Wednesday, July 3, 2019

PERBEDAAN ORANG YANG BERILMU DENGAN YANG TIDAK BERILMU


Oleh Siswo Kusyudhanto
Saya punya dua langganan penjual mie ayam, keadaan keduanya berbeda kalau dilihat dari pelanggannya, satu orang penjual mie ayam tempat jualannya selalu ramai padahal nurut saya rasa mie ayamnya biasa-biasa saja, namun menurut pribadi saya yang bikin nyaman beli disana adalah kemampuan si penjual yang dapat berbahasa daerah seperti bahasa Jawa itu yang bikin saya nyaman, seakan sedang membeli mie ayam kepada teman.
Selain pandai berbicara dalam bahasa Jawa dia juga mampu berbicara dalam bahasa Minang, Sunda dan Batak, MasyaAllah. Mungkin karena hal ini mie ayamnya selalu ramai oleh orang Jawa, Sunda, Minang dan Batak.
Satu lagi penjual mie ayam langganan saya agak sepi, padahal rasa mie ayamnya tidak juga jauh beda dengan penjual mie ayam pertama, namun karena dia tidak ada keistimewaan lain diluar jualannya mungkin ini yang menyebabkan tidak menarik bagi orang untuk datang kesana.
Perbedaan sedikit dalam ilmu membuat hasil yang berbeda, bahkan dalam urusan dunia, waalahua'lam.
Jadi teringat kajian seorang ustadz mengenai fikih memelihara anjing, kata beliau, lihat dari dalil-dalil yang maka dapat kita simpulkan anjing yang berilmu dimuliakan oleh Allah dan RasulNya, hanya anjing yang berilmu yang diperbolehkan dipelihara, sementara anjing yang bodoh dihinakan oleh agama. Jika untuk anjing saja sudah berbeda kedudukannya antara yang berilmu dengan yang bodoh, bagaimana dengan perbedaan antara manusia yang berilmu dengan manusia yang bodoh?, Tentu jauh perbedaan derajat antara manusia yang berilmu dan manusia yang bodoh dalam pandangan Allah Azza wa Jalla, waalahua'lam.
Jadi makin paham pentingnya ilmu dalam kehidupan kita, apalagi jika ilmu itu berkaitan dengan agama yang merupakan investasi bukan saja di dalam kehidupan dunia juga kehidupan akhirat, karena dengan ilmu agama seseorang dapat memilah mana yang hak dan mana yang bathil, dapat mengetahui mana yang Tauhid dan mana yang Syirik, mana yang Sunnah dan mana yang Bid'ah, mana Halal dan mana Haram dan seterusnya.
Maka berinvestasi berupa ilmu yang berkaitan dengan agama insyaallah tidak ada ruginya, waalahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah: 11)
Ilmu akan menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu orang-orang yang mengilmui agama yang benar ini dengan baik.
Allah Ta’ala berfirman
هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ
“Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang bisa mengambil pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)
Sumber Referensi "Mencerdaskan diri dengan ilmu syar'i", karya Ummu Zaid di muslimah.or

No comments:

Post a Comment