Sunday, May 20, 2018

BERPUASALAH SEPERTI ULAT JANGAN SEPERTI ULAR !


Oleh Siswo Kusyudhanto
Seorang ustadz dalam sebuah kajian menyebutkan, "Ada perbedaan nyata antara puasanya orang yang bersungguh-sungguh dan tidak bersungguh-sungguh, jika orang serius dalam puasanya ada perubahan nyata ke arah yang lebih baik setelah puasa usai, meningkat kualitas amal ibadahnya, sementara bagi orang yang tidak serius puasa yang dikerjakan tidak memberikan perubahan apa-apa pada dirinya, sebelum dan setelah melakukan puasa tabiat atau perilakunya sama saja, puasa tidak membuatnya berperilaku makin baik lagi, berpuasa hanya mendapatkan haus dan lapar saja.
Lihat seekor ular, ketika memakan mangsanya dia akan berpuasa selama berhari-hari didalam sarangnya, namun setelah melakukan amalan puasa beberapa hari itu tabiat si ular sama saja dengan sebelum melakukan puasa, dia masih melata dengan cara yang sama, persis sama berperilaku seperti sebelumnya.
Bandingkan dengan seekor ulat, dia adalah salah satu hewan melata yang menjijikkan, namun pada waktu tertentu si ulat akan melakukan amalan puasa dalam kepompongnya, setelah sekian lama berpuasa dia berubah menjadi sesuatu yang indah yakni kupu-kupu, semula si ulat berjalan di tanah, namun setelah berpuasa dia dapat terbang, jika semula si ulat memakan daun-daunan setelah melakukan puasa dia memakan yang jauh lebih nikmat yakni sari bunga atau madu.
Maka jangan berpuasa seperti ular, berpuasalah seperti ulat, jangan sia-siakan puasa kita dengan hanya mendapatkan haus dan lapar, tapi jadikan puasa kita menjadi sarana untuk kemudian berubah jadi pribadi yang jauh lebih indah dari sebelumnya, aamiin. "
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).
Referensi dr Rumoysho.co

No comments:

Post a Comment