Wednesday, December 12, 2018

Penguasa zalim karena Rakyatnya Zalim


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam sebuah kajian seorang ustadz menyebutkan, banyak diantara kita menyebut keburukan penguasa, seakan kita bersih dari keburukan, padahal penguasa zalim disebabkan karena rakyatnya suka berbuat zalim. Artinya baik dan buruknya penguasa adalah tergantung dari keadaan kita rakyatnya, kita sebagai rakyat punya tanggung jawab terhadap perilaku penguasa.
Jika rakyatnya suka berbuat curang, suka menipu, suka merubah timbangan, suka merubah-rubah kuitansi, memark up nilai proyek, suka berbuat korupsi dan berbagai perbuatan zalim lainnya, tentu penguasa yang akan memimpin rakyat itu juga memiliki pemimpin yang punya perilaku sama, yakni suka berbuat zalim.
Mustahil sebuah negri yang rakyatnya mayoritas berprofesi sebagai maling atau tukang copet dipimpin oleh seorang ulama, dan sebaliknya mustahil negri yang diisi banyak ulama dipimpin oleh seorang maling atau tukang copet.
Jika kita tidak ingin punya penguasa yang suka berbuat zalim mulailah memperbaiki diri kita, mulailah berlaku jujur, amanah, jauhi perbuatan maksiat, jauhi perbuatan zalim lainnya yang dilarang Allah dan RasulNya, insyaallah kita akan memiliki penguasa yang baik.
Waalahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman,
وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang yang zalim sebagai pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan amal yang mereka lakukan.” (Qs Al An’am: 129)

No comments:

Post a Comment