Saturday, February 2, 2019

IKUTI YANG JELAS MASUK SURGA




Oleh Siswo Kusyudhanto
Kadang kalau ada Ustadz menyampaikan perkara-perkara yang masuk Bid'ah dan larangan dalam mengamalkan nya selalu ada dituduhkan buruk mulai Wahabi, dakwah suka mengkafirkan dan seterusnya.
Padahal perkara mana Sunnah dan mana Bid'ah sudah sangat terang dan jelas, agama ini datang tidak dalam keadaan remang-remang atau perlu modifikasi, Agama Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam sangat sempurna dan jelas, sehingga kita tinggal pelajari dan amalkan.
Dan tentu amalan-amalan yang terbaik adalah amalan para murid Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam yakni generasi Shalafus Shaleh, generasi orang-orang Shaleh dijaman dahulu kala, generasi pertama lahirnya Islam, dan Allah Azza wa Jalla jamin bagi yang mengikuti mereka dalam hal Aqidah dan Syariat dijamin dengan surga, tentu konsekuensinya adalah kelompok orang yang menyelisihi mereka diancam dengan azab neraka.waalahua'lam.
Kalau ditanya kenapa tidak mengamalkan tahlil kematian?, Karena generasi salaf tidak pernah amalkan amalan ini meskipun banyak orang mati dijaman mereka akibat perang dan sakit.
Kalau ditanya kenapa kalian tidak amalkan maulid nabi?, Apakah kalian tidak cinta Nabi?, Karena generasi salaf tidak pernah amalkan amalan ini padahal mereka adalah kelompok manusia yang paling mencintai Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dari siapapun.
Kalau ditanya kenapa kalian tidak pernah amalkan ngalap berkah ke makam orang suci?, Karena generasi Salaf tidak pernah amalkan amalan seperti ini padahal mereka paling cinta kepada para orang suci seperti Nabi dan Rasul.
Dan seterusnya...
Semoga mampu mengikuti amalan-amalan Generasi Shalafus Shaleh, karena mereka generasi terbaik umat ini, generasi yang dijamin surga oleh Allah Azza wa Jalla, dan kami yang mengikuti mereka juga merindukan surga, aamiin.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
«خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ»
Artinya,“Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya.” (HR. Bukhari (2652), Muslim (2533))
Allah Ta’ala berfirman,
وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” [QS. At-Taubah : 100]
Sumber Referensi, "Siapakah Shalafus Shaleh", karya Lilik Ibadurrahman di Muslim.or

No comments:

Post a Comment