Friday, August 3, 2018

USAHA TAMPA MODAL, MUNGKINKAH?


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sering kali ada teman ketika memulai usaha selalu mengeluhkan tidak adanya modal usaha, menurut dia usaha harus dimulai dengan sejumlah dana yang besar, padahal faktanya banyak orang mulai usaha tidak dengan modal yang besar, bahkan banyak diantaranya dimulai dari 0 rupiah, alias tidak ada sama sekali modal.
Dalam sebuah kajian Ustadz Erwandi Tarmidzi menjelaskan tentang modal usaha ada tiga yang utama yakni:
1. Modal kejujuran dan dapat dipercaya.
Mengambil kisah salah satu sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang sangat sukses memulai usahanya dari nol, yakni Abdurrahman bin Auf, ketika beliau datang pertama kali ke Kota Madinah tidak membawa bekal apa-apa, bahkan ketika ingin memulai usahanya beliau ditawari oleh salah seorang saudaranya untuk menggunakan modal dari harta miliknya tampa perlu mengembalikan, alias hibah, Abdurrahman bin Auf menolaknya, dia hanya minta ditunjukkan dimana letak pasar, kemudian beliau pergi ke pasar dan memulai bisnisnya dengan cara membeli tidak tunai, atau membayar ketika barang dagangannya sudah laku, jadi dia terima tunai dari pembeli dan membayar kepemilik barang dengan tempo waktu/mundur. Dengan cara berdagang seperti ini beliau menjadi sangat kaya raya dijamannya, bahkan ketika beliau wafat harta yang dibagikan kepada keluarganya sangat luar biasa banyaknya..
Dalam sebuah kisah disebutkan pada akhirnya Abdurrahman bin Auf mampu memberikan mahar kepada istrinya berupa emas murni sebesar biji kurma.
Hal seperti ini hanya dapat dilakukan ketika kita adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya, jika kita orang yang suka ingkar atau tidak dapat mengemban amanah tentu hal demikian sulit dapat dilakukan.
2. Gunakan aset yang ada sebagai modal usaha.
Datang seorang lelaki kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, dengan tujuan dia meminta-minta, lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bertanya, "apa yang engkau miliki?", lelaki itu menyerahkan selembar kain yang lusuh dan kendi yang buruk rupa, lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menyerukan kepada para sahabatnya, "siapakah yang mau membeli dua barang ini?", lalu salah satu sahabat menyanggupi membeli dua barang lelaki itu dengan dua dirham, satu dirham beliau perintahkan untuk membeli makanan bagi keluarganya, dan satu dirham lagi beliau minta si lelaki membeli mata kapak. Lalu si lelaki mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, dan membawa mata kapak itu kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, dan mata kapak tersebut dipasangkan sendiri oleh beliau ke sebuah kayu pendek, lalu menyerahkan kepada si lelaki itu, beliau mengatakan, "pergilah mencari kayu bakar dan jual, jangan kembali lagi sebelum 15 hari", lalu si lelaki pergi mencari kayu bakar berbekal kapak sesuai perintah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Tepat 15 hari kemudian si lelaki itu kembali kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan menyampaikan bahwa setelah mencari kayu bakar dan menjualnya setelah 15 hari dia sekarang memiliki uang 10 dirham.
Pelajaran dari kisah ini adalah bisa saja Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya untuk memberi sejumlah uang kepada si lelaki tersebut, namun Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tidak lakukan, beliau ingin mengajarkan kepada si lelaki itu bahwa berusaha dengan kemampuan yang ada itu lebih baik daripada meminta-minta.
3. Gunakan modal orang lain untuk memulai usaha.
Usaha dapat dilakukan dengan menggunakan modal dari orang lain, dengan sistem bagi hasil dan semacamnya, hal ini dapat dilakukan ketika kita adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya, tampa syarat ini terpenuhi tentu sulit menerapkan hal ini. Jika kita jujur dan dapat dipercaya dan usaha kita dinilai cukup bagus pastilah banyak orang akan menitipkan sejumlah modal untuk kita kelola.
Semoga tulisan ini menjadi inspirasi teman-teman dalam memulai usaha, dengan kejujuran, semangat dan kejelian membaca peluang insyaAllah Allah Ta'ala akan mudahkan, Aamiin.
Dikutip dr Motivasi usaha oleh Ustadz Erwandi Tarmidzi.

No comments:

Post a Comment