Friday, October 5, 2018

SYIRIK YANG DIANGGAP BUDAYA




Oleh Siswo Khusyudhanto
Dalam sebuah kajian Ustadz Abdullah Zein menyebutkan, jika ada sekelompok orang membuat sesajen kemudian melarungkan ke laut selatan sebagai persembahan kepada makhluk ghaib penghuni tempat itu maka hampir semua orang mengatakan itu adat istiadat, sesuatu yang lumrah/biasa. Namun ketika ada sekelompok orang melakukan shalat berjamaah dan menghadap laut selatan, padahal tata caranya benar, semua rukun shalat terpenuhi, namun semua orang akan mengatakan perbuatan ini adalah perbuatan sesat. Padahal dari timbangan syariat melarungkan sesajen, memberi persembahan kepada penghuni laut selatan adalah jauh lebih sesat dari melakukan shalat menghadap ke laut selatan, karena memberikan sesajen dan melarungkan persembahan adalah jelas perbuatan syirik besar.
Karena dalam shalat kita telah berjanji kepada Allah Ta'ala untuk memberikan persembahan hanya kepada Allah Ta'ala saja, namun ketika membuat persembahan kepada selain Allah Ta'ala, karena dianggap makhluk selain Allah Ta'ala mampu memberi perlindungan, maka jelas ini perbuatan syirik karena menganggap ada yang memiliki kemampuan sama dengan Allah Ta'ala, Waalahua'lam
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allâh, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allâh)”. [al-An’âm/6:162-163]
Memang mungkin kita makin dekat kepada hari kiamat.
Dalam hadits yang shahih, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih menegaskan hal ini:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الأَوْثَانَ
“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai beberapa qabilah (suku/kelompok) dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan sampai mereka menyembah berhala (segala sesuatu yang disembah selain Allâh)”
(Hadits shahih riwayat Abu Dâwud no. 4252, at-Tirmidzi no. 2219 dan Ibnu Mâjah no. 3952.)
Referensi,"Waspadai Syirik disekitar kita!_, karya Ustadz Abdullah Taslim Al Bunthony di almanhaj.or.id

No comments:

Post a Comment