Wednesday, July 3, 2019

SUNNAH ITU MENYATUKAN UMAT, SEMENTARA BID'AH MENCERAI BERAIKAN UMAT


Oleh Siswo Kusyudhanto
Paling suka lihat Umat Muslim ketika mereka beramal ibadah bersama-sama dalam satu barisan, satu gerakan, satu syariat seperti misal Shalat Ied, atau Shalat Fardhu berjamaah, mereka satu barisan dalam kegiatan amal ibadah yang sama persis seperti yang di contohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau.
Namun ketika mereka diluar kegiatan yang disunnahkan yakni amalan yang tidak ada contohnya alias bid'ah, mereka tercerai berai dalam amalan kelompoknya masing-masing, dan mereka merasa yakin benar dengan amalan Bid'ah nya.
Jika dalam shalat fardhu berjamaah atau shalat Ied mereka satu barisan, bersatu dalam satu kelompok maka diluar amalan itu masing-masing terpisah dalam amalan bid'ah kelompok nya, ada yang suka demo, ada yang suka Travelling dengan alasan dakwah, ada yang shalawat dilapangan, ada yang tahlil kematian, maulid nabi, dzikir khusus dan banyak lagi.
Dalam beberapa kajian tentang hal ini disebut ada ratusan jenis amalan Bid'ah di dunia ini, dan masing-masing mereka yakin benar dengan amalan Bid'ah kelompoknya, bahkan ketika mereka diingatkan untuk meninggalkan amalan Bid'ah nya itu justru merasa dipecah belah, sehingga menuduh orang yang menyampaikan sebagai tukang pemecah belah umat, padahal dengan meninggalkan sebuah kebid'ahan tanpa kita sadari sedang menuju kepada persatuan Umat Islam yang hakiki, seperti dijelaskan oleh Imam Syathibi dalam Kitab Al Ithisham, " Bid'ah adalah sebab terjadinya perpecahan Umat Islam dan penyebab sebagian diantaranya diancam dengan azab neraka", juga seperti dijelaskan oleh Allah Azza wa Jalla dalam ayat berikut ini.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allâh kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allâh mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allâh menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allâh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali ‘Imrân/3:103]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah (wafat th. 774 H) menafsirkan ayat ini:
Firman Allâh, “Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai,” Ada yang berpendapat bahwa “kepada tali Allâh” berarti kepada janji Allâh, sebagaimana firman Allâh pada ayat setelahnya:
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allâh dan tali (perjanjian) dengan manusia [Ali ‘Imrân/3:112]
Juga dalam ayat-ayat berikut ini :
وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ [ الأنفال : 46 ]
“dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu” (QS. Al Anfal: 46)
وَلاَ تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ [ آل عمران: 105 ]
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka” (QS. Al Imran: 105)
وأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ [ الأنعام : 153 ]
“dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya” (QS. Al An’am: 153)
Sumber Referensi "Perpecahan Umat sebab dan solusinya", karya Ustadz Kholid Syamhudi di web Muslim.or

No comments:

Post a Comment