Friday, May 18, 2018

DICURIGAI SEBAGAI TERORIS KARENA JENGGOTAN, CELANA CINGKRANG DAN BERCADAR.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kemarin teman saya di sebuah daerah berniat mengurus surat keterangan kehilangan di sebuah kantor polisi, namun keinginannya untuk mendapatkan surat dari Polisi tidak berjalan mulus, sampai dikantor polisi diantara antrian banyak orang dia paling diawasi oleh polisi dan banyak orang disana, ujungnya dia didatangi oleh dua anggota polisi dan diperiksa, ditanyai dan digeledah saku dan barang bawaannya, karena dicurigai membawa senjata atau bom, subhanaallah, demikian yang terjadi ketika fitnah tersebar luas, orang yang berpenampilan agak aneh menjadi sasaran kecurigaan.
Atau ketika ada wanita bercadar dilingkungan yang mayoritas wanitanya tidak bercadar, pasti kecurigaan kepada wanita yang bercadar jauh lebih intens, gerak geriknya pasti selalu diawasi banyak mata.
Dan mungkin banyak kejadian yang serupa di beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Padahal menilik para pelaku teror di Indonesia kebanyakan malah tidak jenggotan, tidak bercelana cingkrang dan bagi wanitanya juga kebanyakan tidak bercadar.
Seperti dituturkan tetangga pelaku teror di Surabaya dalam acara Indonesia Lawyer Club beberapa hari yang lalu, dia menuturkan, "pak Dita itu tidak jenggotan, sering memakai celana jeans(padahal celana jeans dilarang secara syariat karena membentuk tubuh pemakainya) , jidatnya gak hitam, dan jarang berpakaian gamis, demikian juga dengan istrinya, hijabnya warna-warni dan juga tidak bercadar. "
Pelaku penyerangan Mapolda Riau juga dari foto-foto yang beredar menunjukkan penampilan mereka lebih mirip preman, pakai jeans dan rambutnya gondrong, mana ada orang ngaji Sunnah rambutnya kayak rocker gitu?.
Lalu kenapa justru yang bajunya gamis, berjenggot dan bercadar dituduh punya potensi berbuat teror?.
Penyebabnya mungkin streotip bahwa pelaku teror adalah berpakaian gamis, berjenggot, jidat hitam, cingkrang celananya dan berhijab hitam serta bercadar adalah pelaku teror diawali dari sebuah olok-olok kecil dilakukan orang awam dan bahkan dilakukan oleh orang yang dikenal ditengah masyarakat, seperti jenggot bikin goblok, atau jenggot seperti tusuk sate, atau cadar itu seperti ninja, cadar gak perlu, gak perlu berhijab yang penting hatinya dan olok-olok semacamnya, dan anehnya yang mengolok-olok demikian kebanyakan justru dari kalangan umat Islam sendiri. Akhirnya ungkapan yang demikian akhirnya tertanam dalam banyak benak orang dan memahami bahwa teroris selalu berpenampilan demikian, padahal sedikit sekali seperti itu, dan buruknya ketika terjadi peristiwa teror sungguhan maka sasarannya adalah orang-orang yang diolok-olok itu, yang jenggotan, celana cingkrang, berhijab syar'i dan bercadar.
Dalam sebuah kajian Ustadz Abdullah Zein MA ditanya oleh salah seorang jama'ah, "ustadz kenapa Islam dibuat bermacam-macam golongan, kenapa Allah Ta’ala tidak membuat satu golongan saja?", lalu ustadz menjawab, "Mungkin Allah Ta’ala membuat demikian dengan tujuan untuk ujian bagi hambanya, mana-mana saja yang berpegang teguh kepada risalah dari Al-Qur’an dan As Sunnah, allahua'lam."
Allâh Azza wa Jalla befirman :
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى ﴿١٢٣﴾ٰ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴿١٢٤﴾ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا ﴿١٢٥﴾ قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ
Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia, “Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ?” Allâh berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. [Thaha/20:123-126]

No comments:

Post a Comment