Friday, September 6, 2019

Hindari perdebatan


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam sebuah kajian seorang ustadz menasehati, " ketika berhadapan dengan orang yang ingin diskusi dengan kita perihal agama maka lihat, apakah dia mencari kebenaran atau hanya sekedar mencari pembenaran atas kesalahannya, kalau dia memang serius mencari kebenaran lanjutkan diskusi dengan dia, dan sebaliknya ketika nampak oleh kita dia hanya mencari pembenaran atas amalannya yang salah maka segera tinggalkan, karena kita dilarang berdebat, apalagi jika sampai menyulut emosi, karena jika kita lanjutkan berdebat dengan dia kemungkinan akan mendatangkan dosa bagi kita, bahkan dapat menimbulkan permusuhan diantara kita dengannya, waalahua'lam."
Nabi Sulaiman ‘alaihis sallam berkata kepada anaknya,
يَا بُنَيَّ، إِيَّاكَ وَالْمِرَاءَ، فَإِنَّ نَفْعَهُ قَلِيلٌ، وَهُوَ يُهِيجُ الْعَدَاوَةَ بَيْنَ الْإِخْوَانِ
“Wahai anakku, tinggalkanlah mira’ (jidal, mendebat karena ragu-ragu dan menentang) itu, karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.”
(Syu’abul Iman: 8076 Al-Baihaqi)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُبْطِلٌ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga.”
(Shahih at-Targib wat Tarhib, jilid 1, no. 138)
Sumber Referensi "Tinggalkan debat yang tidak ada manfaatnya", karya Ustadz DR. Raehanul Bahraen di web Muslim.or

No comments:

Post a Comment