Friday, May 25, 2018

KETIKA BERHASIL MEMAHAMI BAHWA DUNIA HANYA SARANA.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Tadi sore dikabari oleh teman yang berbuka di Masjis Mahad Abu Darda Panam, Pekanbaru, kata dia mungkin yang ikut buka bersama gratis yang diadakan disana sekitar 2000 orang, badan langsung bergetar, bayangkan kalau 1 porsi adalah 20 ribu saja, termasuk ta'jil dan makan nasinya, dengan peserta 2000 orang artinya dalam sehari butuh 40 juta rupiah untuk membiayainya, misal selama Bulan Ramadhan peserta buka bersama gratis itu terus berjumlah 2000 orang, artinya sebulan perlu dana 1,2 milyar untuk ta'jil dan makan saja! , dan hebatnya itu disumbang oleh satu orang saja, yakni orang yang sama juga membangun dan merawat Masjid Mahad Abu Darda, MasyaAllah. Tiba-tiba jadi sangat iri, betapa senangnya andai punya kemampuan seperti itu, betapa besar pahalanya?.
Teringat kajian seorang ustadz, beliau mengatakan, ketika seseorang memahami bahwa dunia adalah sarana untuk mencapai surga, maka dia bekerja keras mengumpulkan dunia, kemudian digunakan secukupnya, dan sisanya diberikan kepada orang lain, hal ini dilakukan karena dianggap dunia adalah sarana baginya mencapai surga, sebaliknya seseorang yang menganggap dunia adalah tujuan dia akan bekerja keras mengumpulkan dunia, dan ketika terkumpul dia simpan yang untuk memuaskan syahwatnya, dan akan merasa berat untuk diberikan kepada orang lain, karena dia merasa nikmat yang dia peroleh hanyalah hasil kerja kerasnya, sementara peran Allah Ta’ala dilupakannya.
Waalahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman,
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)”

No comments:

Post a Comment