Tuesday, August 22, 2017

Sudah berhijab syar'i, sudah bercadar juga masih diawasi mata lelaki, apalagi gak pakai?


Ada seseorang lelaki menatap seorang wanita yang berhijab syar'i dan bercadar, lelaki itu terus menatap sampai siwanita hilang dari pandangannya, padahal yang terlihat dari wanita itu cuma matanya saja, kenapa demikian?. Penjelasannya karena wanita ketika keluar dari rumahnya setan terus mengikuti dia, kemudian ketika ada lelaki ajnabi(bukan mahram bagi si wanita) maka setan akan menghias seindah mungkin si wanita agar terlihat menarik dihadapan lelaki lain, meskipun si wanita sudah menutup rapat auratnya dengan hijab syar'i yang lebar, juga masih ditambah cadar untuk menutup bagian wajahnya masih saja ada peluang setan menghiasnya. Mungkin bagian auratnya sudah tertutup, namun setan menarik perhatian lelaki untuk melihat wanita dari bentuk badannya atau juga suaranya.
Jika sudah tertutup rapat saja masih ada peluang setan untuk menghiasinya dan membuat para lelaki tertarik, apalagi jika tidak memakainya?, tentu jalan bagi setan menjadi banyak untuk membuat fitnah syahwat bagi si wanita.
Ini kenapa dalam syariat disebutkan lebih afdhol jika seorang wanita melakukan shalat didalam rumah mereka, meskipun tidak ada larangan bagi wanita muslimah melakukan shalat di mushola dan masjid, karena fitnah terbesar lelaki datangnya dari wanita.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا لاَتَكُوْنُ أَقْرَبَ إِلَى اللهِ مِنْهَا فِيْ قَعْرِ بَيْتِهَا
Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allâh (ketika shalat) melainkan di dalam rumahnya
TAKHRIJ HADITS:
Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh :
1. at-Thabrani dalam al-Mu’jamul Ausâth, no. 2911 dari Shahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma
2. at-Tirmidzi, no. 1173
3. Ibnu Khuzaimah, no. 1685, 1686
4. Ibnu Hibbân, no. 5559, 5570-at-Ta’lîqâtul Hisân), dari Shahabat Ibnu Mas’ûd Radhiyallahu anhu
5. at-Thabrani dalam al-Mu’jamul Ausâth, no. 8092
Imam at-Tirmidzi rahimahullah berkata, ”Hadits ini hasan shahîh gharib.” Dishahihkanoleh Imam al-Mundziri, beliau mengatakan, “Hadits ini diriwayatkan oleh at-Thabrani rahimahullah dalam al-Mu’jamul Ausâth dan rawi-rawinya yang shahih.” Lihat Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb (I/260, no. 344). Dishahihkan juga oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 2688) dan Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb (no. 344, 346).
Dikutip dr Ustadz Abu Haidar As Sundawy
Referensi almanhaj.or.id "wanita adalah aurat" dr US Yazid bin Abdul Qodir Jawas
By Siswo Kusyudhanto

No comments:

Post a Comment