Wednesday, October 3, 2018

PERNAHKAH KITA MENDOAKAN PELAKU MAKSIAT ?


Oleh Siswo Khusyudhanto
Pada beberapa hari yang lalu, masih pagi sekali ketika saya melintas sebuah hotel bintang dua, ada seorang wanita membawa pakaiannya tampa alas kaki dan pakaiannya tidak penuh menutupi tubuhnya, serta rambut yang berantakan nampak keluar dari sebuah mobil besar yang disetir oleh om-om yang sudah memutih rambutnya, melihat itu tak terasa air mata menetes, membayangkan jika wanita itu adalah adik saya, kakak saya, anak saya atau bahkan ibu saya, betapa sedihnya hati kerabat yang mengetahui orang yang dekat mencari rizki dengan cara seperti itu, dengan cara zina, subhanaAllah. Semoga wanita itu diketuk hatinya dengan hidayah dari Allah Azza Wajalla, aamiin.
Jadi ingat kajian Ustadz Maududi Abdullah, " coba tanyakan pada diri anda, pernahkan anda mendoakan para pelaku maksiat? atau doa itu terlalu mahal untuk mereka para pelaku maksiat karena kita membencinya?, doakan agar mereka mendapat hidayah dari Allah Azza Wajalla, dan dengan hidayah itu mereka meninggalkan perbuatan maksiatnya kemudian berusaha istiqomah dijalan yang dirihoi oleh Allah Azza Wajalla. Ketika anda mendapat hidayah dan telah berusaha istiqomah dalam amal ibadah harusnya anda mencintai hidayah itu dengan cara berkasih sayang kepada sesama muslim, dan bentuk kasih sayang kita kepada mereka yang masih jauh dari hidayah yakni dengan cara mendoakannya. Jangan terlalu mahal dalam doa anda, doakan sesering mungkin para pelaku maksiat, karena kita sayang mereka."
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.
‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’”
‘Abdullah berkata: “Lalu aku pergi ke pasar dan bertemu dengan Abud Darda’ Radhiyallahu anhu, lalu beliau mengucapkan kata-kata seperti itu yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
*Walaupun orang yang dido’akannya berada di hadapan orang yang mendo’akannya, seperti berdo’a dengan hatinya atau dengan lisan tetapi tidak terdengar oleh orang yang dido’akan. (‘Aunul Ma’buud IV/275-276)
*Shahiih Muslim kitab adz-Dzikr wad Du’aa’ wat Taubah wal Istighfaar bab Fadhlud Du’aa’ lil Muslimiin bi Zhahril Ghaib (IV/ 2094 no. 2733 (88)).
Sumber Referensi almanhaj.or.id

No comments:

Post a Comment