Sunday, May 26, 2019

DUNIA HANYA TEMPAT PERANTAUAN SEMENTARA




Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam sebuah kajian Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah menyebutkan, dunia itu tempat perantauan sementara, suatu saat pasti ditinggalkan, seperti ada seorang merantau ke Kota Pekanbaru karena sebuah kebutuhan atau keperluan, sementara hartanya, anak dan istrinya, temannya, rumahnya, kampung halamannya ada nun jauh disana, di tempat entah berantah, dan dia kelak akan kembali ke kampung halamannya itu.
Karena pasti dia meninggalkan Kota Pekanbaru tentu dia tidak akan ikut berebut dengan banyak orang dalam urusan dunia, dia tidak terlalu memikirkan kepemilikan akan sesuatu yang berkaitan dengan dunia, karena dia tidak membutuhkannya sangat, karena dia akan kembali ke kampungnya maka yang dia fikirkan adalah bekal untuk kembali ke kampung halaman yang sesungguhnya.
Bekal seseorang menuju kampung halamannya(akhirat) adalah amal ibadahnya selama diperantauan(dunia),
waallahua'lam.
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang pundaknya, lalu berkata,
كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ ، أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
“Hiduplah kalian di dunia seakan-akan seperti orang asing, atau seperti seorang pengembara.”
Ibnu ‘Umar lantas berkata,
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
“Jika engkau berada di petang hari, janganlah tunggu sampai datang pagi. Jika engkau berada di pagi hari, janganlah tunggu sampai datang petang. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah pula waktu hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari, no. 6416)
Sumber Referensi " Butuh Bekal Kampung akhirat", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc. di rumoysho.c

No comments:

Post a Comment