Wednesday, October 17, 2018

JANGAN PANIK KALAU USTADZ ANTUM DIHINA


Oleh Siswo Khusyudhanto
Sering kali dikirimi teman posting tentang seorang yang menghina para ustadz kajian Sunnah, dibuat meme melecehkan dan semacamnya, teman itu mungkin marah dan kecewa atas posting tersebut, namun dengan ikut mensharenya secara luas tampa tidak dia sadari sebenarnya mensukseskan hinaan dan lecehkan si pemosting, dengan makin luasnya posting itu tentu tujuan untuk mengajak khalayak luas ikut melecehkan ustadz kita makin berhasil.
Dalam hal ini perlu ilmu untuk menilainya agar kita tidak ikut panik dan malah men-share kemana-mana.
Dalam sebuah kajian Ustadz Muhammad Nuzul Zikri menyebutkan, jika ada orang menghibahi kita atau memfitnah kita kemudian kita tau ilmunya bahwa pahala amal ibadah pelakunya akan ditransfer kepada kita, insyaallah kita tidak akan marah kepada pelakunya atau tidak kecewa akan hal ini, justru malah kita senang akan hal tersebut dan kasihan kepada pelakunya atas tindakannya.
Lihat kisah Hasan Al Basri ketika beliau diberitahukan seseorang bahwa telah dighibahi atau dikatakan buruk oleh orang lain, beliau tidak marah, justru beliau malah menghadiahi pelakunya dengan sepiring kurma. Hal tersebut dilakukan karena beliau merasa beruntung, mendapatkan transfer pahala amal ibadah dari si pelaku tampa perlu bersusah payah beramal ibadah, Hasan Al Basri memahami demikian berdasarkan sebuah hadist dari Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam tentang hal ini, yang menyebutkan bahwa semua amal ibadah yang dilakukan oleh pelaku ghibah dan fitnah pindah kepada beliau.
Waalahua'lam.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya dalam sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ n قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]
Sumber Referensi, "Perbuatan Zalim penyebab kebangkrutan seseorang", karya Ustadz Abu Muslim Al Atsy'ari di almanhaj.or.id

No comments:

Post a Comment