliknya Alquran dan hadist dia menemukan kisah pertemuan Nabi Khidir dan Nabi Musa Alaihi wassallam, dan ada lafadz "ladun" dalam ayat itu, maka hal ini digunakan untuk menipu orang lain dengan kata "laduni" untuk ilmu yang langsung diberikan dari Allah kepadanya, dengan demikian dia dianggap oleh orang2 awam sebagai wali Allah dan semacamnya, ini sungguh bathil karena kenyataannya para ulama2 besar seperti ahli tafsir mengusai ilmu tafsir Alquran, ataupun perawi hadist hafal jutaan hadist melalui proses belajar yang panjang hingga belasan dan puluhan tahun untuk menguasai ilmunya, dan tidak datang tiba2.
Dan yang selamat dari tipuan seperti ini adalah orang2 yang mencari kebenaran, merekalah ahlu sunnah sejati, ketika kelompok ini akan ditipu ahlul bathil mereka kembalikan perkara ini kepada Allah(Alquran) dan RasulNya (hadist), dan para ahlu sunnah sejati mengetahui bahwa perkara itu tidak pernah diperintahkan dan dipahami demikian oleh Rasulullah maupun para sahabatnya,  maka mereka tinggalkan tipuan ahlul bathil.

Dikutip dr Ustadz Maududi Abdullah Lc.

Semoga kita masuk golongan pencari kebenaran bukan pembenaran, Aamiin.


No comments:

Post a Comment