Monday, May 13, 2019

ORANG CERDAS ADALAH YANG MEMPERSIAPKAN BEKAL LEBIH BAIK


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam sebuah kajian Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah menyebutkan, " Dahulu kaum salaf merancang hidupnya dari Dhuhur ke Ashyar, dari Ashyar ke Maghrib, dari Maghrib ke Isya', dan dari Isya' ke Subuh. Mereka lakukan demikian karena mereka merasa hidup ini sangat sebentar, maka mereka berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, mereka berusaha selalu melakukan amal ibadah dan berusaha menjauhkan diri dari perbuatan dosa dalam waktu yang mereka miliki.
Namun lihat saat ini kebanyakan kita mengkhayal segala sesuatu jauh ke depan seakan kita hidup selamanya, banyak diantara kita memikirkan apa yang akan dilakukan di tahun 2020, padahal belum tentu umur kita sampai pada tahun itu, akhirnya banyak diantara kita lalai untuk melakukan amal ibadah dalam waktu yang dimiliki, dan malah banyak berbuat dosa.
Jangan merasa hidup lama karena bisa saja terjadi tak lama lagi kita menemui kematian.
Maka orang yang cerdas dan pintar bukan orang yang punya IQ tinggi, bukan orang yang dapat menjawab pertanyaan atau soal yang sulit dipecahkan orang lain, namun dalam Islam orang yang cerdas adalah orang yang dapat mengalahkan hawa nafsunya, dan orang yang mempersiapkan dengan baik bekal berupa amal ibadah sebelum kematiannya.
Sementara orang yang lemah adalah orang yang kalah dengan hawa nafsunya sendiri, dan kemudian dia tidak mempersiapkan bekal dalam menghadapi kematian dengan baik.
Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata,
“Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’
(HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

No comments:

Post a Comment