Friday, May 25, 2018

PETUNJUK JALAN KE SURGA PAKAI DALIL, BUKAN DALIH


Oleh Siswo Kusyudhanto
Banyak orang ketika dinasehati atas amalannya yang menyelisihi syariat selalu saja mereka berdalih, ini khan baik atau ini khan bermanfaat, padahal sudah dijelaskan dibanyak ayat dan hadist bahwa jalan surga hanya ketika mengikuti cara beramal ibadah diperintahkan Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam beserta para sahabatnya, dan diluar itu tentu bukan jalan ke surga, dan juga bukan jalan kepada kemshlahatan umat Muslim di dunia.
Dalam sebuah kajian Ustadz Subhan Bawazier menyebutkan bahwa kalau kita beli mobil saja kita minta buku manual/manual booknya kepada si penjual mobil agar mengetahui bagaimana merawat mobil itu, minimal tau bagaimana mengisi bahan bakar pada mobil yang kita beli, kalau tidak tau cara ngisi bahan bakar aja pasti kita repot, jika urusan mobil sebuah urusan dunia yang sifatnya sepele saja kita perlu buku petunjuknya apalagi soal surga?, padahal kenikmatan surga jauh lebih berharga dari hanya sebuah mobil.
Allah berfiman
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Dia-lah yang mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama, meskipun orang-orang musyrik benci. [Ash Shaf:9]
Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمُُ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Al Hujurat:1].
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun (ia) seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, ia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah, dan giggitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat. (H.R Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676; ad-Darimi; Ahmad; dan lainnya dari al-‘Irbadh bin Sariyah).
Referensi dr almanhaj.or.id dan Muslim. Or. Id

No comments:

Post a Comment