Saturday, February 2, 2019

NGARANG2 ATURAN AGAMA SENDIRI SEPERTI BELI MESIN CUCI OTOMATIS TAPI GAK BACA BUKU MANUALNYA


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dulu saya waktu kerja di sebuah perusahaan elektronik asal Jepang dibagian penjualan ada suatu hari komplain dari seorang konsumen, di beli sebuah Air Conditioner (AC) katanya kurang dingin, terus atasan saya perintahkan untuk melihat keadaan unitnya yang sudah terpasang dirumah bapak pemilik AC itu, pas saya datang ke rumah beliau istri bapak itu sedang menyuci baju dengan sebuah mesin cuci otomatis dengan merk yang sama, dan posisi kompresor AC dekat dengan mesin cuci otomatis itu.
Ketika saya sedang amati kompresor AC ternyata masalah utama tidak dingin sebabnya kompresor letaknya sangat dekat dengan dinding didepannya, namun yang menarik diperhatikan adalah ketika ibu itu mencuci baju, dia membuang air didalam tabung dan menuang air bersih untuk membilas dia keluar masukkan dengan gayung alias cara manual, padahal itu mesin cuci otomatis dimana cara kerjanya cuma tinggal masukkan baju kotor, deterjen dan tinggal pencet tombol dan sisanya semua dikerjakan mesin cuci secara otomatis.
Lalu saya tanya ke ibu itu, "lho kok kayak itu cara nyucinya Bu? Bukannya tinggal pencet tombol saja Bu, Selang pasang ke kran dan nanti mesin yang akan memasukkan air dan mengeluarkan sendiri, ibu baca buku manualnya?'", ibu itu mengatakan, " ada sih buku petunjuk pemakaian nya namun saya malas baca", saya lalu katakan pentingnya membaca buku manual agar tau cara pemakaian yang benar dan bikin kita juga nyaman karena tidak repot, dan Alhamdulillah beliau menghiyakan dan mengikuti saran saya soal cara menggunakan mesin cuci otomatis, dan meninggalkan cara manual.
Pelajaran penting, akibat tidak membaca buku manual, sepele tapi jadi sengsara.
Benar adanya petunjuk sesuatu itu sangat penting diketahui.
Dalam sebuah kajian seorang ustadz berkata, "Jika kita beli mobil atau barang elektronik pasti kita minta buku manualnya karena disanalah dijelaskan bagaimana cara penggunaan dan perawatan nya, sehingga kita nyaman dan mudah dalam menggunakannya. Jika urusan mobil dan barang elektronik saja kita butuh buku manual apalagi soal Surga dan Neraka?, Pasti kita jauh lebih butuh petunjuk dalam mendapatkan nya, dan itu tertuang dalam Al-Qur'an dan Sunnah (Hadits). Hanya dengan belajar Al-Qur'an dan Sunnah kita akan selamat baik di dunia juga akhirat.
Sementara meninggalkan Al-Qur'an dan Sunnah dan kemudian ngarang2 sendiri syariat pasti akan membuat kita celaka dan sengsara baik di dunia dan akhirat, waalahua'lam."
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).
Sumber Referensi almamhaj.or

No comments:

Post a Comment