Friday, May 3, 2019

MEMBANGUN UMAT DIMULAI DARI TAUHID




Oleh Siswo Kusyudhanto
Ketika ada seorang ustadz membahas pentingnya menjaga Istiqomah dalam beramal ibadah dalam bulan Ramadhan, dan menyampaikan kebiasaan masjid-masjid di Indonesia yang di awal Bulan Ramadhan ramai jamaah tarawih kemudian diakhir bulan cuma tinggal beberapa orang yang hadir untuk shalat tarawih, jadi ingat cerita teman, di masjid desanya saat tarawih selalu dibaca surat-surat pendek sebatas juz 30 sehingga shalat tarawih cepat selesai, kemudian dia coba usulkan ke pengurus masjid untuk membiasakan paling tidak bacaan imam setengah juz setiap malam agar shalat tarawih agak lama, namun usul ini ditolak dengan alasan sedang imam membaca surat-surat pendek saja jamaah tarawih cepat sekali menyusut apalagi sampai setengah juz?, Mungkin hanya butuh satu dua hari saja jamaah tarawih tinggal satu shaf karena jama'ahnya pindah masjid atau malas pergi shalat tarawih karena kelamaan menurut mereka.
Memang sangat jauh sekali perbedaan keadaan jamaah shalat tarawih di masjid pada umumnya dengan masjid berbasiskan kajian Sunnah, dari tahun-tahun Ketahun dapat dilihat perbedaan tersebut, jika masjid ada umumnya makin menuju akhir Bulan Ramadhan makin menyusut jumlah jamaahnya, namun di masjid-masjid berbasis kajian Sunnah seperti Masjid Abu Darda atau Masjid Raudhatul Jannah justru makin akhir Bulan Ramadhan malah penuh oleh jama'ah shalat tarawih.
Padahal kebanyakan masjid berbasis kajian Sunnah waktu tarawih sangat lama, bahkan beberapa masjid bacaan imam sampai 1 juz semalam.
Mungkin perbedaannya adalah dari kualitas jama'ah nya, seperti kita ketahui jama'ah kajian Sunnah rata-rata banyak hadir di kajian ilmu, mereka berusaha menegakkan tauhidnya sebaik mungkin, membersihkan agama mereka dari kekotoran seperti maksiat, syirik dan Bid'ah, dan berkat ilmu yang mereka dapatkan sehingga melihat melihat amal ibadah adalah kebutuhan pokok mereka bukan keterpaksaan, sehingga hal ini menjadi motor penggerak untuk selalu semangat dalam amal ibadah termasuk dalam hal shalat tarawih.
Seperti dituturkan oleh Ustadz Abu Yahya Badrussalam ketika ditanya seorang jamaah dalam sebuah kajian, "Ustadz kenapa sering mendakwahkan bahaya bid'ah kepada umat, apa lebih bagusnya dakwahkan saja ajakan untuk shalat", ketika ditanya demikian jawaban beliau karena menyampaikan bahaya bid'ah masuk dalam upaya menanamkan Aqidah Tauhid yang benar dan bersih dari kekotoran, seperti maksiat, bid'ah dan kesyirikan, dengan adanya Tauhid yang sudah tegak dalam diri seseorang dapat menjadi motor penggerak bagi dia dalam beramal ibadah seperti menegakkan Shalat, dengan Tauhid yang bersih membuat seseorang ringan melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah, dan memudahkan dia dalam amal ibadah lainnya.
Waalahua'lam.
Allah Ta'ala berfirman :
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kalian dan mengerjakan amal saleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka sebagai Khalifa di muka bumi, sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka sebagai Khalifah, sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhohinya untuk mereka dan dia benar benar akan memberikan rasa aman dan sentosa dari ketakutan dan mereka tetap menyembahku dan tidak mempersekutukanKu dan barang siapa inkar atau mengingkarinya setelah itu maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik” .(Annur 55).
Foto jamaah shalat tarawih Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru Beberapa tahun yang lalu.

No comments:

Post a Comment