Wednesday, July 12, 2017

Jangan pernah sombong karena sedang dalam ketaatan amal ibadah

Jangan pernah sombong karena sedang dalam ketaatan amal ibadah.

Dalam sebuah kajian Ustadz Abdullah Zein menyebutkan, " kadang banyak diantara kita yang rajin dalam amal ibadah merasa sombong,  yakni dengan merendahkan orang lain yang tidak sebaik kita dalam beramal ibadah, kita menganggap sepele orang yang tidak menegakkan shalat karena kita tertib dalam menegakkan shalat, kita anggap rendah orang yang tidak sedekah sementara kita sudah banyak bersedekah, kita anggap rendah seseorang yang melakukan maksiat, sementara kita sudah jauh dari perbuatan maksiat dan seterusnya.
Ketahuilah ini sikap yang membahayakan diri kita sendiri, karena dengan menganggap orang lain rendah karena tidak setara dengan kita dalam amal ibadah akan mendatangkan sikap tidak bersyukur atas hidayah yang diberikan Allah kepada kita, dan Allah memiliki kemampuan mencabut hidayah itu dari hati kita. Dapat saja terjadi pada seseorang yang dulu rajin shalat namun pada suatu saat dia malas menegakkan shalat atau bahkan meninggalkannya sama sekali, atau seseorang yang dulu suka bersedekah namun pada suatu saat jadi orang yang sangat Bakhil(pelit), atau juga dapat terjadi seseorang yang dulu menjauhi segala bentuk maksiat tiba-tiba dia adalah pelaku maksiat yang jauh lebih buruk dari orang yang direndahkannya dulu.
Maka bersyukurlah atas hidayah yang kita jalani dalam amal ibadah, dan ketika melihat seseorang melakukan maksiat jadikan sarana untuk bersyukur tidak melakukan hal serupa, dan jangan dijadikan jalan untuk menyombongkan diri, waallahua'lam."

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. (QS. Al-An’am : 110)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf : 99)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :
Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. Ash-Shaf : 5)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :
Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): “Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?” Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. At-Taubah : 127)

Dan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash Radiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :

“Sesungguhnya hati-hati bani Adam seluruhnya berada diantara dua jemari Ar Rohman laksana satu hati Ia bolak-balikkan hati tersebut sekehandaknya.” Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdoa : “Ya Allah Dzat yang membolak-balikkan hati palingkanlah hatiku untuk mentaati-Mu”

Dan di dalam Sunan At Tirmidzi dari Ummu Salamah Radiyallahu ‘anha beliau berkata(yang artinya) :
“Doa yang sering dibaca Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamamu”

Dan dari Nawwas bin Sam’an ia berkata aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):
“Tidaklah ada satu hatipun melainkan berada diantara dua jemari dari jari jemari Ar Rahman bila ia kehendaki, Ia akan meneguhkannya dan bila Ia kehendaki, Ia akan menyesatkannya.” (diriwayatkannya oleh Imam Ahmad dalam Al Musnad dan Ibnu Majah. Dishohihkan oleh syaikh Albani)

Referensi Darussalaf.co

By Siswo Kusyudhanto

No comments:

Post a Comment